Transaksi Koperasi Desa Tembus Rp56,69 Miliar

Ningsih R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Transaksi Koperasi Desa Tembus Rp56,69 Miliar

Gambar atau konten salah?

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini menjadi pusat distribusi utama bagi kebutuhan warga. Sejak awal tahun 2026, total transaksi yang tercatat di jaringan koperasi ini sudah menembus angka Rp56,69 miliar. Puluhan ribu transaksi terjadi, mencakup berbagai barang seperti pupuk, beras, minyak goreng, dan LPG 3 kilogram.

Data dari Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 13 Juli 2026 menunjukkan nilai transaksi yang sudah dibukukan mencapai Rp56.695.106.929. Volume transaksinya sebanyak 53.817 kali.

Dari data tersebut, terlihat bahwa sektor pertanian masih mendominasi. Dua jenis pupuk menjadi komoditas dengan nilai penjualan tertinggi. Setelah itu, baru disusul berbagai kebutuhan pokok yang banyak dicari masyarakat.

Pupuk Jadi Produk Terlaris

Sepanjang 2026, pupuk menjadi penyumbang transaksi terbesar di KDKMP. Ini menunjukkan betapa tingginya kebutuhan petani terhadap sarana produksi pertanian. Kini, pupuk juga disalurkan lewat koperasi ini.

Pupuk NPK Phonska mencatat nilai transaksi mencapai Rp15,093 miliar. Volume penjualannya sebanyak 8.178.733 unit. Di posisi kedua, ada Pupuk Urea N 46% dengan transaksi senilai Rp11,272 miliar dan volume 6.206.984 unit.

Jika digabungkan, kedua jenis pupuk ini sudah menyumbang lebih dari Rp26 miliar. Angka itu hampir separuh dari total transaksi KDKMP sejak awal tahun.

Dominasi pupuk ini sejalan dengan kebijakan pemerintah. KDKMP dijadikan salah satu saluran distribusi barang bersubsidi, termasuk pupuk untuk pertanian.

Kebutuhan Sehari-hari Juga Laris

Selain kebutuhan pertanian, masyarakat juga memanfaatkan KDKMP untuk membeli barang sehari-hari. Minyak goreng menjadi salah satu produk paling laris, dengan nilai transaksi mencapai Rp3,6 miliar.

Beras medium SPHP kemasan 5 kilogram menempati posisi berikutnya. Total transaksinya sebesar Rp2,45 miliar dengan volume penjualan 55.229 unit. Komoditas beras lainnya juga mencatat transaksi Rp1,14 miliar dengan volume 27.009 unit.

Data ini menunjukkan KDKMP mulai berperan sebagai pusat penyedia kebutuhan pokok. Selain menjalankan fungsi distribusi produk pertanian, koperasi ini juga melayani kebutuhan rumah tangga.

Barang Lain yang Laris

Beberapa barang rumah tangga lainnya juga mencatat angka penjualan tinggi. Produk Sunco Minyak Goreng ukuran 2 liter membukukan transaksi Rp505 juta dengan volume 11.419 unit.

Gas LPG 3 kilogram mencatat nilai transaksi Rp481 juta. Volume penjualannya sebanyak 25.654 unit. Gula KTM ukuran 1 kilogram menghasilkan transaksi Rp284 juta dengan volume 16.204 unit.

Menariknya, rokok filter 12 juga masuk dalam daftar komoditas dengan transaksi terbesar. Nilainya mencapai Rp272 juta dengan volume 10.358 unit.

Daftar 10 Barang Paling Laris

Berdasarkan data Simkopdes per 13 Juli 2026, berikut produk dengan nilai transaksi terbesar di KDKMP:

  1. Pupuk NPK Phonska - Rp15,093 miliar
  2. Pupuk Urea N 46% - Rp11,272 miliar
  3. Kategori barang lainnya - Rp7,93 miliar
  4. Minyak goreng - Rp3,6 miliar
  5. Beras Medium SPHP 5 kg - Rp2,45 miliar
  6. Komoditas beras lainnya - Rp1,14 miliar
  7. Sunco Minyak Goreng 2 liter - Rp505 juta
  8. Gas LPG 3 kilogram - Rp481 juta
  9. Gula KTM 1 kilogram - Rp284 juta
  10. Rokok Filter 12 - Rp272 juta

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan KDKMP menjadi salah satu penyalur barang bersubsidi. Kebijakan ini diharapkan bisa memperpendek rantai distribusi. Tujuannya, memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dan sarana produksi dengan lebih mudah.

Data ini memperkuat posisi KDKMP sebagai ujung tombak distribusi barang di tingkat desa dan kelurahan. Dengan volume transaksi yang terus bertambah, koperasi ini perlahan menjadi tulang punggung perekonomian lokal. Keberadaannya tidak hanya membantu petani, tapi juga memudahkan warga biasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Koperasi Desa Merah PutihTransaksiPupukKebutuhan PokokDistribusiPertanianSubsidi

Komentar

Memuat komentar...