BI Longgarkan GWM, BCA Dapat Keringanan 1%

Arif S. · 2 min baca · 1 jam lalu · 18 dibaca
Bisik.id
BI Longgarkan GWM, BCA Dapat Keringanan 1%

Gambar atau konten salah?

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan aturan Giro Wajib Minimum (GWM). GWM adalah sejumlah dana yang wajib disimpan bank umum di rekening giro Bank Indonesia. Kebijakan ini memangkas kewajiban GWM dari 9% menjadi 7% secara bertahap.

Direktur BCA, Vera Eve Lim, menyampaikan apresiasi atas kebijakan tersebut. Menurutnya, ini adalah bentuk dukungan BI terhadap industri perbankan dalam negeri. Dari pelonggaran ini, BCA mendapatkan keringanan GWM sekitar 1%.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu mendukung pertumbuhan industri perbankan. Pelonggaran GWM 2% juga berdampak kepada BCA, di mana dari perhitungan terakhir kami mendapatkan pelonggaran kira-kira mendekati 1%," ungkap Vera dalam konferensi pers virtual pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Di sisi lain, Vera menegaskan bahwa BCA tidak akan merevisi Rencana Bisnis Bank (RBB) terkait target penyaluran kredit. Hingga September 2026, pertumbuhan kredit BCA tercatat 12,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dengan melihat permintaan kredit hingga periode tersebut, BCA optimistis pertumbuhan kredit tahun ini bisa di atas 10%.

"Perkiraan kami pertumbuhan kredit tahun ini akan melebihi target daripada RBB, yaitu di kisaran 10-12% untuk 2026. Jadi di rencana awal kami adalah 8-10%. Namun mempertimbangkan perkembangan memasuki kuartal ketiga, perkiraan kami terakhir adalah pertumbuhan untuk 2026 bisa mencapai double digit yaitu di kisaran 10-12%," jelasnya.

Vera menambahkan, BCA memperkirakan rasio net interest margin (NIM) dan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) akan tetap terjaga di level yang tidak jauh berbeda dari kuartal III 2026. Saat ini, NPL BCA berada di kisaran 1,8% dan diperkirakan stabil di rentang 1,8-2%.

"Kami memandang NIM dengan pertumbuhan kredit, NIM ini akan terjaga di kisaran yang tidak jauh berbeda dari kuartal ketiga. Dan NPL juga stabil. Hari ini NPL itu ada di kisaran 1,8%," pungkasnya.

Hingga akhir September 2026, BCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 12,6% menjadi Rp 1.063 triliun secara tahunan. Kredit ini disalurkan secara hati-hati ke sektor korporasi, komersial, hingga usaha kecil dan menengah (UKM). Pertumbuhan penyaluran kredit didukung oleh likuiditas yang kuat, terlihat dari kenaikan giro dan tabungan (Current Account Savings Account/CASA) sebesar 10,4% menjadi Rp 1.103 triliun hingga kuartal III-2026. Total dana pihak ketiga (DPK) perseroan juga naik 8% secara tahunan menjadi Rp 1.301 triliun.

Sementara itu, kredit berkelanjutan BCA meningkat 16,3% secara tahunan menjadi Rp 280,3 triliun, atau setara dengan 26,4% dari total portofolio kredit BCA. Alhasil, laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 4,2% secara tahunan menjadi Rp 45,2 triliun hingga kuartal III-2026.

Kebijakan pelonggaran GWM ini memberikan ruang lebih bagi bank untuk mengelola likuiditas. BCA, dengan pertumbuhan kredit yang melampaui target awal, menunjukkan optimisme terhadap prospek bisnis ke depan. Stabilitas NPL dan NIM juga menjadi indikator bahwa bank ini mampu menjaga kualitas portofolio kredit di tengah ekspansi.

pelonggaran GWMBCApertumbuhan kreditlikuiditasNPL

Komentar

Memuat komentar...