Baliho Gladak Tampilkan Fadli Zon, Tedjowulan, Gusti Moeng

Wulan M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Baliho Gladak Tampilkan Fadli Zon, Tedjowulan, Gusti Moeng

Gambar atau konten salah?

Di kawasan Gladak, Solo, sebuah baliho besar terpampang menampilkan foto Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Panembahan Agung Tedjowulan yang bertugas sebagai Pelaksana Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, serta Gusti Moeng, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA). Baliho ini dipasang untuk mempublikasikan Surat Keputusan (SK) Nomor 8 Tahun 2026 yang menunjuk Tedjowulan sebagai pelaksana keraton.

Menurut Juru Bicara Kanjeng Pakoenegoro, langkah ini diambil sesuai arahan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang menekankan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional. Ia menegaskan bahwa publikasi yang baik menjadi prioritas dalam proses tersebut.

“Sesuai arahan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengutamakan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, maka publikasi yang baik menjadi prioritas,” kata Kanjeng Pakoenegoro.

Ia juga mengumumkan rencana masa depan: “Ke depan, diharapkan juga akan disusulkan baliho tentang kegiatan revitalisasi dan kegiatan kebudayaan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.”

SK Nomor 8 Tahun 2026, yang diterbitkan pada 08 Juni 2026, menandai penunjukan resmi Tedjowulan sebagai pelaksana keraton. Baliho tersebut berfungsi sebagai media publikasi setelah SK tersebut diterbitkan.

“Baliho yang di dalamnya terdapat foto Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Gusti Tedjowulan dan Gusti Moeng merupakan salah satu wahana publikasi atas terbitnya Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026,” ungkap Kanjeng Pakoenegoro.

Ia menegaskan bahwa selain baliho ini, akan ada baliho tambahan yang memuat perkembangan proyek fisik maupun agenda kebudayaan. “Ke depan, diharapkan juga akan disusulkan baliho tentang kegiatan revitalisasi dan kegiatan kebudayaan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” tambahnya.

Dengan langkah ini, masyarakat, khususnya warga Solo dan wisatawan, dapat memperoleh informasi transparan mengenai penataan keraton. “Sehingga, masyarakat mendapatkan informasi dan dapat mengikuti perkembangan kemajuan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan baik,” ujarnya.

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, menilai pemasangan baliho bertuliskan “Karaton Surakarta Wajib Dilestarikan” di Gapura Gladak sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan antara keraton dan negara. Ia menegaskan bahwa hubungan strategis antara Keraton Solo dan Pemerintah RI kini dijembatani melalui Kementerian Kebudayaan.

“Ini adalah menyambungkan hubungan keraton dengan negara, keraton dengan pemerintah. Memang dimulai dari Kementerian Kebudayaan, tetapi jangan lupa bahwa di antara elemen-elemen penting pertahanan negara, pertahanan budaya justru menempati posisi yang sangat penting,” kata KPH Eddy Wirabhumi.

Baliho tersebut sudah terpasang pada 06 Juni 2026, dan rencana selanjutnya meliputi baliho yang menampilkan kegiatan revitalisasi serta program kebudayaan yang akan berlangsung di keraton.

Pengumuman ini menandai langkah konkret dalam upaya pelestarian warisan budaya Surakarta, sekaligus membuka jalur komunikasi langsung antara pengelola keraton dan publik. Dengan adanya media visual ini, pengunjung dapat lebih mudah memahami perkembangan dan kebijakan yang sedang dijalankan di Keraton Solo.

Keraton SoloBalihoFadli ZonTedjowulanRevitalisasi Keraton Kasunanan SurakartaKementerian Kebudayaan RILembaga Dewan Adat

Komentar

Memuat komentar...