Banjir Rob 16 Mei 2026 Merendam Pesisir Sedati, Mengganggu Petani Tambak

Teguh A. · 2 min baca · 15 hari lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Banjir Rob 16 Mei 2026 Merendam Pesisir Sedati, Mengganggu Petani Tambak

Gambar atau konten salah?

Di pesisir Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, banjir rob kembali merendam wilayah pada 16 Mei 2026. Pasang laut mencapai 3 hingga 4 meter sehingga air laut meluap ke daratan dan menghambat aliran ke laut. Genangan air laut ini mengganggu aktivitas warga, terutama petani tambak dan nelayan.

Menurut pengamatan, genangan air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB pada hari Sabtu. Ketinggian rata‑rata mencapai 15 hingga 20 sentimeter, sementara di beberapa titik mencapai setinggi lutut orang dewasa. Empat desa terdampak adalah Kalanganyar, Tambak Cemandi, Banjar Kemuning, dan Segoro Tambak. Warga di kawasan tersebut melaporkan gangguan pada kegiatan sehari‑hari, termasuk penutupan sementara usaha kolam pancing.

Menurut Camat Sedati, Dedy Kurniawan, banjir rob yang melanda beberapa desa pesisir timur Kecamatan Sedati sudah terjadi beberapa hari terakhir. “Untuk bulan ini banjir rob terjadi pada pagi hari dan biasanya mulai surut sore hari,” kata Dedy kepada detikJatim melalui telepon selulernya, 19 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa saat rob datang masyarakat tidak bisa beraktivitas normal dan sejumlah usaha kolam pancing sementara dihentikan karena area tergenang air laut. “Banjir rob ini mulai Sabtu dan diprediksi berakhir sekitar tiga hari lagi,” tambahnya.

Salah satu warga Dusun Gisik Kidul Desa Tambak Cemandi, Dani (57), mengatakan, “Banjir rob merupakan kejadian rutin yang terjadi setiap tahun.” Ia menjelaskan bahwa biasanya ada dua siklus: bulan Mei air pasang datang siang hari, sedangkan bulan Oktober sampai Desember biasanya malam hari. Dani menambahkan, “Rob mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir dan air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB lalu surut kembali sekitar pukul 12.00 WIB. Ketinggian air sekarang sampai lutut orang dewasa.”

Hal senada disampaikan Mulyadi (59), warga Dusun Gisik Kidul RT 03 RW 01 Desa Tambak Cemandi. Menurutnya, banjir rob sangat merugikan petani tambak karena banyak hasil ternak rusak hingga hanyut terbawa arus. “Sangat merugikan petani tambak. Banyak hasil tambak rusak dan hanyut,” katanya.

Meski jalan kampung masih bisa dilalui kendaraan, warga membatasi orang luar masuk ke kawasan terdampak demi keselamatan. Sementara itu, warga lainnya, Supriyo (71), mengatakan fenomena rob sudah menjadi langganan warga pesisir Sedati setiap tahun. “Setiap tahun pasti ada dua kali. Kadang siang hari, kadang malam hari,” pungkasnya.

Pengalaman ini menegaskan bahwa banjir rob di Sedati mengikuti pola pasang laut yang dapat memengaruhi kehidupan ekonomi pesisir. Warga terus memantau kondisi air laut dan menyesuaikan kegiatan agar tetap aman.

Banjir robPasang lautPesisir SedatiPetani tambakNelayanKolam pancingKetinggian air

Komentar

Memuat komentar...