Berdikari Datangkan Kerbau Australia Perdana, Respons Harga Sapi Tinggi

Bambang W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
Berdikari Datangkan Kerbau Australia Perdana, Respons Harga Sapi Tinggi

Gambar atau konten salah?

PT Berdikari (Persero) mencatat sejarah baru dalam operasional bisnisnya. Pada Minggu sore, 11 Oktober 2026, perusahaan pelat merah ini menerima kedatangan perdana kerbau hidup asal Australia. Langkah ini bukan sekadar rutinitas impor—ini adalah respons terhadap lonjakan harga sapi hidup yang selama ini membebani konsumen.

Akhmad Johari, General Manager Ruminansia Business PT Berdikari (Persero), menyebut kedatangan kerbau tersebut sebagai babak baru dalam portofolio bisnis ruminansia perusahaan. Menurutnya, ini sekaligus membuka peluang pengembangan usaha peternakan ke depan.

"Ini kali pertama Berdikari mendatangkan kerbau hidup dari Australia. Ini merupakan portofolio baru sehingga tantangan ke depan Berdikari selain mendatangkan bisa mengembangkan," kata Johari dalam keterangan resminya pada Senin, 12 Oktober 2026.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang peternakan, Berdikari punya tanggung jawab lebih dari sekadar bisnis. Perusahaan ini berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga komoditas daging. Kehadiran pasokan alternatif ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing harga, memperluas pilihan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan secara keseluruhan.

Johari menjelaskan bahwa diversifikasi pasokan kerbau hidup merupakan langkah strategis untuk merespons dinamika harga ternak hidup yang terus berfluktuasi. Dengan menghadirkan sumber protein hewani alternatif, Berdikari memperluas pilihan komoditas dengan mempertimbangkan efisiensi rantai pasok, keekonomian usaha, dan kebutuhan pasar domestik.

"Berdikari sebagai BUMN peternakan mendukung program pemerintah khususnya berkaitan dengan ketahanan pangan sumber protein hewani. Kita tahu harga sapi relatif tinggi," lanjut Johari.

Namun, ada satu poin penting yang ditegaskan Johari: kehadiran water buffalo asal Australia ini bukan untuk menggantikan sapi atau produksi peternak lokal. Tujuannya murni melengkapi pasokan nasional. Tambahan pasokan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasar tanpa mengesampingkan produksi dalam negeri yang menjadi fondasi ketahanan pangan.

"Dengan Berdikari mendatangkan kerbau, diharapkan pemerintah bisa membuat harga sumber protein hewani lebih terjangkau," tutup Johari.

Langkah Berdikari ini menunjukkan bagaimana BUMN peternakan beradaptasi dengan kondisi pasar. Ketika harga sapi hidup melambung tinggi, mencari alternatif lain menjadi pilihan rasional. Kerbau Australia bukan solusi tunggal, tapi setidaknya memberi ruang napas bagi konsumen yang selama ini kesulitan mengakses protein hewani dengan harga wajar. Ke depan, tantangan Berdikari bukan hanya soal mendatangkan pasokan, tapi juga bagaimana mengembangkan usaha ini agar berdampak jangka panjang bagi ketahanan pangan nasional.

kerbau australiaPT Berdikariketahanan panganharga sapiprotein hewanidiversifikasi pasokanternak hidup

Komentar

Memuat komentar...