Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital

Vera T. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital

Gambar atau konten salah?

Bank Mandiri kembali menegaskan bahwa mereka serius menjaga layanan digital perbankan tetap andal. Ini adalah bagian dari semangat mereka yang disebut "Melayani Sepenuh Hati." Komitmen ini diwujudkan dengan memperkuat tata kelola perusahaan dan ketahanan siber secara terus-menerus.

Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penerapan Bank Mandiri Cyber Resilience Framework. Ini adalah pendekatan terintegrasi yang mencakup operasional, perlindungan sistem, serta penguatan tata kelola dan kesadaran keamanan informasi di semua tingkatan organisasi.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa perkembangan layanan perbankan digital menuntut perusahaan untuk tidak hanya menghadirkan inovasi yang relevan. Lebih dari itu, perusahaan juga harus memastikan semua layanan didukung oleh tata kelola dan manajemen risiko yang kuat. Oleh karena itu, Bank Mandiri menerapkan sistem perlindungan berlapis di setiap kanal digital. Tujuannya agar setiap akses dan transaksi tetap tervalidasi dan berada dalam kendali penuh nasabah.

"Keandalan layanan merupakan fondasi utama industri perbankan. Karena itu, Bank Mandiri terus memperkuat tata kelola digital melalui pengelolaan risiko yang komprehensif, peningkatan kapabilitas keamanan siber, serta penguatan budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi. Tata kelola yang kuat inilah yang membuat nasabah tetap merasa nyaman bersama Bank Mandiri dalam setiap interaksi dengan layanan yang tersedia," ujar Adhika dalam keterangan resminya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Perlindungan berlapis ini sudah diterapkan di berbagai platform digital andalan perseroan. Mulai dari Livin' by Mandiri, Kopra by Mandiri, hingga Livin' Merchant. Pada Livin' by Mandiri, perlindungan diperkuat melalui beberapa fitur. Ada biometric login berbasis pengenalan wajah. Ada juga smart protection untuk membatasi akses pada kondisi berisiko, misalnya saat menerima panggilan telepon. Selain itu, ada card control yang memungkinkan pengaturan PIN dan pemblokiran kartu langsung melalui aplikasi.

Sementara itu, Kopra by Mandiri mengandalkan mekanisme multi-layer authorization melalui token authentication berbasis QR. Ini dilakukan untuk menjaga keamanan transaksi korporasi. Adapun Livin' Merchant dilengkapi berbagai metode verifikasi, seperti kata sandi, face recognition, dan PIN untuk mendukung keamanan operasional para pelaku usaha.

Penguatan keamanan pada berbagai platform digital tersebut didukung oleh kapabilitas pengawasan siber yang beroperasi secara berkelanjutan. Melalui Security Operation Center (SOC) yang beroperasi 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu, Bank Mandiri memantau keamanan sistem teknologi informasi. Mereka juga mendeteksi potensi ancaman siber secara real time. Perseroan juga terus memperkuat pengelolaan akses pengguna serta asesmen keamanan terhadap mitra dan pihak ketiga.

Selain memperkuat aspek teknologi, Bank Mandiri secara konsisten membangun budaya keamanan informasi. Caranya dengan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan. Mereka juga memastikan implementasi kebijakan keamanan informasi berjalan selaras dengan kebutuhan bisnis dan regulasi yang berlaku.

Komitmen tersebut didukung oleh berbagai sertifikasi internasional. Sertifikasi ini mencakup pengelolaan keamanan informasi, operasional teknologi informasi, layanan berbasis cloud, hingga pengelolaan Security Operation Center. Perseroan juga telah memiliki laboratorium forensik digital yang memperoleh akreditasi internasional. Ini digunakan untuk mendukung penguatan investigasi dan respons terhadap insiden keamanan siber.

Di sisi tata kelola perusahaan, Bank Mandiri terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG). Caranya melalui pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, penguatan fungsi pengendalian internal, penerapan kebijakan perlindungan data, serta pengelolaan Whistleblowing System yang dilakukan secara independen. Konsistensi tersebut turut tercermin pada capaian skor Corporate Governance Perception Index (CGPI) Bank Mandiri yang mencapai 95,30. Skor ini menempatkan perseroan pada kelompok perusahaan dengan persepsi tata kelola terbaik di Indonesia.

Penguatan tata kelola tersebut juga dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan regulator. Termasuk prinsip tata kelola yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta ketentuan Bank Indonesia yang relevan dengan penyelenggaraan layanan dan pengelolaan risiko perbankan. Dengan kepatuhan terhadap kerangka regulasi tersebut, Bank Mandiri memastikan setiap proses bisnis dan layanan digital dijalankan secara akuntabel, transparan, serta mendukung perlindungan kepentingan nasabah dan pemangku kepentingan.

"Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi antara tata kelola, inovasi, dan manajemen risiko untuk menghadirkan layanan perbankan yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh nasabah serta pemangku kepentingan," pungkas Adhika.

Bank Mandiri tidak hanya mengandalkan teknologi. Mereka juga membangun budaya keamanan informasi di seluruh organisasi. Ini dilakukan dengan meningkatkan kesadaran semua pihak yang terlibat. Mereka juga memastikan kebijakan keamanan informasi berjalan sesuai dengan kebutuhan bisnis dan aturan yang berlaku. Semua ini didukung oleh sertifikasi internasional dan laboratorium forensik digital yang terakreditasi. Dengan demikian, Bank Mandiri berusaha menjaga kepercayaan nasabah melalui layanan yang aman dan andal.

keamanan sibertata kelolalayanan digitalperlindungan berlapisBank Mandirimanajemen risikosertifikasi internasional

Komentar

Memuat komentar...