Bupati Banyuwangi Tuntut ASN Hemat BBM, Gunakan Sepeda
Gambar atau konten salah?
Banyuwangi - Dalam upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendorong efisiensi energi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Selain menerapkan satu hari Work From Home sesuai kebijakan pemerintah pusat, berbagai langkah penghematan juga mulai diterapkan.
Sejumlah kebijakan tersebut di antaranya efisiensi penggunaan kendaraan dinas. Aparatur Sipil Negara (ASN) diimbau menggunakan transportasi umum, layanan transportasi online, atau bersepeda ke tempat kerja.
Imbauan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh daerah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah.
"Efisiensi energi ini merupakan mitigasi yang harus dilakukan bersama dalam menghadapi ketidakpastian situasi akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah. Sebagai bagian dari pemerintah daerah, saya mengajak seluruh ASN untuk menjadi contoh dalam gerakan penghematan energi ini," kata Ipuk, Sabtu (28 Maret 2026).
Imbauan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan Ipuk saat memimpin apel bersama ASN di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Rabu (25 Maret 2026).
Ipuk mendorong ASN yang jarak rumahnya dekat untuk mulai beralih menggunakan sepeda menuju tempat kerja. Selain itu, ASN juga dapat memanfaatkan angkutan umum maupun transportasi online, seperti yang telah diterapkan Pemkab Banyuwangi setiap hari Jumat.
Kebijakan ini sedang kita bahas detailnya untuk segera diterapkan bersama.
"Kebijakan ini sedang kita bahas detailnya untuk segera diterapkan bersama. Selain bisa menghemat energi, gowes juga lebih menyehatkan bagi ASN," kata alumnus Magister Kebijakan Publik (MKP) Universitas Airlangga (Unair) tersebut.
Selain itu, Ipuk juga meminta seluruh ASN mengoptimalkan kegiatan berbasis digital guna mengurangi mobilitas.
"Selain lebih efektif dengan layanan digital, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi BBM untuk kendaraan dinas," ujarnya.
Menurut Ipuk, imbauan penghematan energi ini bukan untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi, termasuk BBM.
"Kita berharap konflik di Timur Tengah segera mereda, sehingga tidak berdampak terhadap pasokan energi dunia. Meski demikian, kita juga tetap harus membiasakan diri untuk menggunakan energi secara bijak," ujar Ipuk.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menegaskan komitmen untuk mengurangi konsumsi BBM dan mempersiapkan diri menghadapi potensi gangguan pasokan energi global. Kebijakan ini juga mendorong gaya hidup sehat dan digitalisasi di kalangan ASN.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Surabaya Pasang Pot Bunga di TPS Liar, Coba Hindari Sampah
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Persebaya Surabaya Resmi Berpisah dengan Mihailo Perovic
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Berita Terbaru
Real Madrid Siap Tambah Bek: Konate, Dumfries, Mourinho
Pasangan Ganda Putri Raih Kemenangan di Indonesia Open 2026
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
PMDSU 2026: Beasiswa Magister‑Doktor Terbuka, Nambah Riset
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
