Banjir Rob di Rembang Karena Gelombang Laut Timur Minggu Ini
Gambar atau konten salah?
Rembang, 8 Juni 2026 – Gelombang laut timur menimbulkan banjir rob di beberapa wilayah pesisir Kabupaten Rembang. Air laut pasang yang mulai muncul pada hari Sabtu, 6 Juni 2026, menembus rumah‑rumah penduduk dan diperkirakan dapat berlangsung selama berminggu‑minggu.
Di Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, warga melaporkan genangan terparah di RT 1 RW 1. Yasmin mengungkapkan, “Yang paling parah di RT 1 RW 1. Sampai kena beberapa rumah warga. Karena daratannya rendah dan dekat sungai. Kalau air naik otomatis langsung masuk ke rumah warga,” ujar Yasmin, Senin, 8 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa rob mulai terjadi pada siang hari Sabtu seiring dengan tingginya gelombang laut. “Mulainya Sabtu. Karena lagi ombak timur. Naiknya biasanya siang sampai sore. Kalau musim baratan malah malam,” katanya.
Warga lain, Suatmo, menegaskan kondisi terparah terjadi pada Sabtu dan Minggu. Ia mengatakan, “Itu yang parah pas hari Sabtu dan Minggu. Airnya sampai masuk rumah‑rumah warga. Itu kemarin (airnya) mau sampai lutut orang dewasa. Musim seperti ini biasanya bisa sampai berminggu‑minggu,” ungkapnya.
Foto yang diambil di Desa Pantiharjo pada Senin, 8 Juni 2026, menunjukkan genangan air di sejumlah titik sudah mulai surut, meski beberapa bagian masih tergenang. Namun diperkirakan rob akan kembali naik pada siang hingga sore seperti dua hari sebelumnya.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Rembang, M Lutfi Hakim, mengonfirmasi terjadinya rob di wilayah pesisir Rembang. Menurut laporan Pusdalops BPBD, rob terjadi di Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, serta di wilayah pesisir Desa Sumurtawang dan Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan.
Di Pantiharjo, air laut pasang menggenangi sebagian permukiman dan jalan desa sepanjang sekitar 150 meter dengan ketinggian 20‑30 sentimeter. Sebanyak lima rumah warga dilaporkan masuk air. Di Desa Sumurtawang, delapan rumah terdampak rob, lima di antaranya mengalami kerusakan pada dinding dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 40 juta. Sedangkan di Desa Pandangan Kulon, abrasi dilaporkan semakin mendekati kawasan permukiman warga.
BPBD sudah melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait. Dari BPWS Pusat direncanakan akan dilakukan pemetaan untuk penanganan tanggul laut permanen, kata Lutfi. Meski masih terdapat genangan di beberapa titik, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi akibat kejadian tersebut.
Aktivitas masyarakat di wilayah terdampak juga telah kembali berjalan normal. Nelayan masih melaut, namun memilih beroperasi lebih dekat ke garis pantai karena gelombang laut masih relatif tinggi.
Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan wilayah pesisir terhadap pasang surut laut, terutama di daerah dengan permukaan tanah rendah dan dekat sungai. Meskipun belum ada korban, kerusakan properti dan gangguan aktivitas harian tetap menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Trenggono Dilantik Jadi Wakil Kepala BGN, Lulusan Akmil
Baliho Gladak Tampilkan Fadli Zon, Tedjowulan, Gusti Moeng
Siswa 12 Tahun Raih Nilai Sempurna 100 TKA SD Islam
Jadwal Libur Sekolah Jawa Tengah Sepanjang Juni‑Juli 2026
PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dapatkan 3,053 Formasi
Cuaca Ringan Hujan di Jawa Tengah, Cerah Berawan Hari Senin
Berita Terbaru
Polisi Selidiki Kasus Anak 9 Tahun Tewas Anjing Pemburu
Di Malang, 21 SPPG Raih Sertifikat Laik Fungsi Sejak Juni
Persija Tunjuk Shin Tae‑yong, Pelatih Korea Baru di Jakarta
Indonesia di Tarif Impor 10% AS, Budi Tegaskan Dinamika
Puasa Daud: Satu Hari Puasa, Satu Hari Buka Setiap Bulan
Trenggono Dilantik Jadi Wakil Kepala BGN, Lulusan Akmil
Rupiah Tertekan, Dolar AS Capai ATH 18.201 08 Juni 2026
Pemerintah Siap Buka Bursa Mineral 2027, OJK Pengawas
