Bau Badan Tetap Muncul, Ini Penyebab dan Solusinya

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bau Badan Tetap Muncul, Ini Penyebab dan Solusinya

Gambar atau konten salah?

Setiap orang pasti pernah mengalami situasi di mana, meski sudah mandi, memakai deodoran, dan menjaga kebersihan tubuh, bau badan tetap muncul. Fenomena ini tidak jarang terjadi dan tidak selalu menandakan bahwa produk deodoran yang dipakai tidak efektif.

Menurut Danielle Raynor, pendiri brand perawatan tubuh Lavanila, perubahan komposisi bakteri di kulit dapat memengaruhi aroma tubuh seseorang. Dr. Zenovia menambahkan bahwa ketika kondisi bakteri kulit berubah, bau badan juga dapat berubah, sehingga deodoran yang sebelumnya bekerja baik mungkin tidak lagi memberikan hasil yang sama.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat membuat bau badan tetap muncul meski sudah mandi dan memakai deodoran:

1. Menggunakan deodoran saat ketiak belum kering

Seringkali orang langsung mengoleskan deodoran setelah mandi. Namun, jika ketiak masih lembap, produk deodoran akan sulit menempel pada kulit. Lapisan air di permukaan kulit membuat deodoran lebih mudah luntur, sehingga perlindungannya tidak maksimal. Pastikan area ketiak benar-benar kering sebelum memakai deodoran.

2. Cara pengaplikasian kurang optimal

Selain memilih produk yang tepat, cara penggunaan juga memengaruhi hasilnya. CEO Free Brands, Ira Kaganovsky Green, menyarankan agar deodoran dioleskan sekitar tiga hingga empat kali pada area ketiak. Setelah itu, gerakkan lengan beberapa kali agar produk tersebar merata dan menyesuaikan dengan suhu tubuh. Penggunaan yang berlebihan justru dapat membuat deodoran menempel pada pakaian dan tidak bekerja maksimal di kulit.

3. Terlalu lama menggunakan produk yang sama

Jika deodoran yang biasa dipakai tiba-tiba terasa kurang efektif, kemungkinan penyebabnya bukan karena kualitas produk menurun, melainkan karena tubuh mengalami perubahan. Seiring waktu, tubuh dapat mengalami perubahan yang memengaruhi respons terhadap produk tertentu. Oleh karena itu, sesekali mencoba jenis deodoran lain, seperti spray, roll‑on, atau stick, dapat menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan.

4. Stres memengaruhi aroma tubuh

Tekanan mental serta stres dapat berdampak pada bau badan. Saat stres, tubuh cenderung menghasilkan lebih banyak keringat, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab bau untuk berkembang biak. Akibatnya, aroma tubuh bisa menjadi lebih kuat, terutama saat sedang cemas atau berada di bawah tekanan.

5. Pola makan berubah

Makanan yang dikonsumsi turut memengaruhi aroma tubuh. Perubahan pola makan dapat mengubah keseimbangan mikrobioma kulit, yaitu kumpulan bakteri yang hidup di permukaan kulit. Ketika keseimbangan tersebut berubah, aroma tubuh pun dapat berubah. Dalam kondisi tertentu, mengganti jenis deodoran dapat membantu menyesuaikan perlindungan dengan kebutuhan tubuh saat ini.

Secara umum, keringat berfungsi membantu tubuh menjaga suhu tetap stabil. Bau badan muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri di kulit. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kulit, menggunakan deodoran dengan cara yang tepat, dan memperhatikan faktor-faktor lain seperti stres dan pola makan dapat membantu mengurangi bau badan.

Dengan memahami faktor-faktor tersebut, Anda dapat menyesuaikan rutinitas perawatan diri agar tetap segar dan nyaman sepanjang hari.

bau badandeodoranbakteri kulitstrespola makankeringatkebersihan kulit

Komentar

Memuat komentar...