IHSG Ambruk 1,99%, Tapi 3 Saham Ini Justru Terbang

Teguh A. · 3 min baca · 1 jam lalu · 20 dibaca
Bisik.id
IHSG Ambruk 1,99%, Tapi 3 Saham Ini Justru Terbang

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,99% ke level 5.266,13 pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026. Pasar saham Indonesia berada dalam tekanan.

Beberapa saham justru bergerak positif. UNTR naik 6,00%, ASII menguat 1,54%, dan BOGA mencatat kenaikan 22,88%. Saham-saham ini menjadi penopang indeks di tengah pelemahan.

Tekanan jual datang dari TLKM yang turun 4,89%, AMMN melemah 5,05%, dan BYAN terkoreksi 4,10%. Investor asing juga mencatatkan penjualan bersih. Di pasar reguler, net sell mencapai Rp700,88 miliar. Di seluruh pasar, angkanya Rp668,26 miliar.

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, 10 sektor berakhir melemah. Sektor energi menjadi yang turun paling dalam dengan koreksi 3,33%. Sektor industri menjadi satu-satunya yang menguat, yakni 1,43%.

Pergerakan bursa Amerika Serikat cenderung positif. Dow Jones naik tipis 0,03% ke level 52.377. S&P 500 menguat 0,60% ke 7.722. Nasdaq bertambah 1,18% ke 26.477.

Tekanan jual di pasar saham domestik terjadi setelah rebalancing indeks WisdomTree. Dalam perubahan tersebut, 23 emiten dikeluarkan dari indeks. Di antaranya TLKM, PTBA, PGAS, dan BREN. ETF EIDO tercatat turun 1,71%. Indeks MSCI Indonesia melemah 1,33%.

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

Raharja Energi Cepu membukukan lonjakan laba bersih. Kenaikannya +113,20% year on year menjadi USD 25,09 juta hingga 9 bulan 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersihnya USD 11,77 juta. Total laba periode berjalan juga meningkat 170,90% menjadi USD 32,12 juta.

Kenaikan laba ini belum sepenuhnya berasal dari pertumbuhan pendapatan usaha. Pendapatan RATU hanya tumbuh 7,20% menjadi USD 40,31 juta.

Kontribusi besar datang dari bagian laba entitas asosiasi yang melonjak 345,20% menjadi USD 19,24 juta. Ditambah keuntungan satu kali dari pembelian dengan diskon (bargain purchase) sebesar USD 3,91 juta.

Kinerja ini berkaitan dengan langkah RATU mengakuisisi 20% saham Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), operator Blok Madura. Aksi korporasi ini menambah portofolio participating interest RATU yang sebelumnya mencakup Blok Cepu, Jabung, dan Kasuri.

Ekspansi tersebut membuat skala neraca perseroan meningkat. Total aset RATU naik 212,30% secara tahunan menjadi USD 237,38 juta. Investasi pada entitas asosiasi melonjak +1.626,70% menjadi USD 130,12 juta.

Di sisi lain, pendanaan akuisisi melalui utang membuat beban keuangan meningkat 351,10%. Total liabilitas RATU juga naik 702,50% menjadi USD 155,79 juta.

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL)

ERAL atau Erajaya Active Lifestyle mencatat pertumbuhan kinerja hingga kuartal III-2026. Laba bersih perseroan mencapai Rp193,84 miliar. Naik 55,08% dari Rp124,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan ERAL tumbuh 44,71% menjadi Rp6,21 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh bisnis otomotif yang mencatat kenaikan sangat tinggi.

Pendapatan segmen otomotif melonjak 784% secara tahunan menjadi Rp1,99 triliun. Sebelumnya hanya Rp225,24 miliar. Kontribusinya kini mencapai sekitar 32% dari total penjualan ERAL.

Pertumbuhan ini mengubah komposisi bisnis perseroan. Sebelumnya, penjualan lebih banyak berasal dari segmen aksesoris dan IoT sebesar Rp2,36 triliun serta fashion apparel sebesar Rp1,25 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor ERAL tumbuh 47,54%. Namun, ekspansi ini juga diikuti peningkatan biaya. Beban penjualan dan distribusi naik 61,24%. Beban keuangan meningkat 68,78%.

Kinerja segmen otomotif menjadi faktor yang perlu diperhatikan seiring ERAL memperluas skala bisnisnya. Terutama dari sisi efisiensi biaya dan kemampuan mempertahankan margin.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

BRIS menyiapkan aksi pembelian kembali saham atau buyback. Dananya maksimal Rp500 miliar. Dana tersebut akan berasal dari kas internal perseroan.

Buyback dilakukan tanpa RUPS dalam kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan. Secara proforma, aksi tersebut akan membuat total aset BRIS menjadi Rp464,01 triliun. Turun dari posisi sebelumnya Rp464,51 triliun.

Total ekuitas diproyeksikan menjadi Rp50,54 triliun dari sebelumnya Rp51,04 triliun. Rasio kecukupan modal atau CAR diperkirakan menjadi 20,19%. Sebelumnya 20,41%.

Pelaksanaan buyback dilakukan melalui Bursa Efek dengan menggunakan satu anggota bursa. Periode pelaksanaannya berlangsung mulai 27 Oktober 2026 hingga 26 Januari 2027.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • ERAL - Buy 310-314 | TP 320-326 | SL 294
  • INTP - Buy 5850-5900 | TP 6050-6125 | SL 5500
  • PWON - Buy 288-294 | TP 298-304 | SL 278
  • ASGR - Buy 2430-2450 | TP 2500-2550 | SL 2310
  • ISSP - Buy 460-464 | TP 474-484 | SL 436

Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Pasar saham Indonesia sedang dalam tekanan. IHSG turun hampir 2%. Sepuluh dari sebelas sektor melemah. Sektor energi paling terpukul. Sektor industri menjadi satu-satunya yang tumbuh. Investor asing masih menjual bersih. Rebalancing indeks WisdomTree ikut mendorong tekanan jual. Tiga emiten menonjol hari ini. RATU mencatat lonjakan laba dari akuisisi, bukan dari pendapatan usaha. ERAL tumbuh pesat berkat bisnis otomotif, tapi biaya ikut membengkak. BRIS bersiap buyback Rp500 miliar dari kas internal.

IHSGsahamtekanan jualrebalancingWisdomTreeERALBRIS

Komentar

Memuat komentar...