BRI Buyback Saham Rp1 Triliun

Wahyu T. · 2 min baca · 50 menit lalu · 20 dibaca
Bisik.id
BRI Buyback Saham Rp1 Triliun

Gambar atau konten salah?

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal dengan kode saham BBRI, secara resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback Tahap II. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Kamis, 22 Oktober 2026. Nilai total aksi korporasi ini mencapai maksimal Rp 1 triliun. Langkah ini diambil di tengah kondisi pasar modal yang mengalami fluktuasi signifikan.

Pelaksanaan buyback saham Tahap II dijadwalkan berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027. Dasar hukum dari kebijakan ini adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023. Selain itu, ada juga Surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-112/D.04/2026 yang diterbitkan pada 9 September 2026. Surat tersebut mengatur tentang kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Langkah ini juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang BRI. "Rencana buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Dalam pelaksanaannya, BRI tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Dhanny dalam siaran pers pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Dari sisi permodalan, BRI memastikan bahwa rencana aksi korporasi ini tetap mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat. Berdasarkan perhitungan pro forma setelah memperhitungkan pelaksanaan buyback Tahap II, indikator keuangan BRI secara konsolidasian per 30 Juni 2026 menunjukkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap berada pada level yang kuat, yaitu 21,42%. Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,80%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa BRI masih memiliki kapasitas permodalan yang memadai. Kapasitas ini digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis, menjalankan fungsi intermediasi, serta mengantisipasi berbagai risiko di tengah dinamika perekonomian dan pasar keuangan. Adapun pembelian kembali saham akan dilakukan pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh perusahaan.

Lebih lanjut, saham yang diperoleh dari pelaksanaan buyback Tahap II direncanakan akan digunakan dalam program kepemilikan saham bagi pekerja, Direksi, dan Dewan Komisaris Perseroan. Pengalihan saham hasil pembelian kembali ini akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dhanny mengungkapkan bahwa pelaksanaan buyback saham Tahap II ini menjadi bagian dari langkah strategis BRI untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mengoptimalkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, dengan tetap memperhatikan kecukupan permodalan dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis BRI.

Secara keseluruhan, langkah buyback ini menunjukkan bahwa BRI memiliki keyakinan terhadap prospek bisnisnya di masa depan. Dengan CAR di atas 20% dan ROE yang solid, bank ini dinilai memiliki modal yang cukup untuk menjalankan strategi ini tanpa mengorbankan stabilitas keuangan. Program ini juga menjadi sinyal positif bagi investor bahwa manajemen BRI optimistis terhadap kinerja perusahaan ke depannya.

buyback sahamBRITahap IIRp 1 triliunPOJKpasar modalmanajemen

Komentar

Memuat komentar...