Brasil Hadapi Haiti: Tekanan Kemenangan Piala Dunia 2026
Gambar atau konten salah?
Selecao Brasil berharap mengakhiri puasa juara dunia sejak 2002. Dalam laga pembuka, mereka menutup pertandingan dengan 1-1 melawan Maroko di Group C, menandai awal yang kurang memuaskan.
Keputusan berikutnya akan datang pada 20 Juni 2026, ketika Brasil bertemu Haiti. Tim harus meraih tiga poin untuk mempertahankan peluang masuk ke babak berikutnya. Tekanan menekan, karena kemenangan pertama mereka sangat penting.
Di tengah tekanan itu, Gabriel Magalhaes akan membawa pengalaman set‑piece Arsenal ke lapangan. Ia baru saja menolong Gunners meraih Premier League pertama dalam lebih dari dua dekade. Keahlian set‑piece mereka menghasilkan 25 gol, terbanyak di liga, sekaligus mencetak rekor gol dari sepak pojok dalam satu musim.
“Di klub, kami kan bekerja setiap hari. Ketika Anda masuk tim nasional, Anda tidak punya waktu untuk bekerja sebanyak Anda di klub,” ujar Magalhaes. Ia menambahkan, “Namun, aku sudah pastinya berusaha membantu rekan-rekan setimku sebisa mungkin, terutama untuk mencetak gol dari set‑piece, yang mana kita tahu bisa banyak mengubah permainan. Aku sedang mencoba meneruskan beberapa hal yang kami lakukan di sana,” ia bilang menjelang laga Brasil vs Haiti.
Dengan kombinasi pengalaman set‑piece dan tekanan kemenangan, Brasil berusaha mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Saka Tidak Jadi Starter Inggris, Tuchel Bertindak Cermat
Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife
Rumor Mati Ayah Messi Ditangguhkan, Keluarga Konfirmasi Hidup
Swiss Menang 4-1 atas Bosnia, Xhaka Terima Gol Penalti
Ronaldo Kebuntuan Gol di Piala Dunia 2026: Berubah?
Rice Ceritakan Persahabatan Italia Setelah Menang 4-2
Berita Terbaru
Brasil Hadapi Haiti: Tekanan Kemenangan Piala Dunia 2026
Hakim Danish Dominasi Moto3 FP1 Brno, Veda Ega 22nd
Pemerintah Indonesia Luncurkan Program Peningkatan Air Minum
Banjir Boalemo 486 Jiwa Terganggu, Polsek & SMK Terdampak
Hari Sushi Internasional: Asalnya Asia Tenggara, Bukan Jepang
Saka Tidak Jadi Starter Inggris, Tuchel Bertindak Cermat