BEI Luncurkan Pasar Modal Empat Bulan, Transparansi
Gambar atau konten salah?
Jeffrey Hendrik, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), mengumumkan rencana reformasi pasar modal pada pertemuan dengan Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR, di Gedung DPR, Jakarta, pada 18 Juni 2026.
Di sela‑sela diskusi, Jeffrey menegaskan bahwa agenda reformasi telah berjalan selama empat bulan terakhir. Ia menambahkan, "Tentu akan melanjutkan reformasi pasar modal yang sudah kita lakukan empat bulan terakhir ini dan kemudian juga komitmen kami untuk terus meningkatkan transparansi dan integritas serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia," ujar beliau dalam keterangan pers.
Ia menekankan pentingnya menjaga kinerja pasar modal, baik dari sisi penawaran maupun permintaan. Melalui langkah‑langkah tersebut, Jeffrey yakin pasar modal Indonesia dapat bersaing dengan bursa-bursa saham di dunia. Ia berkata, "Ke depannya potensi Bursa Efek Indonesia untuk menjadi bursa kelas dunia yang setara dengan bursa-bursa besar di dunia akan dapat kita wujudkan segera," tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Jeffrey didampingi oleh jajaran direksi BEI periode 2026‑2030 yang terpilih. Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga hadir. Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK, menjelaskan bahwa proses pemilihan direksi BEI dilakukan melalui fit and proper test terhadap empat paket calon direksi, total 28 orang. Dari proses tersebut, OJK memutuskan tujuh orang terpilih sebagai direksi baru BEI.
Friderica menegaskan bahwa jajaran pengurus BEI baru diharapkan dapat berkomitmen mengembangkan pasar modal Indonesia. Ia mengajak para direksi terpilih untuk menekankan tata kelola perusahaan yang baik dan melanjutkan reformasi pasar modal. Ia menyatakan, "Karena semua akan melihat bagaimana keberlanjutan dari reformasi integritas yang kita lakukan untuk terus bagaimana Bursa Efek Indonesia ini bisa melaksanakan tugasnya dan juga bagaimana pasar modal Indonesia bisa menjadi rumah yang baik untuk seluruh, baik itu untuk investor, untuk emiten, kemudian perusahaan efek dan semuanya, sehingga kita kedepankan integritas tata kelola dan juga kita akan terus melakukan perbaikan‑perbaikan," jelasnya.
Dengan dukungan OJK dan komitmen dari jajaran direksi baru, BEI berupaya memperkuat posisi pasar modal Indonesia di kancah global. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperluas partisipasi emiten, sehingga pasar modal Indonesia menjadi lebih transparan dan teratur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
