Bandung Zoo Siap Lelang Ulang, Wali Kota Tak Pasti Pemilik
Gambar atau konten salah?
Nasib pengelolaan Kebun Binatang Bandung, atau yang dikenal sebagai Bandung Zoo, masih dalam keadaan tidak menentu. Meskipun proses lelang sedang berlangsung, beberapa kendala membuat tahapan tersebut tidak semulus yang diharapkan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan kendala yang menjadi tantangan dalam proses pengelolaan. Ia mengatakan, “Hitung-hitungan sih. Jadi kan gini, kalau lelang ini teh kan ya serius sekali itu hitungannya besar sekali,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (08 Juni 2023).
Farhan sempat membocorkan nilai kesepakatan lelang untuk pengelolaan Bandung Zoo dengan durasi 26 tahun. Nilainya mencapai triliunan rupiah karena berdasarkan hasil audit, omzet tiket Bandung Zoo dalam setahun mencapai Rp 26 miliar. Kondisi tersebut membuat lembaga calon pengelola akhirnya menegosiasikan nilai KSP. Farhan menjelaskan, “Jadi nego, nego, nego, nego, ketika mereka mau mengubah angka yang ditawarkan itu teh harus mengajukan lelang ulang, kita administrasikan. Sementara waktu makin pendek,” ungkapnya. “Jadi, bismillah lah,” terangnya.
Menurut dokumen pengumuman, lelang ulang pengelolaan Bandung Zoo dimulai pada 26 Mei 2026. Penjelasan tender dilakukan pada 03 Juni 2026, disusul pemasukan dokumen penawaran pada 04 Juni 2026. Selanjutnya, jadwal pelaksanaan tender dilaksanakan pada 08 Juni 2026. Penetapan mitra dilakukan pada 09 Juni 2026, dan penandatanganan kerja sama dijadwalkan pada 12 Juni 2026.
Farhan tampak belum memiliki keyakinan mengenai siapa calon pengelola Bandung Zoo yang akan ditetapkan nantinya. Ia berkata, “Bandung Zoo teh hari ini sama besok akan dibuka. Dari yang saya dengar ya, laporan akan dibuka tiga peserta yang akhirnya memasukkan kembali dokumen,” kata Farhan. “Nah ini saya deg-degan. Soalnya saya enggak boleh lihat dokumennya, kumaha pansel (panitia seleksi) we eta mah,” tambahnya.
Menurut Farhan, Pemkot Bandung kini memiliki kesempatan terakhir untuk segera menentukan calon pengelola Bandung Zoo. Jika kembali gagal, ia berencana menghadap ke Kementerian Kehutanan dan Pemprov Jabar untuk menentukan konsep pengelolaan kawasan tersebut. Ia mengatakan, “Ini kesempatan terakhir, kalau gagal lelang lagi saya enggak tahu mesti ngapain,” ucapnya. “Artinya gini, kalau gagal lelang lagi, saya harus menghadap ke Menteri Kehutanan, menyampaikan semua laporan, menghadap ke Pak Gubernur, melaporkan semua perkembangan terakhir. Nanti kita bertiga akan membuat sebuah komitmen bersama soal kebun binatang,” pungkasnya.
Proses lelang ini menyoroti kompleksitas pengelolaan fasilitas publik yang melibatkan banyak pihak. Keputusan akhir akan mempengaruhi tidak hanya operasi harian kebun binatang, tetapi juga kebijakan pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
