Caca & Ular: Panji Peringat FOMO, Anjuran Pengawasan Tua
Gambar atau konten salah?
Cianjur – Panji Petualang, seorang konten kreator dan ahli reptil, menanggapi aksi Meisa, yang lebih dikenal dengan nama panggilan Caca, yang sering bersahabat dan bermain dengan ular. Ia mengingatkan agar aksi Caca tidak menimbulkan FOMO (fear of missing out) pada anak-anak lain.
Panji berharap orang tua dan profesional dapat berperan aktif mencegah FOMO yang berpotensi berujung fatal. Menurutnya, aksi Caca aman karena dia diawasi oleh orang tua yang memiliki pengetahuan tentang reptil, khususnya ular.
“Aksi dari Caca bisa memberikan nilai positif untuk tidak memusuhi alam, tapi bisa juga menjadi sahabat dari alam terutama kekayaan faunanya. Tapi perlu digarisbawahi, Caca melakukan aksinya secara aman karena dalam pemantauan orangtua yang paham tentang ular,” ujar Panji pada Selasa (28 April 2026).
Dia menambahkan bahwa aksi Caca dapat membantu warga memahami bahwa tidak perlu langsung membunuh ular yang ditemui. “Jangan karena ada ular masuk, langsung dibunuh apalagi dikaitkan dengan hal mistis. Ini bisa menjadi salah satu cara edukasi masyarakat,” tambahnya.
Namun Panji juga menyatakan bahwa aksi Caca bisa menginspirasi anak lain untuk meniru. “Hal tersebut akan berbahaya, terlebih jika tidak ada pengawasan dari profesional ataupun orang tua yang paham,” jelasnya. Ia menekankan risiko menjadi FOMO bagi anak lain. “Coba pegang ular tanpa ada dasar pengetahuan tentang ular. Asal ambil, ternyata ular berbisa. Ini yang harus diantisipasi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Panji berharap setelah aksi Caca, orang tua lebih memantau anaknya dan memberikan pemahaman sejak dini. “Harus diberi pemahaman sejak dini. Terkait ular ini tidak hanya modal berani pegang, tapi juga harus tahu mana ular yang berbisa atau tidak. Makanya cukup untuk melihat aksi dari Caca, tapi jangan ditiru sembarangan,” pungkasnya.
Seorang siswi SD di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebelumnya memicu sorotan media sosial dengan membawa seekor ular King Koros di dalam tasnya. Meskipun aksi berani dan bersahabat dengan ular, Caca juga menyampaikan pesan edukatif untuk mengurangi stigma mistis terhadap ular.
Dalam konteks ini, Panji menegaskan pentingnya pengawasan dan edukasi. Ia menekankan bahwa interaksi dengan ular harus didasarkan pada pengetahuan, bukan sekadar keberanian. Aksi Caca, meski menarik, tetap harus dipahami bahwa setiap interaksi dengan hewan liar memerlukan tanggung jawab dan pemahaman yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
