Arief Ditemukan di Leuw. Malang, Hilang Gunung Puntang
Gambar atau konten salah?
Arief Wibisono, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB, berusia 25 tahun, dilaporkan hilang kontak saat mendaki Gunung Puntang. Pada 10 Mei 2026, kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengumumkan bahwa tim SAR segera dikirim setelah menerima laporan tentang pendaki tersesat di jalur Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari.
Menurut Ade, rombongan tersebut terdiri dari tiga pendaki. Mereka memulai pendakian sekitar pukul 07.45 WIB menuju Puncak Mega dan tiba di puncak pada pukul 12.00 WIB. Setelah beristirahat satu jam, rombongan memutuskan turun menuju basecamp. Saat turun, Arief berjalan lebih dahulu dan meninggalkan dua rekannya. Ketika kedua pendaki tiba di basecamp sekitar pukul 16.00 WIB, Arief belum kembali.
Tim SAR, bersama unsur Brimob dan Tim Ranger Pasir Kuda, melakukan pencarian di area basecamp. Pencarian mandiri bersama ranger berlangsung pada hari Sabtu hingga pukul 22.00 WIB, namun Arief tidak ditemukan. Setelah laporan tersebut, Kantor SAR Bandung langsung mengirim satu tim rescue ke lokasi untuk asesmen dan pencarian bersama unsur SAR gabungan. Operasi ini dilengkapi peralatan mountaineering, alat komunikasi, perlengkapan medis, dan kendaraan rescue.
Selama pencarian, seorang relawan yang melakukan pencarian menulis di media sosial: “Alhamdullilah terimakasih team SAR gabungan korban hilang di Gunung puntang sudah di ketemukan dgn selamatketemukan selamat,” tulis pemilik akun Instagram @darmanto_wanadri_96 pada 11 Mei 2026.
Humas ITB, Lala Arief, menanggapi laporan tersebut: “Alhamdulilah, Arif sudah ditemukan dengan selamat. Ditemukan di Leuweung Malang, ditemukan oleh warga,” katanya. Lala menegaskan bahwa mahasiswa tersebut kini berada di tempat yang lebih aman.
Kapolsek Pameungpeuk Kompol, Asep Dedi, juga mengonfirmasi penemuan Arief. Ia mengatakan: “Alhamdulillah sudah ketemu dalam kondisi sehat (selamat),” ujar Asep. Menurutnya, mahasiswa ITB tersebut keluar jalur pendakian awal dari Basecamp Pasir Kuda. Ia kemudian ditemukan oleh warga dan petugas gabungan. Asep menambahkan: “Iya, keluar jalur awal masuk. Jaraknya dari Basecamp Pasir Kuda ke tempat penemuan sekitar 8 kilometer,” katanya. Setelah itu, Arief dibawa ke tempat aman dan diberikan pertolongan pertama.
Operasi pencarian ini menunjukkan kerja sama antara SAR, Brimob, dan ranger setempat. Penemuan Arief di Leuweung Malang menandai akhir dari pencarian yang berlangsung beberapa jam. Sekarang, mahasiswa tersebut sedang dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk pemulihan lebih lanjut.
Keberhasilan pencarian ini menegaskan pentingnya koordinasi cepat antara pihak SAR dan lembaga penegak hukum serta peran relawan dalam situasi darurat. Kegiatan ini juga menyoroti risiko pendakian di jalur yang tidak terjamah, sekaligus menunjukkan kesiapan tim SAR dalam menanggapi insiden di daerah pegunungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Porong Lama: Keramaian Mati Akibat Lumpur Lapindo Sidoarjo
Konflik Gebby Vesta & Sopir Taksi Di Bali Berakhir Damai
Ayo ke Taman Nasional Luncurkan Aplikasi E‑Ticketing 93%
Bandung Minta Status Darurat Sampah, Proses Belum Disetujui
Indofest 2026: 80 Brand Outdoor di JCC, Target Rp60 Miliar
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Berita Terbaru
Rumor Nafkah Anak Rp500 Ribu Ditolak, Tuntutan Rp25 Juta
Surabaya Cerah Hari Ini, Suhu 26‑32°C, Waspada Panas
Herdman Pilih Ferarri Meski Cakupan Ringan Berdasarkan Profil
5 Juni 2026: Hari Baik untuk Kegiatan Adat dan Ritual Bali
Piala Dunia 2026: 48 Tim, 3 Tuan Rumah, Estadio Azteca
Sabar & Reza Raih Perempatfinal Indonesia Open di Istora
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juni 2026: Mulai Imsak 04.05 WIB
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
