bank bjb Sosialisasikan Kredit Rumah Subsidi di Subang
Gambar atau konten salah?
Sebuah acara sosialisasi digelar di Aula Oman Syahroni, Perkantoran Pemda Kabupaten Subang, Jalan Dewi Sartika No. 2, Soklat, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Acara ini membahas Kredit Program Perumahan dan Rumah Subsidi. bank bjb menjadi penggerak utama di balik kegiatan ini.
Irwan Riswandi, Corporate Secretary bank bjb, menjelaskan tujuan dari sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah bagian dari usaha bank bjb untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman masyarakat. Pemahaman itu mencakup berbagai fasilitas pembiayaan perumahan dan kredit produktif. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat biasa maupun pelaku usaha.
"Sosialisasi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat program pembiayaan produktif bersubsidi. Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah Kredit Program Perumahan (KPP) yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan, termasuk bagi masyarakat yang menjalankan usaha berbasis tempat tinggal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis 22 Oktober 2026.
Acara ini juga menegaskan posisi bank bjb sebagai mitra strategis pemerintah. bank bjb ingin memperluas akses pembiayaan yang berkelanjutan bagi pelaku usaha di sektor produktif. Bukan hanya soal rumah, tapi juga soal usaha.
Data portofolio bjb KPR Sejahtera FLPP menunjukkan angka yang cukup besar. Sampai dengan 4 Oktober 2026, bank bjb mencatat total portofolio sebanyak 41.383 debitur. Jumlah outstanding mencapai Rp4,935 triliun. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, bank bjb telah merealisasikan pencairan FLPP sebanyak 2.492 debitur. Total plafon pencairan sebesar Rp404,98 miliar. Outstanding pencairan mencapai Rp399,40 miliar.
Selain FLPP, bank bjb juga menjadi mitra pemerintah dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Di Kabupaten Subang, program ini mencakup 1.327 penerima bantuan. Program ini adalah bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman.
"Kehadiran program hingga ke tingkat desa menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan manfaat yang nyata dan tepat sasaran. Selain itu Program Bedah Rumah juga membantu menggerakkan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan Toko Bangunan dan tukang bangunan setempat sebagai supplier bahan bangunan dan pekerja bangunan dalam penyelesaian proses renovasi rumah tersebut," jelas Irwan.
bank bjb turut mendukung kelancaran penyaluran Program Bedah Rumah. Dukungan ini berupa sistem dan layanan yang dirancang untuk memudahkan para Penerima Bantuan. Mereka bisa mengakses layanan perbankan dan bertransaksi secara mudah dan nyaman. Mekanismenya dimulai dari proses validasi data penerima bantuan, pembukaan rekening secara terpusat, pemantauan status transaksi, hingga monitoring penyaluran dana secara terintegrasi.
Sampai dengan bulan September 2026, bank bjb telah turut menyalurkan Program Bedah Rumah ke lebih dari 25 ribu penerima Bantuan. Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan seluruh pihak terkait diharapkan terus memberikan dampak positif. Program Bedah Rumah Tahun 2026 diharapkan menghadirkan hunian yang lebih layak sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
Dukungan terhadap BSPS memperlihatkan bahwa peran bank bjb dalam ekosistem perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan kepemilikan rumah. bank bjb juga mendukung upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat. Program perumahan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.
bank bjb juga terus memperkuat perannya sebagai salah satu bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP) sejak 2025. KPP yang disalurkan bank bjb terbagi menjadi dua layanan, yakni KPP Supply dan KPP Demand.
KPP Supply diarahkan kepada pelaku usaha yang berada dalam rantai penyediaan perumahan. Pelaku usaha ini meliputi developer atau pengembang perumahan, jasa konstruksi, serta toko material atau bangunan. Skema tersebut memberikan dukungan pembiayaan bagi sektor usaha yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan ekosistem perumahan.
Sedangkan KPP Demand menyasar masyarakat pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan. Pembiayaan ini digunakan untuk membeli, membangun, atau memperbaiki rumah tinggal. Rumah tinggal ini juga berfungsi sebagai tempat usaha. Skema ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan tempat tinggal sebagai bagian dari aktivitas usahanya.
Melalui berbagai skema tersebut, bank bjb berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Integrasi antara pembiayaan perumahan dan sektor produktif diharapkan dapat menciptakan manfaat yang lebih luas. Rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga.
Dengan dukungan jaringan kantor cabang yang luas, bank bjb akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya menghadirkan solusi pembiayaan yang memberikan nilai tambah. bank bjb berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan perumahan dan penguatan ekonomi masyarakat di Jawa Barat, dengan semangat "Memberikan Kemudahan, Memperluas Akses, Mendorong Pertumbuhan".
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut. Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, hadir memberikan dukungan. Sid Herdi Kusuma, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, juga hadir. Mulya Permana, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II, turut serta. Joko Suranto, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (DPP REI), juga hadir.
Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Bupati Subang, turut memberikan perspektif dan dukungan terhadap penguatan program perumahan serta pembiayaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari jajaran bank bjb, kegiatan dihadiri Budiatmo Sudradjat, Pemimpin Divisi Kredit UMKM; M. Aditya Wiradharma, Pemimpin Divisi KPR; Maman Rukmana, Pemimpin Divisi Dana Jasa & Konsumer; M. Fajar Firdaus, CEO Regional I bank bjb; serta Asep Wahyu Irawan, CEO Regional III bank bjb.
Program perumahan bersubsidi seperti FLPP dan BSPS menjadi tulang punggung upaya pemerintah menyediakan hunian layak. bank bjb, dengan jaringan luas dan berbagai skema kredit, berperan sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Fokusnya tidak hanya pada kepemilikan rumah, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi melalui sektor konstruksi dan UMKM.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Ditutup Hijau, Tapi Melemah Mingguan 8,12%
BEI Terbitkan Label Saham Konsentrasi Tinggi, 80 Emiten Masuk Daftar
Bank bjb Raih Penghargaan Tata Kelola dari IICD
Harga Saham Bayan Rp 2.588, Jauh dari Pasar Rp 11.100
KUR Capai Rp 260,8 Triliun, Lampaui Target Sektor Produksi
336 Investor Asing Desak OJK-BEI Perjelas Dampak MSCI
