Boeing 737 Kargo Hilang Kontak di Atas Laut Arab
Gambar atau konten salah?
Sebuah pesawat kargo Boeing 737 yang dioperasikan oleh K2 Airways lenyap dari radar di atas Laut Arab pada Selasa, 07 Juli 2020. Pesawat tersebut tengah dalam perjalanan dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi, Pakistan. Sebelum hilang, awak pesawat sempat melaporkan gangguan pada sistem navigasi.
Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan mengonfirmasi bahwa pesawat kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara (ATC) sekitar pukul 21.21 waktu setempat. Hanya beberapa menit sebelumnya, tepatnya pukul 21.18, kru melaporkan masalah navigasi. Petugas ATC berusaha memberikan panduan, namun tiga menit kemudian radar menunjukkan penurunan ketinggian drastis dan perubahan arah yang tajam. Tak lama sesudah itu, komunikasi putus total.
Pesawat yang membawa lima awak ini diduga mengalami kegagalan teknis parah. Data dari layanan pelacakan penerbangan menunjukkan perubahan ketinggian yang sangat ekstrem. Boeing 737 itu sempat kehilangan ketinggian sekitar 5.000 kaki (1.524 meter) dalam waktu kurang dari satu menit. Kemudian, pesawat naik kembali sekitar 6.000 kaki (1.828 meter) hanya dalam 30 detik. Setelah itu, pesawat menukik dari ketinggian 36.550 kaki (11.140 meter) hingga mencapai sekitar 1.100 kaki (335 meter) di atas permukaan laut. Laju penurunan vertikal mencapai minus 22.400 kaki (6.827 meter) per menit, setara dengan sekitar 400 kilometer per jam. Angka ini disebut sangat ekstrem.
Data pelacakan juga mencatat bahwa pesawat mengalami gangguan pada Global Navigation Satellite System (GNSS) tidak lama setelah lepas landas dari Sharjah. Gangguan ini memengaruhi akurasi pelacakan. Posisi terakhir pesawat sebelum hilang kontak berada sekitar 287 kilometer di barat Karachi, di atas Laut Arab. Kemungkinan besar pesawat jatuh ke laut, dan operasi pencarian dipusatkan di perairan tersebut.
Pemerintah Pakistan mengerahkan sejumlah instansi dalam pencarian, termasuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara. K2 Airways, maskapai kargo swasta yang berbasis di Karachi dan berdiri sejak 2018, memastikan kerja sama penuh dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan. Dalam pernyataan resmi pada Rabu, 08 Juli 2020, maskapai mengungkapkan identitas lima awak yang berada di dalam pesawat. Mereka menyatakan, "Kami terus berdoa dengan sungguh-sungguh demi keselamatan rekan-rekan kami."
Pesawat Boeing 737 yang terlibat dalam insiden ini bukan pesawat baru. Menurut catatan, pesawat diproduksi pada tahun 1999 sebagai pesawat penumpang. Kemudian pada 2012, pesawat itu dikonversi menjadi pesawat kargo. Usianya sekitar 27 tahun pada saat kejadian. Modifikasi semacam ini lazim dilakukan untuk memperpanjang masa pakai pesawat, namun insiden kali ini menyoroti risiko teknis yang mungkin muncul.
Data pelacakan dari Flightradar24 menunjukkan pola penerbangan yang tidak normal. Setelah mengalami penurunan ekstrem, pesawat sempat naik lagi secara tiba-tiba sebelum akhirnya jatuh bebas. Pola ini menandakan kemungkinan kegagalan kontrol atau masalah struktural. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Layanan pelacakan tersebut menyatakan bahwa data yang tersedia mengindikasikan "kemungkinan kecelakaan."
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Fokus utama adalah di Laut Arab, barat daya Karachi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai ditemukannya puing atau korban. Tim penyelamat menghadapi tantangan karena lokasi yang berada di lepas pantai serta kondisi cuaca yang mungkin mempengaruhi pencarian.
Kejadian ini mengingatkan pada sejumlah insiden penerbangan kargo sebelumnya di wilayah tersebut. Pesawat tua yang telah dimodifikasi sering kali memiliki riwayat perawatan yang kompleks. Meskipun K2 Airways menyatakan telah mematuhi prosedur keselamatan, insiden ini pasti akan memicu evaluasi ulang terhadap standar operasional maskapai.
Secara keseluruhan, hilangnya pesawat kargo Boeing 737 ini menyisakan banyak pertanyaan. Gangguan navigasi, penurunan ketinggian ekstrem, dan hilangnya kontak dalam waktu singkat menunjukkan adanya kegagalan sistem yang serius. Tim investigasi masih mengumpulkan data dari radar dan komunikasi ATC untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Masyarakat, terutama keluarga awak, berharap ada kejelasan dari operasi pencarian yang kini berlangsung siang dan malam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Investasi Data Center Batam: Efek Berganda, Bukan Sekadar Lapangan Kerja
Narji Resmi Gabung PSI, Tinggalkan PKS
Hampir Semua Warga Indonesia Bawa Gen Diabetes
Meminjamkan Uang, Wajib atau Anjuran?
PT PP Ditugaskan Perkuat Jembatan Enang-Enang
Video Satpol PP Bireuen Joget Sambil Acungkan Jari Tengah Viral
Berita Terbaru
Boeing 737 Kargo Hilang Kontak di Atas Laut Arab
BMKG: Bandung Raya Cerah Berawan, Suhu 13-28°C
Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan, Suhu 33 Derajat
Rivaldo Puji Messi Usai Argentina Balas Dendam ke Mesir
Jaya Raya Dominasi Hari Kedua Junior Grand Prix 2026
Tarot Harian 9 Juli 2026: The Magician, The Star Terbalik, dan Eight of Pentacles
Primbon Jawa 9 Juli 2026: Weton Kamis Legi, Neptu, dan Ramalan Hari Baik
Numerologi 9 Juli 2026: Energi Angka Universal 8 untuk Wujudkan Ambisi
Feng Shui 9 Juli 2026: Energi Api Kuda, Keberuntungan dan Tips Harian
Ramalan Zodiak Pisces 9 Juli 2026: Firasat dan Keberuntungan Hari Ini