BCA Digital Luncurkan Buku Rekor MURI dari 50 Karya Jurnalis
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Sebuah buku antologi berjudul 'Dear Money, We Need to Talk' resmi diluncurkan oleh PT Bank Digital BCA (BCA Digital). Peluncuran ini menjadi puncak dari penganugerahan bluPressAwards 2026 dan langsung mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Rekor yang diraih adalah 'Buku Literasi Keuangan Karya Jurnalis Terbanyak'.
Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan biasa. Di dalamnya terkumpul 50 artikel jurnalistik pilihan yang telah melalui kurasi ketat bersama para ahli keuangan. Artikel-artikel tersebut diseleksi dari total 118 karya yang dikirimkan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia. Penerbitan buku ini sengaja dilakukan bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan (BIK).
Inisiatif ini lahir dari program bluAcademy milik BCA Digital. Tujuannya jelas: menjembatani kesenjangan yang cukup lebar antara indeks inklusi keuangan nasional yang mencapai 93,61% dengan tingkat literasi keuangan yang hanya 69,57%. Artinya, banyak masyarakat yang sudah menggunakan produk perbankan, tetapi pemahaman mereka tentang pengelolaan keuangan masih tertinggal jauh.
Lewat pendekatan yang dekat dengan keseharian generasi muda, buku ini diharapkan bisa membantu masyarakat. Bukan hanya sekadar tahu cara memanfaatkan produk bank, tetapi juga semakin cerdas dalam mengelola risiko keuangan yang menyertainya.
Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati, menegaskan bahwa relasi seseorang dengan uang itu lebih dalam dari sekadar jumlah materi yang dimiliki. Menurutnya, yang lebih penting adalah arah dan pilihan yang diambil seseorang dalam menyikapi uangnya. Setiap orang memiliki perjalanan finansial yang berbeda-beda, dan tidak ada satu pun formula yang bisa berlaku untuk semua orang.
"Lewat buku ini, BCA Digital ingin menunjukkan bahwa mengelola keuangan bukan sekadar tentang angka, melainkan bagaimana kita mengambil keputusan yang lebih baik. Kami sangat mengapresiasi rekan jurnalis yang telah menghadirkan cerita pengalaman nyata ini agar edukasi finansial terasa lebih dekat dengan masyarakat," ujar Lanny Budiati di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta, Selasa (13 Oktober 2026).
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa buku antologi ini merangkum realita finansial yang dihadapi Gen Z dan Milenial secara jujur. Berbagai topik hangat dibahas di dalamnya, mulai dari perjuangan memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving yang sedang tren, hingga cara pasangan mengatur keuangan bersama sebelum menikah. Ada juga pembahasan tentang pengelolaan dana darurat dan tips menyiasati pengeluaran harian tanpa harus kehilangan momen menikmati masa muda.
Karena seluruh cerita bersumber dari pengalaman nyata, buku ini terasa dekat dan relevan bagi pembaca milenial dan Gen Z. Harapannya, para pembaca bisa merasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam mencapai tujuan finansial. Semua narasi dalam buku ini sejalan dengan pendekatan bluAcademy yang menekankan pertumbuhan finansial secara bertahap dan membumi.
Sementara itu, Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menyoroti kekuatan cerita jurnalistik dalam menyampaikan pesan keuangan. Ia menilai teori-teori keuangan yang tertulis di atas kertas sering terasa kaku dan sulit dipahami. Namun, cerita nyata yang dihadirkan media terasa jauh lebih dekat dan mampu membuka kesadaran pembaca.
"Teori keuangan di atas kertas sering kali terasa kaku, tetapi cerita nyata di media terasa jauh lebih familiar dan menggugah kesadaran. Rekor MURI ini menjadi stempel validasi resmi bahwa karya jurnalistik rekan-rekan media memiliki dampak abadi dalam menemani masyarakat belajar mengelola uangnya," ungkap Duardi Prihandiko, Head of Brand & Communication BCA Digital.
Isi buku ini sendiri cukup beragam dan menyentuh realitas yang dihadapi banyak anak muda. Ada kisah tentang perjuangan memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving yang sedang populer, cara mengatur keuangan pasangan sebelum menikah, pengelolaan dana darurat, sampai tips menyiasati pengeluaran harian tanpa harus mengorbankan kesenangan di masa muda. Semua cerita ditulis berdasarkan pengalaman nyata, sehingga terasa dekat dan relevan bagi pembaca milenial dan Gen Z.
Harapan dari penerbitan buku ini adalah para pembaca merasa tidak sendirian dalam perjalanan mereka mencapai tujuan finansial. Narasi yang dihadirkan sejalan dengan pendekatan bluAcademy yang menekankan pertumbuhan finansial secara bertahap dan membumi.
Sementara itu, Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menyebut bahwa cerita jurnalistik punya kekuatan besar. Menurutnya, teori keuangan yang tertulis di atas kertas sering terasa kaku dan sulit dicerna. Namun, cerita nyata yang dimuat di media terasa jauh lebih dekat dan mampu menggugah kesadaran pembaca.
"Rekor MURI ini menjadi stempel validasi resmi bahwa karya jurnalistik rekan-rekan media memiliki dampak abadi dalam menemani masyarakat belajar mengelola uangnya," ungkap Duardi.
Perlu diketahui, buku 'Dear Money, We Need to Talk' tidak dijual untuk umum. Fungsinya murni sebagai materi edukasi publik dan bagian dari ekosistem bluAcademy. Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap literasi nasional, sejumlah eksemplar buku diserahkan secara resmi untuk menjadi koleksi Perpustakaan Habibie & Ainun. Selain itu, buku juga akan didistribusikan ke berbagai sarana edukasi di seluruh Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin membaca, versi soft-copy atau e-book tersedia secara gratis. Buku ini bisa diunduh melalui website resmi BCA Digital.
Buku antologi ini mengangkat realita finansial yang dihadapi Gen Z dan Milenial secara jujur. Beberapa topik yang dibahas antara lain perjuangan memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving, pengaturan keuangan pasangan sebelum menikah, pengelolaan dana darurat, sampai cara menyiasati pengeluaran harian tanpa harus mengorbankan kesenangan di usia muda. Karena semua cerita berdasarkan pengalaman nyata, buku ini terasa relevan dan mudah dicerna oleh pembaca muda.
Harapannya, para pembaca bisa merasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam mencapai tujuan finansial. Narasi yang dihadirkan sejalan dengan pendekatan bluAcademy yang menekankan pertumbuhan finansial secara bertahap dan membumi.
Sementara itu, Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menyebut bahwa cerita jurnalistik punya kekuatan besar. Menurutnya, cerita mampu mengubah teori yang terkesan kaku menjadi percakapan yang lebih manusiawi dan mudah dicerna.
"Teori keuangan di atas kertas sering kali terasa kaku, tetapi cerita nyata di media terasa jauh lebih familiar dan menggugah kesadaran. Rekor MURI ini menjadi stempel validasi resmi bahwa karya jurnalistik rekan-rekan media memiliki dampak abadi dalam menemani masyarakat belajar mengelola uangnya," ungkap Duardi.
Buku ini sengaja tidak dijual untuk umum. Fungsinya murni sebagai materi edukasi publik dan bagian dari ekosistem bluAcademy. Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap literasi nasional, sejumlah eksemplar buku diserahkan secara resmi untuk menjadi koleksi Perpustakaan Habibie & Ainun. Selain itu, buku juga akan didistribusikan ke berbagai sarana edukasi di seluruh Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin membaca, versi digital atau e-book tersedia dan bisa diunduh secara gratis melalui website resmi BCA Digital. Dengan begitu, jangkauan edukasi keuangan ini bisa lebih luas dan mudah diakses siapa saja.
Buku antologi ini mengangkat realita finansial yang dihadapi Gen Z dan Milenial secara jujur. Beberapa topik yang dibahas antara lain perjuangan memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving, pengaturan keuangan pasangan sebelum menikah, pengelolaan dana darurat, hingga cara mengatur pengeluaran harian tanpa harus mengorbankan kesenangan di masa muda. Karena semua cerita berasal dari pengalaman nyata, buku ini terasa relevan dan mudah dicerna oleh pembaca muda.
Harapan besar dari penerbitan buku ini adalah agar para pembaca merasa tidak sendirian dalam perjalanan finansial mereka. Narasi yang dihadirkan sejalan dengan pendekatan bluAcademy yang menekankan pertumbuhan finansial secara bertahap dan membumi.
Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menambahkan bahwa cerita jurnalistik punya kekuatan untuk mengubah teori yang terasa kaku menjadi percakapan yang lebih manusiawi. "Teori keuangan di atas kertas sering kali terasa kaku, tetapi cerita nyata di media terasa jauh lebih familiar dan menggugah kesadaran. Rekor MURI ini menjadi stempel validasi resmi bahwa karya jurnalistik rekan-rekan media memiliki dampak abadi dalam menemani masyarakat belajar mengelola uangnya," ungkapnya.
Buku 'Dear Money, We Need to Talk' tidak dijual untuk umum. Fungsinya adalah sebagai materi edukasi publik dan bagian dari ekosistem bluAcademy. Sebagai bentuk kontribusi terhadap literasi nasional, sejumlah eksemplar buku diserahkan secara resmi untuk menjadi koleksi Perpustakaan Habibie & Ainun. Buku ini juga akan didistribusikan ke berbagai sarana edukasi di seluruh Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin membaca, versi digital atau e-book tersedia secara gratis. Publik bisa mengunduhnya melalui website resmi BCA Digital.
Buku ini merangkum realita finansial yang dihadapi Gen Z dan Milenial secara jujur. Ada cerita tentang perjuangan memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving, pengaturan keuangan pasangan sebelum menikah, pengelolaan dana darurat, sampai cara menyiasati pengeluaran harian tanpa harus mengorbankan kesenangan di masa muda. Karena semua cerita berdasarkan pengalaman nyata, buku ini terasa dekat dan relevan bagi pembaca muda.
Harapannya, para pembaca bisa merasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam mencapai tujuan finansial. Narasi yang dihadirkan sejalan dengan pendekatan bluAcademy yang menekankan pertumbuhan finansial secara bertahap dan membumi.
Sementara itu, Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menyebut bahwa cerita jurnalistik punya kekuatan besar. Teori keuangan yang kaku bisa berubah menjadi percakapan yang lebih manusiawi melalui narasi nyata.
"Teori keuangan di atas kertas sering kali terasa kaku, tetapi cerita nyata di media terasa jauh lebih familiar dan menggugah kesadaran. Rekor MURI ini menjadi stempel validasi resmi bahwa karya jurnalistik rekan-rekan media memiliki dampak abadi dalam menemani masyarakat belajar mengelola uangnya," ungkap Duardi.
Buku ini sengaja tidak dijual secara komersial. Fungsinya adalah sebagai materi edukasi publik dan bagian dari ekosistem bluAcademy. Sebagai bentuk kontribusi terhadap literasi nasional, sejumlah eksemplar buku diserahkan secara resmi untuk menjadi koleksi Perpustakaan Habibie & Ainun. Selain itu, buku juga akan didistribusikan ke berbagai sarana edukasi di seluruh Indonesia. Masyarakat yang berminat bisa mengunduh versi e-book secara gratis melalui website resmi BCA Digital.
Lanny Budiati menambahkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan finansial yang berbeda. Tidak ada satu formula pun yang bisa berlaku untuk semua orang. "Lewat buku ini, BCA Digital ingin menunjukkan bahwa mengelola keuangan bukan sekadar tentang angka, melainkan bagaimana kita mengambil keputusan yang lebih baik. Kami sangat mengapresiasi rekan jurnalis yang telah menghadirkan cerita pengalaman nyata ini agar edukasi finansial terasa lebih dekat dengan masyarakat," ujarnya di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta, Selasa (13 Oktober 2026).
Isi buku ini mengangkat realita finansial yang jujur dari generasi Gen Z dan Milenial. Beberapa topik yang diulas antara lain perjuangan memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving, pengaturan keuangan pasangan sebelum menikah, pengelolaan dana darurat, hingga cara menyiasati pengeluaran harian tanpa harus kehilangan momen menikmati masa muda. Karena semua cerita berdasarkan pengalaman nyata, buku ini terasa dekat dan relevan bagi pembaca milenial dan Gen Z.
Harapannya, para pembaca akan merasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam mencapai tujuan finansial. Seluruh narasi dalam buku ini sejalan dengan pendekatan bluAcademy yang menekankan pertumbuhan finansial secara bertahap dan membumi.
Sementara itu, Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menyampaikan bahwa cerita jurnalistik punya kekuatan besar untuk mengubah teori yang kaku menjadi pembicaraan yang lebih manusiawi. Menurutnya, teori keuangan di atas kertas sering terasa sulit dipahami, tetapi cerita nyata yang muncul di media terasa jauh lebih dekat dan mampu menggugah kesadaran banyak orang. Ia menambahkan bahwa rekor MURI ini menjadi pengakuan resmi bahwa karya jurnalistik para media memiliki dampak yang bertahan lama dalam mendampingi masyarakat belajar mengelola uang.
Buku 'Dear Money, We Need to Talk' tidak dijual untuk umum. Fungsinya adalah sebagai materi edukasi publik dan bagian dari ekosistem bluAcademy. Sebagai bentuk kontribusi terhadap literasi nasional, sejumlah eksemplar buku diserahkan secara resmi untuk menjadi koleksi Perpustakaan Habibie & Ainun. Selain itu, buku juga akan didistribusikan ke berbagai sarana edukasi di seluruh Indonesia. Masyarakat yang berminat bisa mengunduh versi e-book secara gratis melalui situs resmi BCA Digital.
Buku antologi ini mengangkat realita finansial yang dekat dengan keseharian Gen Z dan Milenial. Beberapa topik yang dibahas antara lain perjuangan memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving, pengaturan keuangan pasangan sebelum menikah, pengelolaan dana darurat, hingga cara mengatur pengeluaran harian tanpa kehilangan momen menikmati masa muda. Karena semua cerita berdasarkan pengalaman nyata, buku ini terasa relevan dan mudah dipahami oleh pembaca muda.
Harapan dari penerbitan buku ini sederhana: para pembaca menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan mencapai tujuan finansial. Seluruh narasi dalam buku ini sejalan dengan pendekatan bluAcademy yang menekankan pertumbuhan finansial secara bertahap dan membumi.
Sementara itu, Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menilai bahwa cerita jurnalistik punya kekuatan besar untuk mengubah teori yang kaku menjadi pembicaraan yang lebih manusiawi. Teori keuangan di atas kertas memang sering terasa dingin dan sulit dipahami. Namun, cerita nyata yang hadir di media terasa lebih dekat dan mampu menggugah kesadaran pembaca.
"Rekor MURI ini menjadi stempel validasi resmi bahwa karya jurnalistik rekan-rekan media memiliki dampak abadi dalam menemani masyarakat belajar mengelola uangnya," ungkap Duardi.
Perlu diketahui, buku 'Dear Money, We Need to Talk' tidak dijual secara komersial. Fungsinya adalah sebagai materi edukasi publik dan bagian dari ekosistem bluAcademy. Sebagai bentuk kontribusi terhadap literasi nasional, sejumlah eksemplar buku ini telah diserahkan secara resmi untuk menjadi koleksi Perpustakaan Habibie & Ainun. Selain itu, buku juga akan didistribusikan ke berbagai sarana edukasi di seluruh Indonesia. Masyarakat yang ingin membaca juga bisa mengunduh versi e-book secara gratis melalui situs resmi BCA Digital.
Buku antologi ini mengangkat realita finansial yang dekat dengan keseharian Gen Z dan Milenial. Beberapa topik yang diulas antara lain perjuangan memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving, pengaturan keuangan pasangan sebelum menikah, pengelolaan dana darurat, hingga cara mengatur pengeluaran harian tanpa kehilangan kesempatan menikmati masa muda. Karena semua cerita berdasarkan pengalaman nyata, buku ini terasa relevan dan mudah dipahami oleh pembaca muda.
Harapan dari penerbitan buku ini sederhana: para pembaca menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan mencapai tujuan finansial. Narasi yang dihadirkan sejalan dengan pendekatan bluAcademy yang menekankan pertumbuhan finansial secara bertahap dan membumi.
Sementara itu, Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menilai kekuatan cerita jurnalistik terletak pada kemampuannya mengubah teori yang kaku menjadi percakapan yang terasa manusiawi. Teori keuangan di atas kertas sering terasa dingin dan sulit dipahami, tetapi cerita nyata yang dimuat di media terasa lebih dekat dan mampu membangkitkan kesadaran pembaca. Rekor MURI yang diraih menjadi pengakuan resmi bahwa karya jurnalistik para media memiliki dampak yang bertahan lama dalam menemani masyarakat belajar mengelola uang.
Perlu diketahui, buku 'Dear Money, We Need to Talk' tidak dijual untuk umum. Fungsinya adalah sebagai materi edukasi publik dan bagian dari ekosistem bluAcademy. Sebagai bentuk kontribusi terhadap literasi nasional, sejumlah eksemplar buku ini telah diserahkan secara resmi untuk menjadi koleksi Perpustakaan Habibie & Ainun. Buku ini juga akan didistribusikan ke berbagai sarana edukasi di seluruh Indonesia. Masyarakat yang ingin membaca juga bisa mengunduh versi e-book secara gratis melalui website resmi BCA Digital.
Buku antologi ini merangkum realita finansial yang dihadapi Gen Z dan Milenial secara jujur. Beberapa topik yang diangkat antara lain perjuangan memutus rantai sandwich generation, strategi soft saving, pengelolaan dana darurat, hingga cara menyiasati pengeluaran harian tanpa kehilangan momen menikmati masa muda. Ada juga bahasan tentang couple budgeting untuk pasangan yang hendak menikah. Karena semua cerita berdasarkan pengalaman nyata, buku ini terasa relevan dan mudah dicerna oleh pembaca muda.
Harapannya, para pembaca bisa merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan mencapai tujuan finansial. Narasi yang dihadirkan sejalan dengan pendekatan bluAcademy yang menekankan pertumbuhan finansial secara bertahap dan membumi.
Sementara itu, Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menyebut bahwa cerita jurnalistik punya kekuatan besar untuk mengubah teori yang kaku menjadi percakapan yang lebih manusiawi. "Teori keuangan di atas kertas sering kali terasa kaku, tetapi cerita nyata di media terasa jauh lebih familiar dan menggugah kesadaran. Rekor MURI ini menjadi stempel validasi resmi bahwa karya jurnalistik rekan-rekan media memiliki dampak abadi dalam menemani masyarakat belajar mengelola uangnya," ungkap Duardi.
Buku 'Dear Money, We Need to Talk' tidak dijual untuk umum. Fungsinya adalah sebagai materi edukasi publik dan bagian dari ekosistem bluAcademy. Sebagai bentuk kontribusi terhadap literasi nasional, sejumlah eksemplar buku diserahkan secara resmi untuk menjadi koleksi Perpustakaan Habibie & Ainun. Selain itu, buku juga akan didistribusikan ke berbagai sarana edukasi di seluruh Indonesia.
Masyarakat yang ingin membaca juga bisa mengunduh versi digital atau e-book secara gratis melalui website resmi BCA Digital. Dengan begitu, jangkauan edukasi keuangan ini bisa lebih luas dan menjangkau lebih banyak orang.
Buku ini memang tidak dijual secara komersial. Fungsinya murni sebagai materi edukasi publik dan bagian dari ekosistem bluAcademy. Dari cerita-cerita nyata yang dihadirkan para jurnalis, pembaca diajak melihat bahwa perjalanan finansial setiap orang berbeda-beda. Tidak ada satu rumus pun yang bisa diterapkan untuk semua orang. Yang ada hanyalah keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari, dan buku ini mencoba menemani pembacanya melewati proses itu dengan cara yang lebih manusiawi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Terjun Bebas, Jauhi Level 6.000 di Awal Perdagangan
Dolar AS Menguat ke Rp 17.948 Pagi Ini
BUMI Angkat Bicara Soal Rumor Beli Tambang Kideco
IHSG Ditutup Melemah ke 5.925, Tekanan Jual Masih Mendominasi
BTPN Syariah Siap Buyback Saham Rp1 Triliun
Arsjad: Pertumbuhan Ekonomi Tak Cukup, Rakyat Harus Rasakan Manfaatnya
Berita Terbaru
Pertamina Percepat Pemulihan Pasokan BBM di Bali, Kirim 24 Jam
Menkeu Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi
PLN Dukung Kopdes Merah Putih Jadi Titik Bayar Listrik
Pelatihan Brevet Pajak AB Siap Bekali Praktik Perpajakan
IHSG Terjun Bebas, Jauhi Level 6.000 di Awal Perdagangan
Dolar AS Menguat ke Rp 17.948 Pagi Ini
