BMKG Prediksi Kemarau Jawa Timur Dimulai Awal April 2026

Nita W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 151 dibaca
Bisik.id
BMKG Prediksi Kemarau Jawa Timur Dimulai Awal April 2026

Gambar atau konten salah?

BMKG Juanda memperkirakan musim kemarau di Jawa Timur akan mulai pada awal April 2026, seiring dengan munculnya fenomena El Nino di Samudera Pasifik.

Menurut Taufiq Hermawan, kepala BMKG Juanda, “Skala El Nino Southern Oscillation (ENSO) pertumbuhan atau kondisi suhu muka laut yang ada di Pasifik sana. Jadi memang El Nino‑nya ada di Maret ini,” ujarnya pada 29 Maret 2026.

Walau sudah terdeteksi, Taufiq belum dapat memastikan seberapa kuat El Nino akan berlangsung. Ia menambahkan, “Apakah itu moderat atau kuat atau lemah itu masih nunggu pertengahan tahun ini untuk rilisnya.”

Prediksi lebih lanjut menyebutkan bahwa sebagian wilayah akan memasuki musim kemarau pada dasarian pertama bulan April, namun mayoritas wilayah diperkirakan akan merasakan kondisi tersebut pada bulan Mei 2026. Sekitar 36,5 persen wilayah, atau 27 zona musim, akan mengalami kemarau pada periode tersebut.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi antara Juli hingga September 2026, dengan mayoritas wilayah mengalami puncaknya pada Agustus. Taufiq menegaskan, “Sebagian besar hampir 70 % wilayah di Jawa Timur itu puncak musim kemaraunya ada di bulan Agustus.”

Ia mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak El Nino. “Karena bisa menyebabkan bencana kekeringan ekstrem, kebakaran lahan dan hutan dan lainnya,” jelasnya.

Perkiraan ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan di wilayah Jawa Timur, mengingat El Nino dapat memperburuk kondisi kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran. Dengan informasi yang tersedia, pihak berwenang dapat menyiapkan langkah mitigasi sebelum musim kemarau mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

BMKG JuandaEl NinoMusim kemarauJawa TimurPuncak AgustusRisiko kebakaranKesiapsiagaanDampak kekeringan

Komentar

Memuat komentar...