Badut Edukasi Warnai MPLS SD di Cimahi

Guntur P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Badut Edukasi Warnai MPLS SD di Cimahi

Gambar atau konten salah?

Suara tawa anak-anak memenuhi lapangan SD Negeri Cibeber Mandiri di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Semua murid dan guru tampak terhibur saat seorang badut tampil di depan mereka.

Badut itu tampil dengan ciri khasnya: riasan wajah putih, hidung merah mencolok, kostum warna-warni, dan sepatu yang kebesaran. Gerakannya dibuat kikuk. Trik sulapnya sengaja gagal. Tapi justru itu yang membuat penonton tertawa.

Penampilan ini terjadi pada hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa SD. Bagi anak kelas 1 yang masih lebih suka bermain daripada belajar, kehadiran badut memberi warna tersendiri. Mereka diajak bernyanyi, berjoget, dan diberi hadiah jika berani maju ke depan bermain bersama badut.

Badut itu memulai aksinya dengan langkah gontai. Sepatu kebesarannya sengaja diketuk-ketuk saat berjalan. Semua itu untuk mempertegas karakternya yang kikuk tapi menghibur.

"Senang banget bisa nonton badut," kata Davin, siswa kelas 1 SDN Cibeber Mandiri 3, setelah menonton pertunjukan di lapangan sekolah pada Selasa, 14 Juli 2026.

Penampilan badut benar-benar memikat perhatian siswa yang duduk rapi bersila di atas terpal plastik. Trik sulap sederhana dipadukan dengan dialog interaktif. Bagi para guru, ini bisa menjadi inspirasi cara mengajar di kelas.

Badut itu mengenakan kostum biru kombinasi putih. Topinya menutupi kepala yang ternyata sudah botak. Ia terus mengundang tepuk tangan dari anak-anak. Hiburan sederhana, tapi jarang didapat di lingkungan sekolah.

"Tadi seru dengar cerita lucu, terus ada sulap, sama main balon-balon sabun," kata Davin dengan suara pelan.

Apa pun yang diminta badut, langsung dituruti siswa. Tanpa ada bantahan. Tapi bukan cuma hiburan. Badut yang sudah berkeliling ke beberapa sekolah selama MPLS 2026 ini juga menyelipkan nasihat. Anak-anak diingatkan untuk patuh pada guru dan orangtua, rajin belajar, dan tidak terlalu banyak bermain ponsel.

"Sengaja kita selipkan juga edukasi, biar anak-anak ini setidaknya bisa membantu peran guru dan orangtua ya. Kita sampaikan nasihat ini dengan kemasan yang berbeda, seperti istigosah," kata Hendayana, perwakilan komunitas Badut Cimahi.

Selama MPLS kali ini, Hendayana dan badut lain dari komunitasnya diminta turun ke sekolah-sekolah. Mereka memberi hiburan sekaligus nasihat pada siswa SD. Jadwal mereka sudah penuh hingga 17 Juli mendatang. Mereka akan berkeliling ke sekolah di wilayah Kota Cimahi dan Kota Bandung.

"Kita sampai 17 Juli nanti jadwalnya sudah penuh, diminta sekolah untuk menghibur. Ini juga jadi langkah membuktikan bahwa badut bisa berperan sebagai jembatan edukasi di sekolah," kata Hendayana.

Kepala SDN Cibeber Mandiri 1, Yani Nurdiani, mengatakan MPLS kali ini mengedepankan pembelajaran ramah anak. Salah satu materi yang disampaikan adalah soal Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

"Salah satu yang disampaikan ini kan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti bangun pagi, taat beribadah, rajin berolahraga dan lainnya. Apalagi dalam MPLS ini kan mengedepankan ramah anak," kata Yani.

MPLS di SDN Cibeber Mandiri tahun ini membuktikan bahwa hiburan dan edukasi bisa berjalan beriringan. Badut tidak hanya membuat anak-anak tertawa, tapi juga menyampaikan pesan-pesan positif yang mungkin lebih mudah diterima dalam suasana santai. Pendekatan seperti ini bisa menjadi alternatif bagi sekolah yang ingin menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan tanpa kehilangan esensi pendidikan.

badutMPLSedukasihiburansekolahanakCimahi

Komentar

Memuat komentar...