Lolos KIP Kuliah? Ini Cara Ajukan UKT Golongan 1 dan 2
Gambar atau konten salah?
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah memang jadi idola banyak calon mahasiswa. Tapi kalau kamu tidak lolos seleksi, jangan patah arang dulu. Ada opsi lain untuk kuliah dengan biaya ringan: mengajukan Uang Kuliah Tunggal (UKT) golongan 1 dan 2.
Golongan ini biasanya yang paling murah di setiap universitas. Besarannya ditentukan berdasarkan kondisi ekonomi keluarga masing-masing mahasiswa. Jadi, bagi yang belum beruntung mendapat KIP Kuliah, masih ada jalan melalui jalur UKT murah ini.
Prosedur pengajuannya berbeda-beda di tiap kampus. Ambil contoh Universitas Indonesia (UI). Di sana, semuanya dilakukan secara daring. Berikut langkah-langkahnya:
Pertama, buka laman https://ukt.ui.ac.id. Login menggunakan akun calon mahasiswa. Kedua, isi data diri di halaman registrasi. Pilih jalur masuk, masukkan NPM dan program studi yang sesuai.
Ketiga, pilih skema UKT dengan mengklik menu Form. Setelah itu, akan muncul dua opsi. Opsi A: UKT Pilihan. Ini tanpa evaluasi penetapan, dengan tarif tertinggi sesuai prodi masing-masing. Opsi B: UKT dengan evaluasi penetapan. Nah, pilih opsi B jika kamu ingin mengajukan UKT golongan 1 dan 2.
Keempat, jika memilih opsi B, kamu wajib mengisi tujuh formulir. Lengkapi semuanya dengan bukti dukung yang diminta. Kelima, setelah formulir terisi, unggah dan klik tombol Simpan. Keenam, klik tombol Selanjutnya untuk menyimpan sekaligus melanjutkan ke formulir berikutnya.
Terakhir, setelah semua proses pengajuan selesai, tinggal menunggu pengumuman. Hasil penetapan UKT akan diumumkan sesuai jadwal yang ditentukan.
Intinya, KIP Kuliah bukan satu-satunya tiket. UKT golongan 1 dan 2 bisa jadi alternatif yang sama-sama meringankan. Syaratnya, kamu harus jujur mengisi data dan melampirkan dokumen pendukung yang valid. Prosesnya memang butuh kesabaran, tapi hasilnya sepadan untuk biaya kuliah yang jauh lebih terjangkau.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
