BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Ada yang Mengandung Merkuri

Hari W. · 2 min baca · 2 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Ada yang Mengandung Merkuri

Gambar atau konten salah?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) kembali mengumumkan temuan terbaru mereka. Sebanyak 14 produk kosmetik dinyatakan mengandung bahan berbahaya. Beberapa di antaranya bersifat karsinogenik, atau bisa memicu kanker. Ada juga yang berpotensi menyebabkan gangguan ginjal hingga kerusakan saraf.

Produk-produk ini mencakup berbagai jenis. Mulai dari toner perawatan kulit hingga pewarna kuku. Bahan berbahaya yang paling sering muncul adalah merkuri dan asam retinoat.

Yang mengejutkan, beberapa produk ini dipasarkan dengan klaim yang terdengar mewah. Misalnya, ada yang mengklaim mengandung DNA Salmon. Ada pula yang menyebutkan kandungan niacinamide, bahan yang umumnya dianggap aman dalam produk perawatan kulit.

Satu contoh mencolok adalah AF Ayuskin ID Night cream Booster with DNA Salmon. Hasil uji laboratorium BPOM menunjukkan produk ini mengandung empat bahan berbahaya sekaligus. Keempatnya adalah asam retinoat, hidrokuinon, klobestasol propionat, dan mometason furoat.

Kasus serupa juga ditemukan pada RNC WBEAUTY Bodylotion whitening booster. Produk ini mengklaim memiliki kandungan 10x niacinamide untuk mencerahkan kulit. Namun setelah diuji di laboratorium, yang ditemukan justru merkuri.

BPOM juga merinci dampak dari masing-masing bahan berbahaya tersebut. Asam retinoat bisa menyebabkan kulit kering dan rasa terbakar. Bagi wanita hamil, bahan ini bersifat teratogenik, artinya bisa mengubah bentuk atau fungsi organ janin.

Hidrokuinon masih sering ditemukan dalam kosmetik. Bahan ini berpotensi menyebabkan hiperpigmentasi. Lebih parah lagi, bisa menimbulkan ochronosis, yaitu perubahan warna kulit berupa bintik-bintik hitam. Juga bisa mengubah warna kornea dan kuku.

Klobetasol propionat dan mometason furoat dapat menyebabkan atrofi kulit. Klobetasol propionat juga berpotensi menyebabkan atopi kulit permanen, atau eksim kering. Selain itu, bisa memicu psoriasis pustular, yaitu kondisi autoimun pada kulit.

Pewarna merah K10, yang ditemukan pada beberapa produk, bisa menyebabkan kanker dan mengganggu fungsi hati. Sementara merkuri mengakibatkan bintik-bintik hitam pada kulit, iritasi kulit, hingga kerusakan ginjal.

Berikut adalah daftar lengkap 14 kosmetik terlarang yang ditemukan BPOM dalam triwulan II 2026:

  • AF Ayuskin ID Night Cream Booster with DNA Salmon (mengandung asam retinoat, hidrokuinon, klobetasol propionat, mometason furoat)
  • AL Latif Henna Kutek Ravishing Red (mengandung pewarna merah K10)
  • FALLIN BEAUTY Bright and Glow Daily Sunscreen (mengandung merkuri)
  • FALLIN BEAUTY Bright and Glow Night Repair Cream (mengandung merkuri)
  • MALLVIRA SKIN Luxury White Body Serum (mengandung merkuri)
  • RNC WBEAUTY Bodylotion Whitening Booster 10x Niacinamide (mengandung merkuri)
  • SR SARASKIN Cosmetic Ultimate Whitening Night Cream (mengandung merkuri)
  • STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Night Cream (mengandung asam retinoat, hidrokuinon, klobetasol propionat)
  • STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Premium Night Cream (mengandung merkuri)
  • STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Premium Face Toner (mengandung merkuri)
  • YANTIYNK Beauty Night Cream Whitening Acne (mengandung asam retinoat dan hidrokuinon)
  • MARSHWILLOW Sugar Dust Eyeshadow Palette 803 (mengandung pewarna merah K10)
  • CLARIDERM Astringent AHA + Licorice (mengandung hidrokuinon)
  • GLOWING BEAUTY SKINCARE BY GLOWING BEAUTY Glowing Night Treatment (mengandung hidrokuinon)

Daftar ini menunjukkan bahwa produk-produk dengan klaim mewah dan bahan yang terdengar aman belum tentu aman. Konsumen perlu lebih waspada terhadap produk perawatan kulit yang beredar di pasaran, terutama yang menjanjikan hasil instan seperti pemutihan atau penghilangan jerawat dalam semalam. Bahan-bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon memang bisa memberikan efek cepat, tapi risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya.

BPOMkosmetik berbahayamerkuriasam retinoathidrokuinonkarsinogenikproduk terlarang

Komentar

Memuat komentar...