Bank bjb Sosialisasikan KPR Subsidi di Subang

Dian P. · 3 min baca · 58 menit lalu · 19 dibaca
Bisik.id
Bank bjb Sosialisasikan KPR Subsidi di Subang

Gambar atau konten salah?

Bank bjb menggelar sosialisasi program kredit perumahan dan rumah subsidi di Aula Oman Syahroni, Perkantoran Pemda Kabupaten Subang. Acara ini menghadirkan sejumlah pejabat, termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa II Mulya Permana, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia Joko Suranto. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi juga hadir. Dari internal bank bjb, hadir Pemimpin Divisi Kredit UMKM Budiatmo Sudradjat, Pemimpin Divisi KPR M. Aditya Wiradharma, Pemimpin Divisi Dana Jasa & Konsumer Maman Rukmana, CEO Regional I M. Fajar Firdaus, dan CEO Regional III Asep Wahyu Irawan.

Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat program pembiayaan produktif bersubsidi. Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah Kredit Program Perumahan (KPP). Menurutnya, KPP berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan, terutama bagi masyarakat yang menjalankan usaha berbasis tempat tinggal.

Data portofolio bjb KPR Sejahtera FLPP per 4 Oktober 2026 menunjukkan total 41.383 debitur dengan outstanding Rp4,935 triliun. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, bank bjb merealisasikan pencairan FLPP untuk 2.492 debitur. Total plafon pencairan mencapai Rp404,98 miliar, dengan outstanding pencairan Rp399,40 miliar.

Bank bjb juga menjadi mitra pemerintah dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Di Kabupaten Subang, program ini mencakup 1.327 penerima bantuan. Program ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Kehadiran program hingga tingkat desa menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan manfaat yang nyata dan tepat sasaran.

Program Bedah Rumah turut menggerakkan ekonomi masyarakat. Program ini memberdayakan Toko Bangunan dan tukang bangunan setempat sebagai supplier bahan bangunan dan pekerja bangunan dalam proses renovasi rumah. Irwan mengatakan bank bjb mendukung kelancaran penyaluran Program Bedah Rumah melalui dukungan sistem dan layanan. Sistem ini dirancang untuk memudahkan Penerima Bantuan mengakses layanan perbankan dan bertransaksi dengan mudah. Mekanismenya mencakup validasi data penerima bantuan, pembukaan rekening secara terpusat, pemantauan status transaksi, hingga monitoring penyaluran dana secara terintegrasi.

Hingga September 2026, bank bjb telah menyalurkan Program Bedah Rumah ke lebih dari 25 ribu penerima bantuan. Irwan berharap, melalui kolaborasi pemerintah, perbankan, dan seluruh pihak terkait, Program Bedah Rumah Tahun 2026 terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menghadirkan hunian yang lebih layak.

Dukungan terhadap BSPS menunjukkan bahwa peran bank bjb dalam ekosistem perumahan tidak hanya terkait pembiayaan kepemilikan rumah. Bank ini juga mendukung upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat. Dengan demikian, program perumahan dapat memberikan manfaat yang lebih luas di berbagai wilayah Jawa Barat.

Sejak 2025, bank bjb memperkuat perannya sebagai bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP). KPP terbagi menjadi dua layanan: KPP Supply dan KPP Demand. KPP Supply diarahkan kepada pelaku usaha dalam rantai penyediaan perumahan, seperti developer, jasa konstruksi, dan toko material. Skema ini memberikan dukungan pembiayaan bagi sektor usaha yang berperan penting dalam ekosistem perumahan.

KPP Demand menyasar masyarakat pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli, membangun, atau memperbaiki rumah tinggal yang juga berfungsi sebagai tempat usaha. Skema ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan tempat tinggal sebagai bagian dari aktivitas usahanya.

Irwan menambahkan, melalui berbagai skema tersebut, bank bjb berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Integrasi antara pembiayaan perumahan dan sektor produktif diharapkan menciptakan manfaat yang lebih luas. Rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga.

Dengan dukungan jaringan kantor cabang yang luas, bank bjb akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan. Tujuannya menghadirkan solusi pembiayaan yang memberikan nilai tambah. Melalui semangat 'Memberikan Kemudahan, Memperluas Akses, Mendorong Pertumbuhan', bank bjb berkomitmen berkontribusi terhadap pembangunan perumahan dan penguatan ekonomi masyarakat di Jawa Barat.

Informasi lebih lanjut mengenai bank bjb dapat diperoleh melalui website resmi www.bankbjb.co.id, kanal media sosial resmi, serta layanan bjb Call 14049. Bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bank bjb menjalankan peran ganda: menyalurkan kredit perumahan bersubsidi dan mendukung program bedah rumah. Kedua kegiatan ini saling terkait. Kredit perumahan membantu masyarakat membeli rumah, sementara bedah rumah meningkatkan kualitas hunian yang sudah ada. Keduanya didanai oleh skema pemerintah yang berbeda, namun sama-sama bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.

bank bjbsosialisasikredit perumahanrumah subsidiKPPBedah RumahFLPP

Komentar

Memuat komentar...