Solo Tunggu Koordinasi Keraton, Belum Ada Rapat Kirab 1 Suro

Rudi H. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Solo Tunggu Koordinasi Keraton, Belum Ada Rapat Kirab 1 Suro

Gambar atau konten salah?

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo belum mengagendakan rapat atau pertemuan terkait Kirab 1 Suro malam di Keraton Solo sebagaimana permintaan Pelaksana Pelestari, Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, pada prinsipnya Pemkot Solo menginginkan agar seluruh rangkaian kirab budaya di Keraton Solo dapat berjalan kondusif dan lancar.

“Sementara ini kami belum mengadakan rapat atau pertemuan dulu karena kita masih menunggu pihak di sana. Intinya, Pemkot itu ingin mengamankan jalannya pelaksanaan kirab,” ujar Budi saat ditemui di Balai Kota Solo, 12 Juni 2026.

Budi mengungkapkan bahwa Pemkot Solo telah menerima surat resmi dari pihak Keraton yang ditujukan ke Wali Kota Solo. Namun, koordinasi tatap muka belum dilaksanakan karena surat serupa juga dikirimkan oleh pihak PB XIV Mangkubumi.

“Kemarin dari pihak keraton sudah ngirim surat ke kami, ke Bapak Wali Kota. Tapi sampai saat ini kita masih menunggu dulu, karena yang ngirim surat ke kita kan semua pihak. Ada dari pihaknya Gusti Tedjowulan ngirim, terus dari pihaknya Gusti Hangabehi (PB XIV Mangkubumi) juga. Nah, ini kami nunggu dulu aja,” jelasnya.

Berkenaan dengan kesiapan masing-masing kubu, PB XIV Purbaya sudah memiliki rencana kirab yang jelas, namun Budi enggan berkomentar lebih jauh.

“Nah, itu yang kita tunggu. Kami dari Pemkot sementara belum bisa berkomentar untuk itu. Intinya kita nunggu pihak mereka bagaimana pelaksanaannya. Kita nanti prinsipnya membantu dalam hal pengamanan pelaksanaannya aja,” kata Budi.

Mengenai permintaan dari Gusti Tedjowulan yang berharap Pemkot Solo bisa memfasilitasi pertemuan mediasi pada akhir pekan ini, Budi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada agenda resmi yang dijadwalkan oleh Pemkot Solo untuk keperluan tersebut.

“Prinsipnya Pemkot itu kan ingin agar pelaksanaan kirab Suro, khususnya di Keraton bisa berjalan dengan baik. Lah, sementara ini kami belum mengadakan rapat atau pertemuan dulu karena kita masih menunggu pihak di sana,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan meminta Wali Kota Solo, Respati Ardi mengakomodir rapat terkait kirab 1 Suro dari dua kubu di Keraton Solo. Rapat itu diharapkan bisa dilaksanakan pada Sabtu 13 Juni 2026 atau Minggu 14 Juni 2026.

“Sudah banyak masukan dan sudah banyak analisa, sehingga diambil kesimpulan bahwa tanggal 13 Juni atau 14 Juni nanti, saya tadi dari perwakilan Balai Kota ada, supaya dilaporkan ke Pak Wali, supaya Pak Wali mengundang kita semuanya. Itu, jadi dari saya sama Gusti Wandansari nanti, dari pihak-pihak lain yang terkait dengan masalah keraton ini,” katanya.

Disinggung mengenai rencana Paku Buwono XIV Purbaya yang juga menggelar kirab pusaka malam 1 Suro, Tedjowulan enggan berkomentar banyak. Menurutnya, nanti akan ditengahi oleh Wali Kota Solo.

“Itu tadi, tanggal 13-14 saya minta Pak Wali, waktu itu mengundang-undang kita. Itu, di tempatnya Wali Kota sana. Iya (rapat lanjutan). (PB XIV Purbaya juga menggelar di waktu yang sama?) Ya nanti Pak Wali Kota berarti,” terangnya.

Dengan demikian, Pemkot Solo menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak Keraton dan PB XIV Mangkubumi sebelum menentukan agenda resmi. Sementara itu, pihak Paku Buwono XIV Purbaya tetap menyiapkan kirab pusaka dan berharap Wali Kota dapat memediasi antara kubu.

Situasi ini menunjukkan bahwa koordinasi antara pemerintah kota, Keraton, dan kubu budaya masih dalam proses, dengan fokus utama pada keamanan dan kelancaran pelaksanaan kirab. Peran Wali Kota dan Sekda menjadi kunci dalam menyatukan kepentingan semua pihak.

Keraton SoloKirab 1 SuroPemkot SoloWali Kota SoloPB XIV MangkubumiPaku Buwono XIV PurbayaKGPH Panembahan Agung TedjowulanKoordinasi Keraton

Komentar

Memuat komentar...