Hampir Semua Warga Indonesia Bawa Gen Diabetes
Gambar atau konten salah?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru saja merilis data dari survei kesehatan terbaru. Hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata, hampir seluruh penduduk Indonesia membawa bakat atau gen diabetes di dalam tubuh mereka. Ini bukan soal tren, tapi soal fakta genetik.
Diabetes tipe 2 kini menjadi ancaman yang diam-diam meluas. Banyak orang tidak sadar kalau mereka sudah terkena. Dari total 12,8 persen warga yang sebenarnya sudah terdampak, hanya sekitar 3 persen saja yang sudah terdiagnosis secara medis. Artinya, masih banyak kasus yang belum terdeteksi.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan bahwa angka setinggi itu erat kaitannya dengan profil genetik masyarakat. Risiko seseorang terkena diabetes melonjak drastis jika orang tuanya juga mengidap penyakit yang sama. "Jika hanya salah satu orang tua yang mengidap diabetes, risiko anak terkena diabetes masih di bawah 10 persen. Namun, jika kedua orang tua menyandang diabetes, risiko anak meningkat drastis menjadi 20 hingga 30 persen pada usia yang jauh lebih muda. Kurva risikonya naik tajam," ujarnya pada Rabu, 08 Juli 2026.
Lalu, apa yang memicu bakat genetik itu aktif? Jawabannya adalah obesitas. Prof. Dante menegaskan bahwa masyarakat harus segera mengubah cara pandang. Obesitas bukan sekadar masalah penampilan. Ini adalah penyakit metabolisme kronis.
Data dari program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan, obesitas secara konsisten masuk dalam lima besar masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di Indonesia. "Berbicara tentang obesitas berarti berbicara tentang perubahan metabolisme tubuh. Dengan mengendalikan dan menurunkan angka obesitas, kita secara langsung dapat mencegah komplikasi lanjutan, seperti menurunkan angka kasus diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung," tegasnya.
Intinya, gen diabetes sudah ada di dalam tubuh hampir semua orang Indonesia. Tapi gen itu baru akan menjadi masalah serius jika dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, terutama yang menyebabkan kelebihan berat badan. Mengendalikan obesitas berarti ikut mengendalikan risiko diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Undip Rilis Hasil Seleksi Mandiri, 60:1 di Prodi Favorit
Jadwal Sholat Jawa Timur 9 Juli 2026 Lengkap
Mesir Protes Keras ke FIFA Usai Dikalahkan Argentina
BEI Hapus Tiga Kriteria Papan Pemantauan Khusus
Argentina Bangkit Dramatis dari 0-2, Kalahkan Mesir 3-2
Musim Kemarau 2026 Ancam Pangan Tasikmalaya
Kemendikdasmen Rilis Aturan MPLS 2026
Rp3,6 Miliar Irigasi Disalurkan ke 30 Subak Buleleng