Belasan Ribuan Kelelawar Diatap Tasikmalaya, Damkar Evakuasi

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Belasan Ribuan Kelelawar Diatap Tasikmalaya, Damkar Evakuasi

Gambar atau konten salah?

Belasan ribu kelelawar dilaporkan bersarang di atap rumah warga di Tasikmalaya, memaksa Dinas Pemadam Kebakaran turun tangan. Rumah tersebut milik Enung, seorang penduduk Kampung Gentong, Desa Buniasih, Kadipaten, di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Aduh banyak pisan kelelawarnya. Saya minta bantuan Damkar," kata Enung ketika menelpon petugas. Ia menegaskan bahwa rumahnya sudah lama tidak dihuni, sehingga kelelawar mengambil alih atap sebagai sarang.

Rumah kosong dan lembap selama bertahun‑tahun menjadi penyebab utama kelelawar memilih atap sebagai tempat berkoloni. Kelelawar bergelantungan di kayu penopang genting hingga plafon, menutupi seluruh interior rumah.

Petugas UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya langsung merespon. Satu regu dikerahkan, memakan waktu lebih dari dua jam perjalanan ke lokasi. Tim tersebut khusus ditugaskan untuk mengevakuasi kawanan kelelawar yang mengganggu warga.

"Kami menerima laporan dari warga langsung bergerak cepat ke lokasi. Kami bawa alat jaring," ujar Komandan Regu Damkar Kabupaten Tasikmalaya Aam pada 14 April 2026.

Aam menambahkan, awalnya pemilik rumah hanya melaporkan adanya kelelawar yang bersarang di atap. Namun, pemilik tidak merinci bahwa kawanan kelelawar tersebut berjumlah sangat‑sangat banyak. "Kami hanya bawa jaring. Gak tahu kondisi kelelawar ada banyak. Bisa di atas 15 ribu itu. Pokoknya banyak," tambah Aam.

Proses evakuasi belasan ribu kelelawar ini berjalan dramatis dan memakan waktu sekitar empat jam. Awalnya petugas mencoba menggunakan jaring untuk menangkap kelelawar, namun cara tersebut tidak efektif karena jumlahnya yang sangat besar.

Petugas akhirnya mengubah strategi dengan teknik pengasapan. Sebelum melakukan pengasapan, bagian eternit dan sejumlah genteng rumah sengaja dibuka untuk memberi jalur keluar. Asap dari pembakaran di dalam rumah perlahan membuat ribuan kelelawar berhamburan keluar melalui atap yang sudah terbuka.

"Kami akhirnya lakukan pengasapan ya. Kemudian eternit dan sebagian genting dibuka. Kelelawar perlahan keluar," jelas Aam.

Engking, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya, membenarkan bahwa pihaknya turun langsung setelah menerima laporan warga. Ia menyebut mayoritas kelelawar berhasil diusir keluar dari atap rumah. Beberapa di antara kelelawar itu juga berhasil ditangkap petugas saat proses evakuasi berlangsung.

"Alhamdulillah bisa bantu warga dan kami selesaikan tugasnya dengan baik tanpa merusak," kata Engking.

Selama Selasa sore, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada kelelawar yang tersisa di dalam rumah. Kondisi rumah yang kosong dan lembap dalam waktu lama tetap menjadi faktor utama kawanan kelelawar menjadikan atap sebagai tempat berkoloni.

Warga diimbau segera melapor jika menemukan satwa liar bersarang dalam jumlah besar di permukiman. Selain mengganggu, kotoran kelelawar juga berpotensi membawa penyakit.

Kasus ini menyoroti pentingnya pemantauan lingkungan rumah, terutama di daerah yang rawan kelelawar. Upaya evakuasi yang cepat dan terkoordinasi dapat mengurangi potensi gangguan dan risiko kesehatan bagi masyarakat.

kelelawarTasikmalayaDamkarevakuasiatap rumahpenyisirankesehatan masyarakat

Komentar

Memuat komentar...