Telkomsel Pilih 12 UKM Terbaik di DCE 2026

Yanto K. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Telkomsel Pilih 12 UKM Terbaik di DCE 2026

Gambar atau konten salah?

Telkomsel menjalankan program Digital Creative Entrepreneurs (DCE) dengan menggelar DCE Academy & Summit 2026 di Bandung. Program ini dirancang untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) agar siap berkembang di era digital dan kecerdasan buatan.

Tema yang diangkat adalah "AI-Enabled SMEs Growth: How Locals Go Global". Acara ini mencakup pembelajaran, pendampingan langsung, belanja langsung, studi banding, presentasi ide bisnis, serta sesi inspiratif yang melibatkan para pelaku usaha dan komunitas kreatif.

Melalui inisiatif ini, Telkomsel ingin memperkuat kemampuan, kreativitas, dan daya saing UKM dengan pendekatan pertumbuhan berbasis AI. Tujuannya agar para pelaku usaha bisa menjalankan transformasi digital secara lebih berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, DCE Academy memberikan berbagai materi praktis kepada peserta. Materi tersebut meliputi tren pasar dan pengembangan produk, akses pendanaan, merek dan pemasaran digital, jaringan bisnis, kepemimpinan, hingga pemanfaatan saluran digital seperti belanja langsung.

Abdullah Fahmi, yang menjabat sebagai VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, menyampaikan pernyataan pada Minggu, 05 Juli 2026. "Melalui DCE Academy & Summit 2026, Telkomsel ingin memastikan teknologi, termasuk AI, dapat dipahami dan dimanfaatkan secara relevan oleh pelaku UKM. Bagi kami, inovasi digital bukan hanya tentang teknologi yang semakin maju, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut membantu pelaku usaha mengambil keputusan lebih baik, menjangkau pelanggan lebih luas, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Inilah bagian dari komitmen Telkomsel untuk terus melayani sepenuh hati dan membuka peluang pertumbuhan masa depan yang lebih inklusif," ujarnya dalam keterangan resmi.

Program ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku UKM di berbagai daerah. Data mencatat bahwa lebih dari 2.900 UKM mendaftar untuk mengikuti DCE. Dari jumlah pendaftar tersebut, Telkomsel kemudian menyeleksi 500 UKM terbaik untuk mengikuti sesi pengenalan awal. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 12 UKM terpilih untuk maju ke tahap DCE Academy & Summit 2026.

Proses kurasi yang dilakukan secara bertahap ini bertujuan memastikan bahwa setiap peserta yang lolos memiliki produk yang kompetitif. Mereka juga dinilai siap untuk mengembangkan model bisnis, memperluas akses pasar, serta menciptakan dampak yang lebih berkelanjutan.

12 UKM Terbaik dari Berbagai Wilayah

Rangkaian DCE 2026 mempertemukan 12 UKM terbaik yang terbagi dalam empat kategori. Kategori tersebut adalah Fashion, Food & Beverages, Craft, dan Personal Care. Para finalis berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Sumatera Utara, Papua, DKI Jakarta, dan sejumlah wilayah lainnya.

Setiap finalis menampilkan produk unggulan yang menonjolkan potensi lokal, prinsip keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan inovasi digital. Dalam proses penilaian, para peserta dievaluasi berdasarkan lima aspek utama. Aspek tersebut meliputi keunggulan produk, model bisnis, strategi pemasaran, digitalisasi, serta dampak sosial dan lingkungan.

Pada puncak acara DCE Summit 2026, para finalis mengikuti berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut mencakup sesi presentasi ide bisnis, diskusi inspiratif, bazar UKM, dan sesi jaringan bisnis. Selain itu, ada pula pemberian penghargaan untuk kategori Best Fashion Track, Best F&B Track, Best Craft Track, Best Personal Care Track, serta Best of the Best.

Melalui rangkaian program ini, Telkomsel ingin menunjukkan bahwa aksi tanggung jawab sosial perusahaan dan keberlanjutan dapat diwujudkan melalui langkah nyata. Perusahaan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendampingi para pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta membuka peluang agar produk lokal semakin berdaya saing dan mampu naik kelas.

Dampak Positif bagi UKM

Dian Lestari, yang merupakan Founder RUMA Papua, juga menjadi peraih Best of the Best DCE 2026. Ia mengaku program DCE memberikan banyak manfaat bagi pengembangan usahanya. Menurutnya, pendampingan yang diberikan sejak hari pertama membantu peserta melihat bisnis secara lebih strategis.

"Sejak hari pertama mengikuti DCE, kami mendapatkan pendampingan yang sangat membantu untuk melihat bisnis dengan lebih strategis. Melalui rangkaian program ini, kami belajar bagaimana memperkuat produk, membangun cerita brand, sampai memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pelanggan lebih luas. DCE memberi kami ruang untuk bertumbuh lebih percaya diri," ungkapnya.

Hingga tahun 2026, DCE secara kumulatif telah menarik minat lebih dari 12.800 pendaftar UKM. Program ini juga telah mendampingi lebih dari 1.180 alumni dan mencetak 22 alumni terbaik. Selain itu, DCE telah menghadirkan ratusan sesi webinar dan mentoring bersama ratusan pakar dan mentor, serta menyalurkan dukungan dana hibah senilai miliaran Rupiah.

Dampak pendampingan DCE juga terlihat dari capaian sejumlah alumni. Beberapa alumni berhasil memperluas pasar, meningkatkan omzet dan kapasitas produksi, sekaligus memperkuat model bisnis yang berbasis dampak sosial dan lingkungan.

Ke depannya, Telkomsel akan terus memperkuat DCE sebagai wadah kolaborasi bagi UKM, mentor, pelaku industri, dan ekosistem digital. Harapannya, semakin banyak UKM lokal yang bisa naik kelas, berdaya saing, dan tumbuh secara berkelanjutan dengan dukungan pemanfaatan teknologi digital terkini.

Informasi lebih lengkap tentang program DCE Telkomsel dapat diakses melalui situs web resmi di www.dce.co.id.

Program DCE 2026 juga menampilkan foto para UKM terbaik yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang tersebut.

Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan bagaimana perusahaan telekomunikasi dapat berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah di Indonesia melalui pendekatan berbasis teknologi dan pendampingan berkelanjutan.

UKMDigitalAITelkomselDCEInovasiPemberdayaan

Komentar

Memuat komentar...