BEI Targetkan 25 IPO Baru dan Transaksi Rp21 Triliun per Hari di 2027

Endah K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 19 dibaca
Bisik.id
BEI Targetkan 25 IPO Baru dan Transaksi Rp21 Triliun per Hari di 2027

Gambar atau konten salah?

Bursa Efek Indonesia (BEI) punya target ambisius untuk tahun 2027. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 28 Oktober 2026, disetujui asumsi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027. Salah satu target utamanya adalah mencatatkan 25 perusahaan baru melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan sejumlah target lainnya. Rata-rata nilai transaksi harian ditargetkan mencapai Rp 21 triliun. Angka ini naik 16,7% dibandingkan RKAT 2026 yang sebesar Rp 18 triliun. Asumsinya, total transaksi tahunan mencapai Rp 241 triliun.

Total pencatatan efek baru ditargetkan sebanyak 905 efek. Jumlah ini meningkat 13,1% dari target RKAT 2026 revisi yang sebesar 800 efek. Rinciannya, 25 di antaranya adalah pencatatan saham baru, 175 emisi obligasi dan sukuk, serta 705 efek lainnya. Kategori efek lainnya ini mencakup waran terstruktur dan produk investasi kolektif.

"Pencatatan efek baru ditargetkan sebesar 905 efek meningkat 13,1% dibandingkan RKAT 2026 revisi sebesar 800 efek. Target tersebut mencakup 25 pencatatan saham baru 175 emisi obligasi dan sukuk, serta 705 efek lainnya, termasuk waran terstruktur dan produk investasi kolektif," ungkap Jeffrey dalam konferensi pers virtual di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

Selain itu, BEI juga menargetkan rata-rata investor aktif bulanan sebanyak 1,3 juta investor. Angka ini melonjak 44,4% dibandingkan target RKAT 2026 yang sebesar 900 ribu investor. Lonjakan ini menunjukkan optimisme BEI terhadap pertumbuhan partisipasi masyarakat di pasar modal.

Untuk mewujudkan semua target itu, BEI menyiapkan 51 rencana kerja sepanjang 2027. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 596,4 miliar. Dana tersebut dibagi ke dalam dua kelompok utama. Pertama, untuk kegiatan bisnis sebesar Rp 186,8 miliar atau 31,3% dari total anggaran. Kedua, untuk kegiatan enabler sebesar Rp 409,7 miliar atau 68,7%.

BEI juga memiliki pandangan yang lebih jauh. Dalam masterplan jangka panjang periode 2026-2030, BEI bercita-cita masuk ke dalam jajaran 10 bursa efek terbaik di dunia. Target-target spesifiknya pun sangat besar. Kapitalisasi pasar ditargetkan mencapai Rp 30.000 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian ditargetkan Rp 31 triliun. Jumlah perusahaan tercatat ditargetkan 1.100.000, dan jumlah investor pasar modal ditargetkan 35 juta orang.

"Melalui masterplan 2026-2030 Bursa Efek Indonesia telah menetapkan arah strategis jangka panjang untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang maju, inklusif, dan berdaya saing global dengan aspirasi menjadi salah satu dari 10 bursa terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan nilai transaksi," pungkas Jeffrey.

Target-target ini menunjukkan ambisi besar BEI untuk mengembangkan pasar modal Indonesia. Mulai dari peningkatan jumlah perusahaan yang melantai di bursa, peningkatan nilai transaksi harian, hingga penambahan jumlah investor aktif. Semua ini diharapkan dapat mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kompetitif di tingkat global.

IPOTargetBursa EfekTransaksiInvestorAnggaranPasar Modal

Komentar

Memuat komentar...