Antasaji Blok M: Bakmie Buatan Sendiri Tanpa Pengawet

Endah K. · 3 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Antasaji Blok M: Bakmie Buatan Sendiri Tanpa Pengawet

Gambar atau konten salah?

Di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, ada tempat makan baru yang patut dicoba. Namanya Antasaji, sebuah restoran yang menyajikan bakmie homemade dan aneka Chinese food. Yang menarik, mie di sini dibuat langsung di tempat. Pengunjung bisa melihat proses pembuatannya dari balik kaca bening.

Blok M memang terkenal sebagai surga kuliner. Setiap waktu, tempat-tempat makan baru bermunculan. Mereka menawarkan menu yang menarik perhatian para pecinta makanan. Tapi kalau ingin suasana yang lebih nyaman, Pasaraya Grande bisa jadi pilihan. Di lantai LG mal ini, Antasaji siap menyambut pengunjung.

Restoran ini cukup luas. Suasana makannya nyaman. Di salah satu sudut ruangan, ada ruangan khusus yang dipisahkan oleh kaca bening. Di situlah para pegawai menyiapkan adonan bakmie dan pangsit secara segar. Pengunjung bisa mengintip prosesnya: dari memipihkan adonan tepung, menggilingnya, hingga memotong-motongnya menjadi lembaran atau untaian mie.

Antasaji tidak menggunakan bahan pengenyal atau pengawet dalam pembuatan bakmie-nya. Informasi ini disampaikan langsung oleh pegawai saat memberikan buku menu kepada pelanggan. Hal ini membuat pengunjung lebih yakin dengan kualitas bakmie di sini.

Pelanggan bisa memilih jenis bakmie yang diinginkan: halus, keriting, atau karet. Kemudian ada pilihan racikan yamin (dengan kecap manis) atau biasa. Menu yang tersedia cukup beragam. Mulai dari bakmie sapi chili oil ala Sichuan, bakmie halus ayam, bakmie keriting atau karet ayam kampung, bakmie goreng, hingga bakmie godok. Harganya mulai dari Rp 25 ribu per porsi.

Selain bakmie, ada juga deretan Chinese food lain. Seperti olahan kwetiaw, bihun, nasi goreng, nasi capcay, dan ifu mie. Porsinya terbilang cukup besar. Cocok juga dijadikan menu makan siang atau malam.

Bakmie Karet dengan Topping Ayam Kampung

Salah satu menu favorit yang patut dicoba adalah Bakmie Ayam Kampung. Tim mencicipinya dan melengkapinya dengan Bakso dan Pangsit Rebus. Harganya Rp 53.000 per porsi.

Kami memilih versi biasa, bukan yamin. Bakmie karet yang dipesan berwarna putih susu. Ukurannya cukup tebal, khas mie karet pada umumnya. Pelengkapnya ada rebusan sawi hijau dan potongan kotak-kotak daging ayam kampung. Ada juga pelengkap bakso dan pangsit rebus di mangkuk kecil terpisah.

Tekstur bakmie karet di sini empuk kenyal. Mirip pasta yang dimasak al dente. Aroma dan rasa khas tepungnya tercecap cukup kuat. Berpadu dengan rasa gurih yang kemungkinan berasal dari minyak bawang.

Bumbu topping ayam kampung terasa gurih minimalis, dengan jejak lada. Paling enak menyantapnya dengan tambahan sambal. Sambil menyesap kuah kaldu pada semangkuk bakso dan pangsit empuk.

Bakmie Sapi Sichuan untuk Pencinta Pedas

Kalau ingin bakmie pedas, Antasaji punya Bakmie Sapi Sichuan Pangsit Goreng seharga Rp 50.000. Kami memilih paduan mie halus dengan bumbu yamin. Tampilannya menggugah selera. Lembaran mie tipis kecil kecokelatan karena dibalut kecap manis. Rasa manisnya cenderung cukup kuat.

Topping daging sapi diiris tipis dan direbus. Disertai pelengkap sawi hijau rebus dan taburan daun bawang. Chili oil disajikan terpisah. Jadi pengunjung bisa menyesuaikan takaran pedasnya. Rasa pedasnya lumayan kuat dengan jejak minyak berwarna oranye gelap.

Bakmie Godok dan Bakso Goreng Besar

Masih penasaran dengan menu bakmie lain, kami mencicipi Bakmie Godok Manis Gurih seharga Rp 45.000. Disebut manis gurih karena racikan bakmie godok di sini ditambahkan kecap. Warnanya pun lebih kecokelatan.

Tekstur kuahnya kental dengan balutan bumbu yang medok rasanya. Tercecap rasa 'ngaldu' ayam yang kuat dengan jejak bumbu kemiri yang dominan. Namun, jika terbiasa menikmati bakmie godok original, versi ini agaknya akan terlalu manis.

Kalau mau ngemil, jangan lewatkan Bakso Goreng Besar seharga Rp 20.000. Teksturnya renyah di luar dan empuk kenyal di dalamnya. Rasa daging sapinya tercecap kuat. Dimakan dengan cocolan saus asam manis, jadi lebih nikmat.

Pisang Goreng Crispy untuk Penutup

Bagi yang suka manis, Antasaji punya camilan Pisang Goreng Crispy Wijen Wisman seharga Rp 40.000. Seporsinya sekitar 6 potong pisang goreng wijen yang gurih manis. Namun menurut kami, aroma dan rasa butter Wisman-nya kurang tercecap kuat. Pisang goreng ini paling pas dinikmati dengan Kopi Hitam Saring seharga Rp 22.000 yang pekat rasanya.

Secara keseluruhan, Antasaji bisa jadi tujuan tepat para pencinta bakmie dan Chinese food. Pilihan menunya lengkap dengan kualitas rasa yang baik. Oh ya, menu di sini berkonsep No Pork, No Lard, dan No Angchiu.

Antasaji berlokasi di Lantai LG Pasaraya Grande, Area Blok M, Jalan Sultan Iskandarsyah II No. 3. Buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00. Untuk informasi lebih lanjut, bisa mengunjungi Instagram @antasaji.dining.

Restoran ini menawarkan pengalaman bersantap yang unik dengan konsep mie buatan sendiri yang segar. Proses pembuatan mie yang transparan menjadi daya tarik tersendiri. Dengan harga yang terjangkau, Antasaji cocok untuk dikunjungi bersama keluarga atau teman.

AntasajiBlok Mbakmie homemadeChinese foodmie segarPasaraya GrandeSichuan

Komentar

Memuat komentar...