Bank bjb Raih Penghargaan Tata Kelola dari IICD

Dewi M. · 3 min baca · 46 menit lalu · 19 dibaca
Bisik.id
Bank bjb Raih Penghargaan Tata Kelola dari IICD

Gambar atau konten salah?

Jakarta — bank bjb baru saja mendapatkan penghargaan lagi. Penghargaan ini diberikan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD). Acaranya adalah The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026. Dalam ajang itu, bank bjb masuk ke dalam daftar Top 50 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Menengah, atau yang disebut MidCap PLCs.

Penghargaan itu diberikan setelah IICD melakukan penilaian independen. Mereka menilai perusahaan-perusahaan publik di Indonesia. bank bjb dianggap sebagai salah satu perusahaan yang menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik, atau Good Corporate Governance (GCG), dengan sangat baik.

Acara penghargaan itu sendiri digelar pada Senin, 12 Oktober 2026. Tempatnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia (IDX), Jakarta. Tema yang diangkat tahun ini adalah "Strengthening Market Confidence through Governance Excellence".

Bagi bank bjb, penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Ini menjadi pengingat bahwa penerapan GCG adalah bagian penting dari strategi pertumbuhan perusahaan. Bukan hanya sekadar memenuhi aturan dan regulasi yang berlaku.

Direktur Utama bank bjb, Ayi Subarna, memberikan pernyataan terpisah. Dalam keterangan pers, ia mengatakan bahwa apresiasi ini menjadi dorongan. bank bjb akan terus menjaga kualitas tata kelola. Mereka juga memastikan setiap proses bisnis berjalan secara hati-hati, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Semua itu berorientasi pada kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

"Bagi kami, tata kelola perusahaan yang baik bukan hanya mengenai kepatuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan fondasi dalam membangun kepercayaan. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi bank bjb untuk menjaga keberlanjutan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholders," ujar Ayi dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Oktober 2026.

Menurut Ayi, lingkungan industri perbankan sekarang semakin dinamis. Perusahaan harus bisa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, kepatuhan, pelayanan, dan penciptaan nilai secara berkelanjutan. Semua itu harus berjalan beriringan.

Oleh karena itu, bank bjb terus menempatkan GCG sebagai fondasi utama dalam menjalankan kegiatan usaha. Prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran menjadi bagian penting. Prinsip-prinsip ini digunakan untuk membangun proses pengambilan keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.

Penerapan tata kelola yang kuat juga menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas kinerja bank bjb. Dengan tata kelola yang semakin baik, perusahaan bisa memastikan bahwa pengembangan bisnis tetap dilakukan dengan hati-hati. Pengelolaan risiko juga harus terukur.

Ayi menyampaikan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang kuat. Setiap langkah strategis bank bjb difokuskan untuk memberikan manfaat berkelanjutan. Manfaat itu tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk nasabah, pemegang saham, dan masyarakat luas.

Di tengah dinamika industri perbankan dan perubahan ekspektasi masyarakat, bank bjb juga terus memberikan perhatian pada kualitas pengalaman dan kepuasan nasabah. Bagi bank bjb, kepercayaan nasabah adalah salah satu indikator penting dari keberhasilan perusahaan dalam menjalankan bisnis perbankan.

Karena itu, penguatan tata kelola tidak hanya diterapkan pada aspek korporasi dan pengambilan keputusan. Hal ini juga tercermin dalam upaya memberikan layanan yang semakin berkualitas, aman, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

"Kepercayaan nasabah adalah aset yang sangat penting bagi bank. Karena itu, kami terus berupaya memastikan bahwa transformasi dan pengembangan layanan tetap berlandaskan pada tata kelola, keamanan, kualitas layanan, serta kebutuhan nasabah," ujar Ayi.

Pengakuan dari IICD juga menjadi pengingat. Kualitas tata kelola harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan bisnis dan ekspektasi pasar. bank bjb melihat penghargaan ini bukan sebagai titik akhir. Justru sebaliknya, ini menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan standar tata kelola perusahaan.

Dari perspektif pasar modal, penerapan GCG yang konsisten memiliki peran strategis. Tata kelola yang baik bisa memperkuat transparansi. Ini juga meningkatkan akuntabilitas. Selain itu, memberikan dasar yang lebih kuat bagi pemangku kepentingan dalam menilai keberlanjutan perusahaan.

Bagi bank bjb, masuk dalam jajaran Top 50 Emiten MidCap menjadi apresiasi terhadap perjalanan perusahaan. Mereka telah memperkuat praktik tata kelola sekaligus menjaga kesinambungan kinerja. Pengakuan ini juga memperkuat semangat seluruh insan bank bjb untuk terus menghadirkan kinerja yang sehat dan bertanggung jawab.

Ke depannya, bank bjb akan terus memperkuat implementasi GCG. Caranya melalui peningkatan kualitas proses bisnis, penguatan manajemen risiko, kepatuhan, transparansi, dan pengembangan sumber daya manusia. Semua upaya itu diarahkan untuk memastikan perusahaan bisa tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Dengan fondasi tata kelola yang kuat, bank bjb optimistis bisa terus menjaga kinerja. Mereka juga yakin bisa memperkuat kepercayaan pasar, meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan masyarakat.

Penghargaan dari IICD ini menegaskan posisi bank bjb di antara perusahaan publik lainnya. bank bjb dinilai konsisten dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG. Ini bukan pertama kalinya mereka mendapat pengakuan serupa. bank bjb memang dikenal sebagai salah satu bank daerah yang serius dalam urusan tata kelola. Ke depannya, mereka berencana untuk terus meningkatkan standar tersebut, bukan justru berpuas diri.

penghargaanbank bjbtata kelola perusahaanGCGIICDMidCap PLCskepercayaan

Komentar

Memuat komentar...