Bank Indonesia: Pertumbuhan SKDU Q1 2026 Menurun, SBT 10,11%

Ani R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Bank Indonesia: Pertumbuhan SKDU Q1 2026 Menurun, SBT 10,11%

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia mengungkapkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan I‑2026. Kinerja tetap positif, namun pertumbuhan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan dunia usaha pada periode tersebut mencapai 10,11 %, turun dari 10,61 % pada triwulan IV‑2025. Meskipun begitu, triwulan pertama 2026 masih menampilkan momentum keagamaan, yakni Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

“Perkembangan ini sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I‑2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, serta dimulainya musim panen pada komoditas pertanian,” tulis keterangan resmi BI, Jumat (17 April 2026).

Survei ini melibatkan lebih dari 3.300 pelaku usaha dan menunjukkan mayoritas Lapangan Usaha (LU) mencatat kinerja positif. Sumber utama positif berasal dari LU Jasa Keuangan, LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, LU Industri Pengolahan, serta LU Perdagangan Besar dan Eceran, termasuk reparasi mobil dan motor.

Kapabilitas produksi terpakai pada triwulan I‑2026 tercatat 73,33 %, sedikit lebih tinggi dari 73,15 % pada triwulan IV‑2025. Peningkatan ini didukung oleh LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, serta LU Industri Pengolahan.

Secara finansial, dunia usaha tetap dalam kondisi baik. Saldo Bersih (SB) likuiditas berada di 17,05 % pada triwulan I‑2026, meski lebih rendah dibandingkan 18,72 % pada triwulan IV‑2025.

Responden memperkirakan SBT untuk triwulan II‑2026 akan naik menjadi 14,80 %. Peningkatan ini terutama berasal dari LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan.

“Kemudian LU Pertambangan dan Penggalian didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan, serta LU Konstruksi seiring dengan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek,” tutur BI.

Perubahan tren ini mencerminkan dinamika ekonomi Indonesia yang dipengaruhi oleh faktor keagamaan, musim panen, dan kondisi cuaca. Data menunjukkan sektor pertanian dan industri pengolahan tetap menjadi pendorong utama, sementara sektor jasa keuangan tetap stabil. Dengan demikian, prospek pertumbuhan ekonomi di kuartal berikutnya diperkirakan akan lebih kuat, meski masih bergantung pada kondisi eksternal seperti curah hujan dan permintaan pasar.

Survei Kegiatan Dunia UsahaSBTHBKNmusim panenpertanianindustri pengolahancurah hujanBank Indonesia

Komentar

Memuat komentar...