Cafu Ramal Brasil Tersingkir, Terbukti

Wulan M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Cafu Ramal Brasil Tersingkir, Terbukti

Gambar atau konten salah?

Brasil kembali gagal di Piala Dunia. Kali ini, langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Norwegia dengan skor 1-2 pada Piala Dunia 2026. Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar tim yang dijuluki Tim Samba tersebut.

Terakhir kali Brasil menjadi juara dunia adalah pada edisi 2002. Setelah itu, mereka tidak pernah sekalipun mencapai babak final. Bahkan saat menjadi tuan rumah di 2014, mimpi mereka kandas di semifinal. Kini, setelah tersingkir lebih awal, kritik kembali berdatangan.

Pernyataan legenda Brasil, Cafu, yang diucapkan pada tahun 2023 lalu, kembali viral. Pemilik dua trofi Piala Dunia itu pernah menyoroti mentalitas para pemain Brasil. Ia menyebut mereka terlalu mudah berpuas diri. Kritik ini ditujukan khususnya kepada pemain yang berkarier di Liga Inggris.

"Saya lebih memilih LaLiga dibanding Liga Inggris. Di LaLiga, mereka tidak harus banyak bicara di depan TV dan bicara banyak drama atau banyak sanjungan," kata Cafu pada tahun 2023 lalu. Ia menambahkan, "Bayangkan, Anda dicuci otak setiap pekan dengan disebut-sebut sebagai pemain terbaik di dunia. Padahal, faktanya adalah sebaliknya."

Di skuad Brasil saat ini, cukup banyak pemain yang bermain di Liga Inggris. Mereka adalah Gabriel, Bruno Guimaraes, Casemiro (yang musim lalu bermain di Manchester United dan kontraknya habis pada musim panas ini), Gabriel Martinelli, Igor Thiago, dan Matheus Cunha. Cafu menekankan bahwa para pemain Brasil harus terus mengasah kemampuan. Pujian dari media atau komentator bisa membuat mereka hanyut, sehingga fokus pada diri sendiri menjadi hal yang penting.

Pada tahun 2023, Cafu juga sudah meramalkan peluang Brasil di Piala Dunia 2026. "Kans Brasil untuk menangi Piala Dunia 2026? Kecil," katanya saat itu. Dan kini, ramalan itu terbukti. Kekalahan dari Norwegia menunjukkan bahwa masalah yang disorot Cafu bukan sekadar omongan belaka. Mentalitas yang disebutnya sebagai "mudah berpuas diri" kembali menjadi batu sandungan bagi tim yang dulu begitu disegani.

BrasilPiala DuniakegagalanCafumentalitaspuas diriLiga Inggris

Komentar

Memuat komentar...