Astra Bawa 37 UMKM Binaan ke Pameran Ekspor TEI 2026
Gambar atau konten salah?
PT Astra International Tbk (Astra) kembali menunjukkan komitmennya untuk mendorong produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia menembus pasar global. Pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang digelar 14-18 Oktober 2026 di Hall 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Astra menghadirkan produk-produk unggulan dari komunitas lokal binaannya.
Produk-produk yang ditampilkan berasal dari Desa Sejahtera Astra, UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), serta perusahaan-perusahaan di bawah Grup Astra. Sebagian pelaku usaha memamerkan dagangannya di booth Astra, sementara lainnya ikut meramaikan booth Desa BISA Ekspor (DBE) milik Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.
Untuk mempersiapkan para pelaku usaha menghadapi pasar ekspor, Astra menjalankan program pembinaan berkelanjutan. Salah satu inisiatifnya adalah Desa Sejahtera Astra Export Champion, yang dijalankan bersama Kemendag RI dan Kadin Indonesia. Program ini mencakup pendampingan dari hulu ke hilir—mulai kurasi produk, pelatihan ekspor, matrikulasi, hingga business pitching dan business matching dengan calon pembeli.
Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang menyampaikan bahwa Astra meyakini UMKM punya peran besar dalam pertumbuhan ekonomi, terutama lewat penetrasi pasar mancanegara. "Oleh karena itu, Astra terus mendukung pengembangan UMKM agar dapat membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih luas sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Boy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16 Oktober 2026).
Di TEI 2026, booth Astra diisi oleh 30 peserta. Rinciannya, 20 perwakilan Desa Sejahtera Astra dan 10 UMKM binaan Yayasan Astra-YDBA serta Grup Astra. Selain itu, tujuh Desa Sejahtera Astra juga tampil di booth DBE Kemendag RI.
Komoditas yang dipamerkan cukup beragam. Ada kopi dalam bentuk green bean dan bubuk, teh dengan varian loose leaf, artisan, hingga tea blend, serta kakao berupa fermented cocoa beans dan cocoa nibs. Tak ketinggalan, produk olahan pangan dan minuman seperti minuman herbal, gula kelapa, coconut aminos, gelato, dan aneka camilan juga ikut dipajang.
Semua produk ini disiapkan untuk memenuhi permintaan pasar global. Negara tujuan ekspor mencakup Singapura, Jepang, Belanda, Vietnam, Italia, Inggris, Amerika Serikat, hingga Prancis.
Partisipasi Astra di TEI sebenarnya bukan hal baru. Perusahaan ini sudah terlibat sejak 2018. Dalam empat tahun berturut-turut mulai 2022, total nilai kontrak dan transaksi pelaku usaha binaan mencapai lebih dari USD 24,29 juta atau sekitar Rp 400 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten bisa membuahkan hasil nyata. Meski perjalanan UMKM menembus pasar ekspor tidak instan, kehadiran mereka di pameran internasional seperti TEI menjadi salah satu jembatan untuk memperluas jangkauan. Dengan dukungan pembinaan yang terstruktur, pelaku usaha kecil perlahan mendapatkan akses ke pasar yang sebelumnya sulit dijangkau—seperti Singapura, Jepang, Belanda, Vietnam, Italia, Inggris, Amerika Serikat, hingga Prancis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Naik Tipis Rp 4.000 per Gram
Pegadaian Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang In-House Counsel Awards 2026
Kemendag Gandeng Barantin untuk Dongkrak Ekspor
BGN Aktifkan 980 Dapur Gizi di 16 Provinsi, Waspada Calo
IHSG Anjlok 8%, Bursa Efek Indonesia Trading Halt
Kemenkop Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Masuk Anggaran
