Bos Sepatu Bata Mundur, Perusahaan Asal Ceko

Nurul H. · 3 min baca · 55 menit lalu · 15 dibaca
Bisik.id
Bos Sepatu Bata Mundur, Perusahaan Asal Ceko

Gambar atau konten salah?

Presiden Direktur PT Sepatu Bata Tbk (BATA), Amitav Nandy, resmi mundur dari jabatannya. Perusahaan menerima surat pengunduran diri Amitav pada 23 September 2026. Lewat keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BATA menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari rotasi jabatan di lingkungan Bata Group.

"Sehubungan dengan adanya rotasi jabatan di Bata Group, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Amitav Nandy selaku Presiden Direktur Perseroan pada tanggal 23 September 2026," tulis manajemen dalam pernyataan resmi, dikutip pada Senin, 28 September 2026.

Pertanyaan yang kemudian muncul di benak banyak orang: siapa sebenarnya pemilik Sepatu Bata? Banyak masyarakat Indonesia yang mengira merek ini adalah produk lokal. Kenyataannya, perusahaan alas kaki ini berasal dari Republik Ceko.

Nama lengkap perusahaan ini adalah T&A Bata Shoe Company, yang terdaftar di Zlin, Republik Ceko. Pendirinya juga orang Ceko. Nama "T&A Bata" diambil dari tiga pendiri: Tomáš, Anna, dan Antonín Baťa. Mereka adalah generasi kedelapan keluarga Bata yang sudah turun-temurun bekerja di bidang pembuatan sepatu selama berabad-abad.

Menurut situs resmi T&A Bata Shoes, kakak-beradik Bata ini mendirikan "pabrik" sepatu pertama mereka pada tahun 1894. Saat itu, mereka mempekerjakan sekitar 10 orang pembuat sepatu. Tak lama kemudian, jumlah karyawan melonjak menjadi sekitar 50 orang.

Pada tahun 1897, Bata mulai beradaptasi dengan teknologi. Mereka menggunakan mesin pembuat sepatu pertama yang digerakkan oleh uap. Hal ini menjadikan Bata sebagai perusahaan pertama di Eropa yang berhasil memproduksi sepatu secara massal.

Pada tahun 1905, Bata mampu memproduksi sekitar 2.200 sepatu per hari. Angka ini menjadikan mereka produsen alas kaki terbesar di Eropa. Skala produksi terus membesar hingga mempekerjakan sekitar 600 orang.

Kesuksesan besar pertama Bata datang setelah mereka mendapat pesanan sepatu dari tentara Austro-Hongaria. Saat itu, Bata diminta memproduksi sebanyak 50.000 pasang sepatu selama perang berlangsung.

Nama Bata mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1931. Saat itu, BATA bekerja sama dengan NV Netherlandsch-Indisch sebagai importir sepatu yang beroperasi di Tanjung Priok.

Enam tahun kemudian, Tomas Bata mendirikan pabrik sepatu di tengah perkebunan karet di kawasan Kalibata, tepatnya di Jalan Kalibata Raya, Jakarta Selatan. Produksi sepatu sendiri telah berjalan sejak tahun 1940.

Pada tanggal 24 Maret 1982, PT Sepatu Bata Tbk tercatat di Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 1994, Bata menyelesaikan pembangunan Pabrik Purwakarta. Pabrik ini merupakan salah satu pabrik sepatu terbesar di Indonesia, yang sepenuhnya mengkhususkan diri pada produksi alas kaki berbahan PVC melalui proses injeksi untuk pasar domestik dan luar negeri.

Saat ini, Bata Indonesia menempati gedung enam lantai bernama PT Sepatu Bata Tbk di Cilandak, Jakarta Selatan.

Merek Bata di Indonesia telah berkembang pesat. Dulu dikenal luas sebagai merek sepatu sekolah dengan tagline "Back to School", kini Bata melayani berbagai segmen pasar. Merek-merek lain seperti Marie Claire, Comfit, Power, Bubblegummers, North Star, B-First, dan Weinbrenner juga berada di bawah naungan Bata.

Bata merupakan salah satu perusahaan alas kaki dan pemasar terkemuka di Indonesia. Mereka mengoperasikan jaringan ritel sebanyak 435 toko di seluruh Indonesia, yang terdiri dari Family Store dan City Store.

Namun, eksistensi Sepatu Bata kini tak lagi seperti dulu. Pada tahun 2024, perusahaan menutup operasional pabrik di Purwakarta, Jawa Barat. Akibat penutupan itu, Bata melakukan PHK massal terhadap 233 karyawannya.

Rotasi jabatan di level direksi dan penutupan pabrik menunjukkan bahwa Bata sedang melakukan penyesuaian bisnis di tengah perubahan pasar alas kaki Indonesia. Merek yang pernah identik dengan sepatu sekolah ini kini harus menghadapi tantangan baru.

PT Sepatu BataAmitav Nandyrotasi jabatansejarah Bataasal CekoPHK massal

Komentar

Memuat komentar...