BEI Tambah 1 Emiten ke Daftar Saham Konsentrasi Tinggi

Bima J. · 4 min baca · 11 jam lalu · 43 dibaca
Bisik.id
BEI Tambah 1 Emiten ke Daftar Saham Konsentrasi Tinggi

Gambar atau konten salah?

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja mengumumkan pembaruan daftar saham yang masuk dalam kategori kepemilikan terkonsentrasi tinggi, atau yang dikenal sebagai high shareholding concentration (HSC). Jumlah emiten dalam daftar ini kini bertambah menjadi 83 perusahaan, dari sebelumnya 82 emiten pada Oktober 2026.

Penambahan ini terjadi setelah PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) resmi masuk dalam daftar HSC. Berdasarkan pengumuman yang dirilis BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Jumat, 6 November 2026, sebanyak 99,64% saham MKNT dikuasai oleh sejumlah pemegang saham tertentu. Angka ini menunjukkan konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi.

Data konsentrasi tersebut diperoleh dari hasil penelaahan struktur saham, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat, per 5 November 2026. Namun, BEI menegaskan bahwa masuknya sebuah emiten ke dalam kategori HSC tidak otomatis berarti ada pelanggaran aturan pasar modal. "Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," tulis BEI dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Sabtu, 7 November 2026.

Sebelum MKNT, BEI juga telah memasukkan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) ke dalam daftar HSC pada 20 Oktober 2026. Sebanyak 99,70% saham TFCO tercatat dikuasai secara agregat oleh sejumlah pemegang saham tertentu, berdasarkan struktur kepemilikan per 15 Oktober 2026. Angka ini bahkan sedikit lebih tinggi dari konsentrasi kepemilikan MKNT.

Selain itu, PT MD Entertainment Tbk (FILM) kembali masuk kategori HSC setelah sempat dikeluarkan pada 12 Oktober 2026. Keputusan ini diambil setelah BEI menemukan bahwa penurunan konsentrasi kepemilikan saham FILM terjadi melalui transaksi repurchase agreement (repo). Transaksi semacam ini berpotensi tidak mengubah konsentrasi kepemilikan secara substansial, sehingga BEI memutuskan untuk memasukkan FILM kembali ke dalam daftar.

Berikut adalah daftar lengkap 83 saham yang masuk dalam kategori HSC terbaru:

  1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  3. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  4. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  5. PT Golden Flower Tbk (POLU)
  6. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  7. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  8. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  9. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  10. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  11. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  12. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
  13. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  14. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  15. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  16. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  17. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  18. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  19. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  20. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  21. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  22. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  23. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  24. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  25. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  26. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  27. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
  28. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  29. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  30. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  31. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  32. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  33. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  34. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  35. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  36. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  37. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  38. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  39. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
  40. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  41. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  42. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  43. PT Siantar Top Tbk (STTP)
  44. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  45. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  46. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  47. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  48. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  49. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  50. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  51. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
  52. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
  53. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
  54. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
  55. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
  56. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
  57. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
  58. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  59. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
  60. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
  61. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
  62. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
  63. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
  64. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
  65. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
  66. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
  67. PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS)
  68. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  69. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
  70. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
  71. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
  72. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
  73. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
  74. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
  75. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
  76. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
  77. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
  78. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
  79. PT Temas Tbk (TMAS)
  80. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
  81. PT MD Entertainment Tbk (FILM)
  82. PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO)
  83. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)

Daftar HSC ini mencakup berbagai sektor, mulai dari perbankan, properti, energi, hingga makanan dan minuman. Konsentrasi kepemilikan yang tinggi pada sejumlah emiten ini menjadi perhatian BEI, meskipun belum tentu melanggar aturan. Kasus PT MD Entertainment Tbk (FILM) menunjukkan bahwa BEI secara aktif memantau perubahan struktur kepemilikan, termasuk melalui transaksi seperti repurchase agreement, untuk memastikan tidak ada upaya menghindari kategori HSC.

saham konsentrasi tinggiHSCBEIemitenkepemilikan terkonsentrasipasar modal

Komentar

Memuat komentar...