BULOG Kuasai 4,5 Juta Ton Beras, Terbesar di ASEAN

Nurul H. · 3 min baca · 1 jam lalu · 20 dibaca
Bisik.id
BULOG Kuasai 4,5 Juta Ton Beras, Terbesar di ASEAN

Gambar atau konten salah?

Indonesia kini memiliki salah satu cadangan beras pemerintah terbesar di Asia Tenggara. Perum BULOG, sebagai badan yang ditugaskan mengelola stok pangan negara, saat ini menyimpan sekitar 4,5 juta ton beras dalam Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Jumlah ini jauh melampaui angka yang dimiliki negara-negara tetangga.

Angka 4,5 juta ton itu bukan sekadar angka. Ini menunjukkan kapasitas Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan, mengantisipasi lonjakan harga, dan memperkuat ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global. Data dari berbagai negara Asia Tenggara memperkuat gambaran ini.

Malaysia, misalnya, hanya memiliki stok penyangga beras nasional sebesar 200.000 ton pada Agustus 2026. Filipina, melalui National Food Authority (NFA), menyimpan sekitar 286.500 ton per 1 September 2026. Bandingkan dengan stok Indonesia. Secara nominal, cadangan BULOG 22,5 kali lipat lebih besar dari Malaysia dan 15,7 kali lipat dari Filipina. Tentu, ada perbedaan dalam cakupan dan periode pencatatan antarnegara. Tapi perbandingan ini tetap memperlihatkan dominasi Indonesia.

Vietnam melaporkan pengadaan cadangan pangan nasional sebesar 500.000 ton sepanjang 2025. Itu adalah pencapaian tertinggi dalam sejarah pengadaan cadangan negara tersebut. Namun, angka itu adalah realisasi pengadaan selama satu tahun penuh, bukan posisi stok terkini yang bisa langsung dibandingkan dengan CBP Indonesia. Thailand dan Myanmar belum memiliki data stok cadangan pemerintah yang cukup terkonfirmasi untuk perbandingan yang setara. Meski begitu, besarnya cadangan Indonesia tetap menonjol di kawasan. Ini menunjukkan kesiapan negara menghadapi ketidakpastian iklim, dinamika perdagangan global, dan potensi gangguan rantai pasok pangan.

Kekuatan ini tidak datang begitu saja. Pemerintah berhasil memperkuat produksi dalam negeri dan mengoptimalkan penyerapan gabah serta beras petani melalui Perum BULOG. Hingga 27 Oktober 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri mencapai 4.238.543 ton setara beras. Angka itu setara dengan 105,96 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton. Capaian ini menjadi rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah BULOG. Ini menunjukkan keberhasilan penguatan peran negara dalam menyerap hasil panen petani, membangun cadangan pangan yang kokoh, dan menjaga keseimbangan pasokan dari tingkat produsen hingga konsumen.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa stok beras yang besar menjadi modal strategis. Terutama untuk menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang akhir tahun. "Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru. Stok beras yang dikelola Bulog saat ini sangat memadai, mencapai sekitar 4,5 juta ton," tegas Ahmad Rizal dalam keterangannya, Selasa (27 Oktober 2026). Ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pangan di Jakarta, Senin (26 Oktober 2026).

Ahmad Rizal juga menekankan bahwa cadangan yang besar harus diikuti dengan pengelolaan dan penyaluran yang optimal. Cadangan bukan sekadar menunjukkan kemampuan negara dalam menyimpan pangan. Lebih dari itu, cadangan menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga, memperluas akses pangan, dan memberikan perlindungan bagi masyarakat ketika menghadapi tekanan pasar. "Arahan pemerintah sangat jelas, stok yang melimpah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Bulog tidak hanya memastikan beras tersedia di gudang, tetapi juga mempercepat penyalurannya melalui SPHP dan bantuan pangan," ujarnya.

Untuk memastikan dampak langsung ke masyarakat, BULOG terus mengoptimalkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan Beras. Pemerintah telah menyiapkan tambahan alokasi SPHP beras sebesar 1 juta ton untuk memperkuat pasokan pasar dan menjaga keterjangkauan harga. Di sisi lain, Bantuan Pangan Beras periode Oktober-Desember 2026 kembali menyasar sekitar 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Masing-masing penerima mendapat 10 kilogram beras per bulan. Dengan dukungan jaringan pergudangan dan distribusi BULOG yang tersebar di seluruh Indonesia, cadangan beras nasional terus dioptimalkan untuk memperkuat stabilitas pangan dari Sabang sampai Merauke.

Keunggulan Indonesia dalam penguasaan cadangan beras pemerintah dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara menjadi momentum penting. Stok sebesar 4,5 juta ton bukan sekadar pencapaian dari sisi volume. Ini mencerminkan kapasitas pemerintah dalam membangun sistem pangan yang lebih tangguh, responsif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Melalui penguatan serapan produksi dalam negeri, pengelolaan cadangan yang berkelanjutan, serta distribusi pangan yang semakin luas, Perum BULOG berkomitmen menjaga keunggulan tersebut sebagai fondasi untuk memastikan pangan nasional tetap tersedia, harga terkendali, dan kesejahteraan masyarakat terus terlindungi.

Indonesia memiliki cadangan beras pemerintah yang jauh lebih besar dibandingkan Malaysia dan Filipina. Keberhasilan ini didorong oleh pengadaan dalam negeri yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah BULOG. Pemerintah dan BULOG berupaya memastikan stok yang besar ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui program stabilisasi harga dan bantuan pangan.

cadangan berasBULOGketahanan panganstabilisasi hargapengadaan dalam negeribantuan panganIndonesia

Komentar

Memuat komentar...