Bolot Di ICU, Komedian Terus Pantau Jantung Setelah Serangan
Gambar atau konten salah?
Asisten komedian senior Bolot, Wahyu Ramadhan, mengungkap kondisi terkini sang komedian yang masih menjalani perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Bolot didiagnosis serangan jantung setelah mengalami sesak dada yang cukup parah.
Wahyu menjelaskan: "Karena keluhan itu, 'Aduh sesak dada', katanya. Itu awalnya dia bilang, 'Gua pengen rontgen doang'. Cuma karena di UGD pada waktu itu diperiksa sama dokter, 'Wah, ini nggak bisa kalau cuman rontgen, harus diperiksa semua'. Ya itulah akhirnya di rontgen, ketahuan di rekam jantung, baru ketahuan di sana waktu di Bintaro," dia ungkap.
Diagnosa awalnya hanya rontgen, namun dokter di unit gawat darurat memutuskan untuk memeriksa lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan pada jantung Bolot. Pemeriksaan lebih lanjut di Bintaro mengkonfirmasi serangan jantung, sehingga Bolot segera dipindahkan ke ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) untuk pemantauan lebih intensif.
Bolot saat ini stabil dan sadar. Meskipun masih dirawat di ICU, kondisi jantungnya dipantau secara terus-menerus. Proses pemulihan jantung memerlukan waktu, dan pasien biasanya dirawat di ICU selama beberapa hari hingga stabil.
Gejala serangan jantung sering kali tidak selalu disertai nyeri dada yang kuat. Sakit dada atau nyeri dada tetap menjadi tanda paling umum, namun bisa juga muncul sesak napas, keringat dingin, atau rasa tidak nyaman di rahang dan bahu. Pada lansia atau orang berusia di atas 60 tahun, serangan jantung dapat muncul tanpa gejala sakit dada sebelumnya.
Dr. Amin Tjubandi, SpBTKV, SubspJD(K), menjelaskan: "Kalau kita memang terindikasi ada penyakit jantung, itu keluhannya biasanya yang spesifik, itu nyeri dada, atau sesak napas. Jadi itu yang paling sering," ungkapnya.
Selain nyeri dada, gejala lain yang dapat menandakan serangan jantung meliputi kelelahan terus-menerus, nyeri ringan di dada, lengan, atau punggung atas, ketidaknyamanan di rahang atau bahu, gangguan pencernaan, dan sesak napas saat melakukan aktivitas rutin.
Dalam kasus Bolot, serangan jantung terdeteksi melalui kombinasi gejala sesak dada dan pemeriksaan medis yang cepat. Kondisi ini menekankan pentingnya respons cepat dan pemeriksaan menyeluruh ketika seseorang mengalami gejala yang mencurigakan. Pemantauan intensif di ICU membantu memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan meminimalkan risiko komplikasi lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
