Banjir Jalan Cijapati, Bandung: Air Menyentuh Lutut, Terhenti
Gambar atau konten salah?
Jalan Cijapati di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, sudah terendam banjir sejak tiga hari lalu. Pada 15 April 2026, genangan air di titik tersebut mencapai level lutut orang dewasa. Kendaraan roda empat masih bisa melewati jalan, namun banyak sepeda motor terhenti karena air yang tidak menentu.
Pengendara dari arah Majalaya atau Cicalengka disarankan memakai jalur alternatif. Dari Majalaya, jalur Cigentur-Cikancung menjadi pilihan, dengan keluar setelah Polsek Cikancung. Sedangkan dari Cicalengka, jalur Tanjunglaya-Cikancung menjadi alternatif, keluar sebelum Polsek Cikancung.
Salah satu pengendara asal Garut, Imam berusia 19 tahun, mengaku motornya mati total setelah nekat menerjang banjir. Ia berkata, "Gede banget banjirnya, selutut. Baru tahu banirnya, baru pertama kali, belum tahu jalan alternatif," sambil menyesali keterbatasan pengetahuan tentang kedalaman air.
Imam berharap pemerintah segera menanggapi masalah ini. Ia menambahkan, "Perbaiki jalannya, selokan harus lancar agar tidak banjir seperti ini," menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur.
Berbeda dengan Cijapati, di depan SPBU Ciluluk genangan masih dapat dilintasi semua jenis kendaraan. Namun, beberapa motor, terutama motor bebek dengan posisi busi rendah, masih terhenti. SPBU Ciluluk belum dapat beroperasi karena area operasionalnya masih terendam air tinggi.
Menurut analisis, buruknya drainase dan penyempitan aliran sungai menjadi penyebab utama banjir di wilayah ini. Pembangunan yang cepat, tidak sebanding dengan kapasitas menampung air, memperparah kondisi tersebut.
Untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Majalaya-Cicalengka, para anggota Polsek Cikancung, dipimpin langsung oleh Kapolsek, melakukan pengaturan lalu lintas. Polisi mengimbau pengendara agar tidak berhenti sembarangan di bahu jalan. Kapolsek Cikancung, AKP Indra Adhiyana, menjelaskan bahwa di POM bensin Ciluluk, genangan air mencapai 20-30 sentimeter selama musim hujan, namun masih dapat dilintasi kendaraan roda dua dan empat.
Indra menekankan pentingnya kepatuhan pengguna jalan. Ia berkata, "Kami imbau kepada pengguna jalan tetap patuhi aturan lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan. Kami di sini hadir agar lalu lintas aman dan lancar," menutup sambil menegaskan bahwa di Cijapati genangan diperkirakan 30-40 sentimeter.
Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan petugas meminimalisir kemacetan. Indra menambahkan, "Keberadaan kami di lapangan mengibau karena ada yang ragu, mereka berhenti dan menimbulkan kemacetan. Kami hadir di sini, alhamdulillah lalu lintas lancar," ia ucapkan.
Secara keseluruhan, banjir di Jalan Cijapati dan sekitarnya menuntut tindakan cepat dari pihak berwenang. Perbaikan selokan dan drainase menjadi prioritas utama untuk mencegah banjir serupa di masa depan. Pengendara diharapkan mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif bila memungkinkan, guna menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan semua pihak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polres Karawang Gelar Binrohtal dan Doa Hari Bhayangkara
Pemerintah Rencanakan Peningkatan Dana Pendidikan 2026
Tahun Baru Islam: Perbedaan Kalender Lunar vs Solar
Mahasiswa Bandung Unjuk Rasa di DPRD Jawa Barat, 11 Juni
Ir. Muaz HD Meninggal, DPRD Bogor Berduka Besar, Kebijakan
Kota Bogor Raih WTP ke-10, Konsistensi Keuangan Daerah
Berita Terbaru
PTBSI Adakan Pelatihan UMKM 20 Perempuan di Banyuwangi
Suporter Brasil Buka Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca
Meksiko vs Afrika Selatan: Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Bazar Buku Internasional di Palembang Tawarkan Promo Besar
Polres Karawang Gelar Binrohtal dan Doa Hari Bhayangkara
Indonesia Kalah 0‑1 di Semi AFF U‑19, Australia Ke Final
Arema FC Sempat Kehilangan Dalberto, Penyerang Brasil Berangkat
Australia 1-0 Indonesia: U-19 Kalah, Raih Final AFF 2026
