Chery Luncurkan Robot AiMOGA Mornine Berbasis AI ChatGPT

Nita W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Chery Luncurkan Robot AiMOGA Mornine Berbasis AI ChatGPT

Gambar atau konten salah?

AiMOGA Mornine adalah robot humanoid yang dikembangkan oleh Chery, produsen mobil asal Tiongkok. Robot ini tidak hanya bisa bergerak, tetapi juga dilengkapi sistem kecerdasan buatan (AI) berbasis ChatGPT dan DeepSeek. Dengan teknologi ini, Mornine dapat berkomunikasi dalam lebih dari sepuluh bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Chery menjelaskan bahwa sistem AI Mornine merupakan hasil kolaborasi dengan beberapa mitra AI. “Kami bekerja sama dengan berbagai mitra AI untuk mengembangkan kemampuan interaksi robot. Tujuannya agar robot dapat berkomunikasi secara lebih natural dan memahami kebutuhan pengguna,” ujar Sam, Marketing Overseas Chery. Sam menambahkan bahwa fokus utama bukan hanya pada mobilitas robot, melainkan juga pada kemampuan berkomunikasi dan membantu manusia dalam berbagai situasi.

Robot ini dirancang untuk menjawab pertanyaan, memberikan informasi, dan membantu pengguna dalam berbagai layanan. “Fokus kami bukan hanya membuat robot yang bisa bergerak, tetapi juga robot yang mampu berkomunikasi dan membantu manusia dalam berbagai situasi,” kata Sam. Dengan dukungan AI, Mornine dapat berfungsi sebagai asisten digital yang berada dalam tubuh robot humanoid.

Dalam demonstrasi, Mornine menunjukkan kemampuannya berinteraksi dengan pengguna dan merespons instruksi. Robot ini dapat bekerja dalam dua mode: online dan offline. Pada mode offline, Mornine masih dapat melakukan fungsi dasar seperti menyapa, menjawab pertanyaan sederhana, melakukan gerakan yang telah diprogram, dan merespons perintah dasar. Untuk tugas yang memerlukan data terbaru atau pemrosesan AI yang lebih kompleks, koneksi internet diperlukan.

“Untuk interaksi sederhana, robot dapat bekerja secara offline. Namun jika pengguna membutuhkan informasi yang lebih luas atau spesifik, sistem perlu terhubung ke internet,” jelas Sam.

Selain kemampuan percakapan, Mornine dilengkapi dengan berbagai sensor untuk memahami lingkungan sekitarnya. Berikut sensor-sensor yang dimiliki:

  • LiDAR 3D – memetakan lingkungan secara tiga dimensi.
  • Kamera kedalaman (depth camera) – mendeteksi jarak objek.
  • Kamera visual – menangkap gambar warna.
  • Sensor tekanan pada tangan – mengukur gaya saat memegang benda.
  • Sistem navigasi berbasis sensor – membantu robot bergerak secara aman.

Dengan kombinasi sensor tersebut, Mornine dapat memetakan lingkungan secara real‑time, mengenali objek, dan menghindari rintangan saat bergerak. Chery menekankan bahwa persepsi lingkungan penting agar robot dapat beroperasi baik di area publik maupun di tempat kerja.

Robot ini juga memiliki tangan yang sangat presisi. Setiap jari dilengkapi sensor tekanan, memungkinkan Mornine mengatur gaya saat memegang benda. “Sensor pada tangan membantu robot mengontrol tekanan secara akurat sehingga dapat melakukan berbagai tugas yang membutuhkan ketelitian,” ujar Sam. Tangan ini memungkinkan robot menangani barang rapuh seperti telur atau makanan lunak tanpa merusaknya.

Chery melihat potensi Mornine dalam berbagai skenario penggunaan. Berikut beberapa peran yang diusulkan:

  • Asisten penjualan (sales assistant) – membantu pelanggan di dealer kendaraan.
  • Petugas layanan pelanggan – menjawab pertanyaan dan memberikan bantuan.
  • Robot perawat di rumah sakit – membantu tugas medis ringan.
  • Pemandu dan navigator pengunjung – memandu orang di tempat umum.

Perusahaan menganggap robot humanoid dapat membantu pekerjaan yang bersifat repetitif sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna. Saat ini, Mornine berada pada Level 3, artinya robot dapat bekerja secara semi‑mandiri dengan kemampuan navigasi dan penghindaran rintangan. Rencana jangka panjang adalah meningkatkan kemampuan hingga Level 4 dan Level 5, sehingga robot dapat memahami situasi yang lebih kompleks, mengambil keputusan secara mandiri, dan berinteraksi lebih natural dengan manusia.

“Kami percaya robot humanoid akan terus berkembang. Dengan dukungan AI dan data yang semakin besar, kemampuan robot untuk memahami lingkungan dan membantu manusia akan menjadi semakin baik,” pungkas Sam.

Dengan kemampuan berbahasa, sensor canggih, dan fleksibilitas penggunaan, AiMOGA Mornine menunjukkan potensi besar dalam membantu manusia di berbagai bidang. Robot ini tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga contoh bagaimana integrasi AI dan robotika dapat menciptakan asisten yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan manusia.

AiMOGA Morninerobot humanoidAI ChatGPT DeepSeekLiDAR 3Dsensor tekanan tangannavigasi berbasis sensorlevel 3 semi‑mandiri

Komentar

Memuat komentar...