Anwar & Boiyen Jalan-Jalan Thailand Setelah Umrah Gagal

Mira T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 36 dibaca
Bisik.id
Anwar & Boiyen Jalan-Jalan Thailand Setelah Umrah Gagal

Gambar atau konten salah?

Anwar mengajak sahabatnya Boiyen untuk berlibur ke Thailand setelah rencana umrahnya batal. Konflik IranIsrael membuat keberangkatan banyak jamaah dibatalkan, sehingga Anwar memutuskan untuk mengubah rencananya.

“Kemarin kita sempat pergi ke tiga kota, Bali, terus pergi ke sebelum puasa tuh ke Pulau Seribu tadinya syawalan mau di Makkah, tapi qadarullah ternyata ada perang, keberangkatan banyak yang di‑cancel. akhirnya aku di‑cancel lah,” kata Anwar, mengingat perjalanan yang sempat terhenti.

Setelah refund, Anwar langsung mengajak Boiyen. “Tapi aku refund, jadi langsung ngajak Boiyen jalan‑jalan ke Thailand nekat juga karena kita berdua nggak bisa bahasa Inggris,” ujarnya. Meski tidak fasih berbahasa Inggris, mereka tetap memutuskan untuk mengeksplorasi Thailand.

Di Thailand, kendala komunikasi menjadi hal utama. “Jangankan buat beli‑beli belanjaan kita sampe bandara aja udah ribet ngomongnya bahkan pas di imigrasi diomelin karena nggak ngerti instruksi. di sana juga untungnya kita ketemu salah satu orang Indonesia yang tinggal di sana,” ungkap Anwar. Pertemuan dengan warga Indonesia di bandara memberi sedikit rasa nyaman.

Untuk makanan, mereka lebih berhati‑hati. “Kita nggak nyobain street food, kita nyobain yang di hotel‑hotel, kita bisa lihat buku menu kan menghindari yang ada babinya,” jelas Anwar. Pilihan ini membantu mereka menghindari risiko makanan yang tidak halal.

Namun perjalanan tidak selalu mulus. Boiyen mengalami masalah bagasi saat pulang. “Aku nggak belanja apa‑apa. nggak nambah koper. tapi Boyen, pas kita pulang udah sampe ke bandara ternyata dia lupa beli bagasi cuma beli 10 kilo. akhirnya kebayar lagi Rp 8 juta karena di isi sama baju dan saus‑saus Thailand,” pungkas Anwar.

Pengalaman ini menegaskan bahwa rencana perjalanan dapat berubah drastis ketika faktor eksternal memengaruhi. Meski menghadapi kendala bahasa, komunikasi, dan biaya tambahan, Anwar dan Boiyen tetap menikmati liburan mereka, menunjukkan fleksibilitas dan kesiapan menghadapi situasi tak terduga.

AnwarBoiyenThailandUmrahKonflik Iran-IsraelRefundBahasa InggrisMakanan Halal

Komentar

Memuat komentar...