Polisi Berhentikan Balap Liar Pasuruan, 3 Suspek Ditangkap
Gambar atau konten salah?
Balap liar masih sering terjadi di Kota Pasuruan. Meskipun sering dirasakan, pelaku—biasanya remaja dan pemuda—tidak jera. Aksi ini menabrak jalan protokol, mengganggu warga dan pengendara.
Jalan Wahidin Sudirohusodo menjadi arena utama. Pada 14 Juni 2026 dini hari, polisi berhasil menghalau rencana balap liar. Tiga orang dan tiga motor disita.
Suspeknya adalah ZA (26) dari Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Bugul Kidul; MN (17) dari Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo; dan RM (16) dari Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo. Semua berasal dari Kota Pasuruan.
“Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ketiga pemuda tersebut diketahui berada dalam kondisi terpengaruh minuman keras. Petugas juga menemukan dan mengamankan satu botol minuman keras jenis arak yang diduga telah dikonsumsi sebelum mereka berkumpul di lokasi,” kata Kabag Ops Polres Pasuruan Kota, Kompol Miftaful.
Suspek dan barang bukti dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota. Mereka diproses pendataan dan pembinaan, sementara kendaraan diproses melalui mekanisme tilang sesuai ketentuan.
“Tilang sebagai bentuk penegakan hukum dan upaya memberikan efek jera,” terangnya.
Miftaful menegaskan, “Razia yang dilakukan merupakan respons dari laporan masyarakat. Masyarakat yang menemukan potensi gangguan kamtibmas ia minta segera dalam menjaga situasi kamtibmas melalui pemanfaatan layanan Call Center 110.”
“Kami akan terus merespons cepat setiap laporan masyarakat dan meningkatkan patroli pada jam‑jam rawan,” pungkasnya.
Kasus ini menyoroti betapa pentingnya patroli rutin dan kerja sama warga dalam menjaga keamanan jalan. Dengan tindakan cepat, polisi dapat menahan pelaku dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
