Banjar Menari Dimulai di Badung, 62 Guru Seni Dipilih
Gambar atau konten salah?
Banjar Menari akan dimulai secara resmi pada akhir Juni 2026 di Kabupaten Badung. Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung telah menyiapkan tenaga pengajar sarjana seni yang akan mengangkat seni tradisi di setiap desa.
"Di akhir Juni ini sudah, sudah mulai bergerak, gitu. Sudah mulai bergerak, turun untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat kita yang ada di masing-masing desa," kata Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana.
Program ini dirancang secara bertahap. Pertama, fokus pada tingkat desa dan kelurahan, yang merupakan titik awal untuk memetakan kekayaan budaya yang tersebar di puluhan wilayah Badung.
"Tapi kami start-nya sekarang mulai dari desa dulu, karena di Badung kan ada 62 desa, kelurahan. Di sini bertujuan untuk mengangkat potensi-potensi yang ada di masing-masing desa dulu terkait dengan seni dan tradisi, termasuk budaya yang ada di masing-masing desa yang ada di Kabupaten Badung," ujar Sukadana.
Proses seleksi tenaga pengajar sudah selesai. Dari 93 pelamar, hanya 62 yang dipilih sesuai jumlah desa. Seleksi menilai keahlian seni, rekam jejak praktis, dan kelengkapan berkas administrasi.
"Sudah, sudah terjaring kemarin ada, ada kalau tidak salah itu ada 93 pelamar, tetapi yang kami butuhkan 62 orang sesuai jumlah desa. Di sana perlu seleksi lagi terkait dengan kemampuan, kompetensi, termasuk administrasi," ucap Sukadana.
Disbud Badung melibatkan lembaga eksternal untuk menjaga objektivitas. Tim penguji terdiri dari perwakilan Listibiya, institusi Katalis, serta tim perumus pemerintah.
"Nah, inilah yang akan nanti tim yang sudah diseleksi ini, ya tenaga yang sudah diseleksi ini, tim seleksinya melibatkan dari Listibiya juga. Ya termasuk juga dari Katalis dan tim perumus juga kita libatkan di dalam tim, tim seleksi untuk Banjar Menari ini," tutur Sukadana.
Para lulusan sarjana seni diharapkan menjadi penggerak bakat kepemudaan daerah. Kehadiran profesional seni diharapkan menghidupkan kembali ekosistem kesenian tradisional setempat.
Seluruh tenaga pengajar yang lolos seleksi diwajibkan mengikuti pembekalan teknis sebelum ditempatkan di desa. Orientasi ini menjelaskan pembagian tugas, jadwal pergerakan, dan target wilayah pembinaan.
Untuk pembiayaan operasional, Dinas Kebudayaan memastikan honorarium para pelatih sudah dialokasikan secara resmi. Anggaran honorarium bersumber penuh dari pos Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dinas tahun berjalan.
"Untuk pelatih, sudah dimasukkan di dalam program kegiatan. Di program kegiatan, artinya untuk honornya itu kan sudah diakomodir di DPA Dinas Kebudayaan," pungkas Sukadana.
Dengan dukungan tenaga pengajar yang terlatih dan dana yang teralokasi, Banjar Menari bertujuan memperkuat identitas budaya Badung. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebanggaan masyarakat terhadap seni tradisi dan mempererat tali silaturahmi antar desa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
