BPS: Produksi Beras 2026 Turun 1,59 Juta Ton

Wahyu T. · 2 min baca · 2 jam lalu · 16 dibaca
Bisik.id
BPS: Produksi Beras 2026 Turun 1,59 Juta Ton

Gambar atau konten salah?

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional tahun ini akan turun. Sepanjang Januari hingga Desember 2026, produksi beras hanya sekitar 33,11 juta ton. Angka itu berkurang 1,59 juta ton jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, pada Senin, 02 November 2026. "Produksi beras sepanjang Januari-Desember 2026 diperkirakan mencapai 33,11 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 1,59 juta ton atau menurun 4,57% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025," kata Ateng.

Penurunan produksi beras ini sejalan dengan proyeksi produksi padi yang juga lebih rendah. Sepanjang Januari hingga Desember 2026, produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) diperkirakan turun 2,75 juta ton. "Produksi padi sepanjang Januari-Desember 2026 diperkirakan mencapai 57,45 juta ton GKG atau turun 4,57% dibandingkan Januari-Desember 2025," jelas Ateng.

Penyebab utama penurunan ini adalah menyusutnya luas panen padi nasional. BPS memperkirakan luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2026 hanya 10,78 juta hektare (Ha). Angka itu turun 4,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil amatan KSA September 2026, luas panen padi tercatat 0,91 juta Ha. Bandingkan dengan September 2025 yang mencapai 1,13 juta Ha — turun 19,40%. Sepanjang Januari hingga September 2026, luas panen padi mencapai 9,24 juta Ha, turun 2,23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, luas panen padi pada Oktober hingga Desember 2026 diperkirakan hanya 1,54 juta Ha, turun 17,75%.

Ateng menambahkan bahwa angka-angka ini masih bisa berubah. "Angka potensi masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang nanti pada Oktober-Desember 2026 seperti pada saat adanya serangan hama atau organisme pengganggu tanaman pada saat banjir, kekeringan, waktu pelaksanaan panen oleh petani mengalami perubahan dan kondisi lainnya," beber Ateng.

Penurunan produksi beras dan padi ini menunjukkan tantangan di sektor pertanian. Luas panen yang menyusut menjadi faktor utama. Kondisi cuaca dan hama juga bisa mempengaruhi hasil akhir panen di sisa tahun ini.

produksi beraspenurunanBPSluas panen paditahun 2026pertanian

Komentar

Memuat komentar...