Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias

Bima J. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memiliki rencana untuk mengembangkan Pelabuhan Roro yang berada di Kota Gunungsitoli. Pelabuhan ini nantinya diharapkan bisa menjadi pusat distribusi logistik utama untuk seluruh wilayah Kepulauan Nias.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, menjelaskan bahwa pelabuhan ini sebenarnya sudah dibangun oleh Kementerian Perhubungan pada tahun 2019. Setelah selesai, aset pelabuhan diserahkan kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli. Namun, untuk proses pengembangan selanjutnya, aset tersebut akan diserahkan sementara ke Pemerintah Provinsi Sumut.

"Dibangun 2019 oleh Kementerian Perhubungan, kemarin Mei 2026 sudah diserahkan sepenuhnya aset pelabuhan ini ke Gunungsitoli," kata Yuda saat memaparkan rencana tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Yuda menambahkan, selama ini pelabuhan tersebut hanya digunakan untuk melayani penumpang yang hendak menuju Kabupaten Aceh Singkil. Dermaga yang ada saat ini memiliki panjang 90 meter. Kondisi itu membuat kapal-kapal besar belum bisa bersandar.

"Untuk dermaga panjangnya 90 meter, pelabuhan ini hanya menampung kapal penumpang seminggu 3 kali itu dari Singkil dengan muatan kapal kecil, kapal mutiara, sehingga kondisi dermaga ini belum bisa kita buat jadi dermaga logistik," ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumut, Dikky Anugerah, memaparkan bahwa pengembangan pelabuhan ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Targetnya, pada awal tahun 2029, pelabuhan logistik ini sudah bisa beroperasi.

"Tujuannya kan akhirnya kita punya pusat distribusi zona Kepulauan Nias, kalau desain yang kita siapkan Pak Gubernur ada 3 tahun, 2026 ini memang persiapan perencanaan, di 2027 sudah persiapan teknis dan pembangunan infrastruktur, sambil berjalan kita sudah menyiapkan penyelesaian operasional di 2028," jelas Dikky.

Dengan adanya pusat logistik di Pelabuhan Roro, harga barang di Kepulauan Nias diharapkan bisa lebih terkendali. Distribusi tidak hanya akan mengirim barang dari luar ke dalam Nias, tetapi juga sebaliknya. Komoditas lokal dari Nias bisa didistribusikan ke luar daerah.

"Pusat distribusi ini bukan hanya mengirim barang luar ke dalam, tapi juga komoditas lokal untuk didistribusikan (ke luar). Kalau ini tercapai, pengendalian harga termasuk inflasi tidak tergantung pada distribusi barang dari luar," ujarnya.

Dikky menuturkan, dalam pengembangan pelabuhan ini, pihaknya berencana menggunakan alternatif pembiayaan. Begitu pula dengan pengelolaannya nanti, ada beberapa opsi yang sedang disiapkan.

"Termasuk juga ini kan ada pusat logistik dan pengelolaannya juga Pak, jadi rencana memang ada alternatif finance yang lagi kita siapkan, apakah misalnya bekerjasama dengan BUMD kita atau dengan pihak swasta," tuturnya.

Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoly, menyebutkan bahwa pihaknya akan menyiapkan lahan tambahan yang masih kurang untuk pengembangan pelabuhan. Saat ini, luas lahan yang tersedia di Pelabuhan Roro baru sekitar 2,5 hektare.

"Sesuai dengan komitmen awal bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli akan menyiapkan kekurangan lahan yang dibutuhkan dalam pengembangan ini, seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli kami mendahulukan mengucapkan terima kasih," sebut Sowa'a Laoly.

Rencana pengembangan ini merupakan langkah untuk memperkuat konektivitas dan distribusi barang di Kepulauan Nias. Pelabuhan yang saat ini hanya melayani penumpang akan diubah fungsinya menjadi pusat logistik. Dengan begitu, biaya logistik diharapkan bisa lebih efisien dan harga barang lebih stabil. Proyek ini juga melibatkan kerja sama antara pemerintah provinsi, kota, dan kemungkinan pihak swasta atau BUMD.

Pelabuhan RoroKepulauan Niaspusat distribusi logistikpengembangan infrastrukturSumatera UtaraGunungsitoli

Komentar

Memuat komentar...