Zulhas: Nelayan Masuk Kategori Sangat Miskin, Laut RI Rawan Dicuri Asing

Wulan M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Zulhas: Nelayan Masuk Kategori Sangat Miskin, Laut RI Rawan Dicuri Asing

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang masih rendah telah menempatkan para nelayan pada kategori sangat miskin atau desil 1. Kondisi ini, menurutnya, membuka celah bagi kapal-kapal asing untuk mencuri kekayaan laut Indonesia.

Zulhas menyampaikan bahwa pada tahun 2025, NTN baru mencapai angka 103. Ia menegaskan bahwa angka tersebut belum cukup untuk membuat nelayan hidup sejahtera. Bahkan, banyak di antara mereka yang tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya tanpa bantuan tunai dari pemerintah.

"Dia nggak bisa sekolahkan anaknya kalau tidak dibantu bantuan tunai. 103. Berarti nelayan itu masuk kategori desil 1. Artinya ini termasuk sangat miskin," ujar Zulhas dalam sambutannya pada acara Kick Off Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster (Satgas P2BBL) di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Senin (12 Oktober 2026).

Zulhas menjelaskan bahwa lemahnya kondisi ekonomi nelayan berdampak langsung pada ketahanan perairan Indonesia. Ketika nelayan domestik tidak berdaya, laut Indonesia menjadi rentan terhadap eksploitasi kapal-kapal asing yang lebih kuat secara finansial dan teknologi.

"Apa dampaknya kalau nelayan kita miskin? Nelayan kita lemah. Nelayan kita lemah, artinya laut kita yang luas itu akan dikuasai oleh nelayan yang kuat. Siapa nelayan yang kuat? Ya dari Tiongkok, dari Vietnam, dari Thailand, dari Jepang, karena nelayan mereka makmur, kuat, bisa menguasai laut kita," bebernya.

Berdasarkan data KKP, potensi kekayaan laut Indonesia yang dicuri akibat kelemahan pengawasan dan ketidakberdayaan nelayan mencapai hampir Rp 200 triliun per tahun. Kerugian ini pada akhirnya berdampak pada minimnya pendapatan negara.

"Kata Pak Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan) kita dicuri per tahun hampir Rp 200 triliun karena nelayan kita lemah. Jadi dampaknya luas. Akhirnya negara kita pendapatannya kurang, angkatan laut mau beli persenjataan nggak ada duitnya. Jadi berputar dia," jelasnya.

Untuk memutus tingkat kemiskinan tersebut, pemerintah telah menetapkan target peningkatan NTN dari 103 menjadi 120 pada tahun depan. Target ini akan didukung oleh pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

"Pak Menteri Kelautan ditargetkan oleh Bapak Presiden tahun ini dan tahun depan untuk melakukan suatu terobosan besar-besaran agar nilai tukar (NTN) ini bisa meningkat dari 103 minimal tahun depan sudah bisa 120. 120. Ada kampung nelayan dan lain-lain," terangnya.

Rendahnya NTN menjadi indikator bahwa kesejahteraan nelayan masih jauh dari harapan. Padahal, sektor perikanan merupakan salah satu tulang punggung ekonomi maritim Indonesia. Upaya pemerintah untuk menaikkan NTN menjadi 120 melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi langkah konkret yang diharapkan mampu mengubah nasib nelayan. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan dan dukungan semua pihak terkait.

nilai tukar nelayankemiskinan nelayanpencurian kekayaan lautkapal asingkampung nelayan merah putihketahanan perairankementerian kelautan dan perikanan

Komentar

Memuat komentar...