Binus Tuan Rumah KTT Pendidikan Asia Pasifik 2026

Cahyo S. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Binus Tuan Rumah KTT Pendidikan Asia Pasifik 2026

Gambar atau konten salah?

Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat, kawasan Asia Pasifik kini menjadi pusat pertumbuhan riset dan inovasi digital yang paling aktif. Menghadapi situasi ini, Binus University meluncurkan inisiatif bernama "AI for Life". Inisiatif ini merupakan hasil pemikiran lintas disiplin ilmu. Tujuannya, agar kecerdasan buatan atau AI tidak hanya dipakai sebagai alat bantu biasa. Lebih dari itu, AI harus diarahkan secara etis untuk memperkuat kualitas hidup, produktivitas, dan kedaulatan bangsa.

Langkah besar ini juga diikuti dengan kabar lain. Binus University ditunjuk menjadi tuan rumah ajang internasional bergengsi, QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026. Acara ini akan menjadi panggung untuk membawa dialog tentang inovasi teknologi dan pendidikan tinggi Indonesia ke tingkat global.

Ketua Dewan Guru Besar Binus University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., mengatakan bahwa momentum ini adalah bentuk kontribusi nyata dari akademisi. "Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar Binus ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya," ujarnya dalam keterangan resmi.

Gagasan AI for Life ini berfokus pada tiga pilar keilmuan yang strategis. Pertama, di bidang Teknologi, Engineering, dan IT yang disebut AI Transformation. Fokusnya adalah menggeser posisi dari sekadar pengguna AI menjadi pencipta nilai ekonomi dan sosial. Hal ini mencakup kesiapan infrastruktur data, perlindungan privasi, etika, dan penyiapan talenta digital.

Kedua, di bidang Bisnis dan Industri Kreatif. AI diposisikan sebagai mitra strategis untuk mempercepat pengembangan ide dan meningkatkan efisiensi daya saing. Namun, sentuhan rasa, kepekaan sosial, dan budaya manusia tetap harus dipertahankan. Ketiga, di bidang Geopolitik, Hukum, dan Kebijakan Nasional. Pilar ini menekankan urgensi kedaulatan data, perlindungan keamanan siber, mitigasi ancaman perang asimetris, dan perlunya regulasi yang responsif. Regulasi ini harus mampu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan kepentingan publik.

Semangat transformasi digital dan kepemimpinan AI ini akan semakin digaungkan pada ajang QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026. Forum global ini mengusung tema "Advancing Education for Purpose and Impact". Acara dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026 hingga 5 November 2026 di Bali International Convention Centre.

Acara besar ini diproyeksikan akan mempertemukan lebih dari 1.000 delegasi dari berbagai negara. Delegasi terdiri dari para pemimpin perguruan tinggi dunia, perwakilan pemerintah, dan pelaku industri teknologi.

President of Binus Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, mengungkapkan rasa bangganya. "Ini bukan hanya sebagai pencapaian bagi Binus, tetapi juga momentum bagi Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang terus berkembang, adaptif, berbasis teknologi, dan siap berkolaborasi secara global," jelasnya.

Pemilihan Binus University sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Kampus ini diakui sebagai universitas swasta nomor satu di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings 2027. Binus dinilai memiliki rekam jejak yang matang dalam menjembatani riset akademik dengan kebutuhan industri masa depan. Hal ini juga diamini oleh E Way Chong, Regional Partnership Director QS. Ia menyebut Binus sebagai mitra ideal untuk menyelenggarakan forum skala internasional ini.

Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menutup penjelasannya dengan optimisme. "Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan tinggi dan teknologi tumbuh melalui dialog terbuka serta jejaring yang kuat. Melalui perayaan 45 tahun ini, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi dunia," tutupnya.

Inisiatif AI for Life dan penyelenggaraan QS Higher Ed Summit menunjukkan bahwa Binus University berupaya memainkan peran aktif dalam perkembangan AI dan pendidikan tinggi. Fokusnya tidak hanya pada teknologi, tetapi juga pada etika, bisnis, dan kebijakan publik. Langkah ini sekaligus menempatkan Indonesia sebagai bagian dari percakapan global tentang masa depan pendidikan dan inovasi.

AI for LifeBinus UniversityQS Higher Ed SummitAsia Pacifickecerdasan buatanpendidikan tinggiinovasi digital

Komentar

Memuat komentar...