Rupiah Tertekan, Dolar AS Mendekati Rp 18.200

Arif S. · 1 min baca · 1 jam lalu · 17 dibaca
Bisik.id
Rupiah Tertekan, Dolar AS Mendekati Rp 18.200

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar rupiah kembali tertekan oleh dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026. Mata uang Negeri Paman Sam itu terus merangkak naik mendekati angka Rp 18.200 di awal sesi perdagangan.

Data Bloomberg mencatat, dolar AS menguat sebesar 0,09% dan menyentuh level Rp 18.173 saat perdagangan dibuka. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan level awal yang tercatat di Rp 18.161. Tak butuh waktu lama, dolar terus melesat hingga ke posisi Rp 18.187. Sebagai perbandingan, pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, Selasa 27 Oktober 2026, dolar AS berada di level Rp 18.156.

Sepanjang hari ini, pergerakan dolar AS diperkirakan berada dalam rentang Rp 18.161 hingga Rp 18.189. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, dolar AS sudah menguat 9,03% terhadap rupiah. Angka ini menunjukkan tekanan yang cukup signifikan terhadap nilai tukar mata uang Indonesia.

Pergerakan dolar AS tidak seragam terhadap semua mata uang utama dunia. Terhadap euro (EUR), dolar AS justru tercatat melemah tipis 0,02%. Pelemahan serupa juga terjadi terhadap poundsterling Inggris (GBP) sebesar 0,04%.

Di sisi lain, dolar AS masih perkasa di hadapan sejumlah mata uang lainnya. Terhadap yen Jepang (JPY), dolar menguat 0,01%. Sementara terhadap dolar Australia (AUD), penguatan dolar AS mencapai 0,10%. Dolar Kanada (CAD) dan franc Swiss (CHF) juga tak luput dari tekanan, dengan penguatan masing-masing sebesar 0,08%.

Kondisi ini menggambarkan bagaimana dolar AS masih menjadi kekuatan dominan di pasar valuta asing, meskipun ada sedikit variasi terhadap beberapa mata uang Eropa. Bagi Indonesia, penguatan dolar yang konsisten sepanjang tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas nilai tukar rupiah.

nilai tukar rupiahdolar AStekananmenguatrupiah terdepresiasiperdagangan valuta asingstabilitas

Komentar

Memuat komentar...