BNI Raup Rp510 Miliar dari Lelang Agunan 2026

Ningsih R. · 3 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
BNI Raup Rp510 Miliar dari Lelang Agunan 2026

Gambar atau konten salah?

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan penjualan agunan senilai Rp510,77 miliar lewat program Gelegar Lelang BNI 2026. Program ini berjalan dari 15 Juni hingga 15 September 2026.

Angka itu disampaikan dalam acara Awarding Gelegar Lelang BNI 2026 yang digelar di Pendopo KPKNL Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026. Acara ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang sudah berlangsung.

Awarding tersebut diberikan sebagai bentuk terima kasih kepada 49 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di berbagai daerah di Indonesia. Mereka mendukung 1.603 pelaksanaan lelang dengan total nilai limit Rp6,72 triliun selama periode program berlangsung.

Mengusung tema 'Apresiasi, Kolaborasi, dan Akselerasi Recovery', acara ini dihadiri oleh Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Syukriah HG, beserta jajarannya.

SEVP Remedial & Recovery BNI, Saridatun, menyampaikan apresiasi kepada DJKN dan seluruh KPKNL atas dukungan mereka dalam pelaksanaan Gelegar Lelang BNI 2026. Menurutnya, sinergi ini menjadi bagian penting dalam mendukung optimalisasi recovery BNI.

"BNI mengapresiasi dukungan DJKN dan seluruh KPKNL dalam pelaksanaan Gelegar Lelang BNI 2026. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin kuat untuk mendukung optimalisasi recovery BNI," ujar Saridatun dalam keterangan tertulis pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Salah satu agenda utama dalam Gelegar Lelang BNI 2026 adalah lelang serentak yang digelar pada 21 Agustus 2026 di 12 KPKNL. Kegiatan ini juga disiarkan secara hybrid dalam rangkaian wondrX 2026 di ICE BSD. Dari total 60 lot aset yang ditawarkan, sebanyak 24 lot berhasil terjual dengan nilai Rp24,2 miliar.

Untuk memperluas akses informasi bagi masyarakat, BNI menghadirkan booth BNI Lelang Agunan di wondrX 2026. Di booth ini, pengunjung bisa mendapatkan informasi tentang aset yang dilelang, mengenal situs lelang agunan BNI, hingga berkonsultasi langsung soal mekanisme lelang.

Rangkaian Gelegar Lelang BNI 2026 juga mencakup kegiatan Kick Off di Grha BNI yang digelar pada 4 Agustus 2026. Momen ini dimanfaatkan BNI bersama DJKN dan KPKNL untuk memperkuat koordinasi sekaligus memperluas pemasaran agunan dan akses informasi lelang kepada masyarakat.

Melalui Gelegar Lelang BNI 2026, BNI terus memperkuat upaya penyelesaian kredit bermasalah dan pengelolaan aset melalui mekanisme lelang. Semua ini didukung oleh sinergi dengan DJKN serta KPKNL.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan aset yang disiplin, peningkatan kualitas portofolio, serta optimalisasi proses recovery. Ini semua dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan bisnis dan memperkuat daya saing perseroan.

Program lelang seperti ini menjadi salah satu cara BNI menangani kredit bermasalah. Dengan melibatkan banyak pihak, mulai dari DJKN hingga KPKNL di berbagai wilayah, proses lelang bisa berjalan lebih luas dan menjangkau lebih banyak calon pembeli. Kehadiran booth di wondrX 2026 juga membantu masyarakat mengenal mekanisme lelang agunan secara langsung.

Selain lelang serentak, rangkaian kegiatan ini juga mencakup Kick Off di Grha BNI pada 4 Agustus 2026. Momen itu dimanfaatkan BNI bersama DJKN dan KPKNL untuk memperkuat koordinasi sekaligus memperluas pemasaran agunan dan akses informasi lelang kepada masyarakat.

Dari total 60 lot aset yang ditawarkan dalam lelang serentak, sebanyak 24 lot berhasil terjual dengan nilai Rp24,2 miliar. Kegiatan ini juga disiarkan secara hybrid dalam rangkaian wondrX 2026 di ICE BSD.

Untuk memperluas akses informasi bagi masyarakat, BNI menghadirkan booth BNI Lelang Agunan di wondrX 2026. Di booth ini, pengunjung bisa mendapatkan informasi tentang aset yang dilelang, mengenal situs lelang agunan BNI, hingga berkonsultasi langsung soal mekanisme lelang.

Rangkaian Gelegar Lelang BNI 2026 juga mencakup kegiatan Kick Off di Grha BNI pada 4 Agustus 2026. Momen ini dimanfaatkan BNI bersama DJKN dan KPKNL untuk memperkuat koordinasi sekaligus memperluas pemasaran agunan dan akses informasi lelang kepada masyarakat.

Melalui program ini, BNI terus memperkuat upaya penyelesaian kredit bermasalah dan pengelolaan aset lewat mekanisme lelang yang didukung sinergi dengan DJKN serta KPKNL.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan aset yang disiplin, peningkatan kualitas portofolio, serta optimalisasi proses recovery. Ini semua dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan bisnis dan memperkuat daya saing perseroan.

Program lelang seperti ini menjadi salah satu cara BNI menangani kredit bermasalah. Dengan melibatkan banyak KPKNL di seluruh Indonesia, jangkauan lelang jadi lebih luas dan masyarakat punya akses lebih besar untuk mendapatkan informasi tentang aset yang dijual. Ke depannya, kolaborasi antara BNI, DJKN, dan KPKNL diharapkan terus berlanjut agar proses recovery aset bisa berjalan lebih optimal.

lelang BNIagunanrecoveryDJKNKPKNLkredit bermasalahaset

Komentar

Memuat komentar...