Chivu Belum Puas, Targetkan Lebih Besar Musim Depan
Gambar atau konten salah?
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengaku belum puas meski baru saja meraih dua gelar domestik di musim pertamanya. Ia bertekad mengejar kesuksesan yang lebih besar pada musim 2026/2027.
Chivu sebenarnya sudah melampaui ekspektasi banyak pihak. Setahun lalu, ia ditunjuk menggantikan Simone Inzaghi. Saat itu, pengalamannya melatih masih tipis — hanya setengah musim menangani Parma. Namun, ia berhasil membawa Inter Milan menjadi juara Liga Italia dan Coppa Italia dalam satu musim. Ini adalah kali pertama dalam 16 tahun klub tersebut meraih dua gelar domestik bergengsi sekaligus dalam semusim.
“Hal yang terpenting sekarang adalah motivasinya, karena tidak akan pernah cukup dalam kaitannya dengan ambisi dan apa yang ingin kami lakukan selanjutnya. Namun, kami tidak ingin berhenti di sini,” kata Chivu seperti dikutip dari Football-Italia.
Pelatih asal Rumania itu menambahkan, “Saya sekarang sudah melakoni 50 pertandingan, tidak lagi hanya 13 pertandingan. Saya akan melakukan yang terbaik sebisa mungkin, kami ingin kompetitif di setiap kompetisi, dan punya ambisi untuk mencapai yang lebih baik daripada musim lalu.”
Meski sukses di dalam negeri, ada satu catatan buruk. Di Liga Champions, Inter Milan justru tampil mengecewakan. Padahal, dalam tiga musim sebelumnya, mereka dua kali melaju ke final. Namun kali ini, Lautaro Martinez dan kawan-kawan bahkan gagal menembus fase gugur. Mereka tersingkir di babak playoff. Lebih mengejutkan lagi, tim yang menghentikan langkah mereka adalah Bodo/Glimt, klub kecil asal Norwegia. Inter kalah dengan agregat 2-5.
“Anda kan tidak mungkin memiliki segalanya di dalam hidup ini. Saya ingin kita meningkatkan keberanian, jadi lebih bertekad dan berjuang untuk meraih kemenangan, bukan berpuas diri. Saya tidak memikirkan tentang apa yang sudah kami menangi, melainkan apa yang harus kami lakukan,” tegas Chivu.
Musim debut Chivu memang penuh kejutan. Ia datang dengan jam terbang minim — hanya setengah musim menangani Parma — tapi langsung membawa Inter Milan merebut Scudetto dan Coppa Italia. Pencapaian ini terasa istimewa karena terakhir kali Inter memenangkan dua gelar domestik dalam satu musim adalah 16 tahun lalu. Namun, kegagalan di Liga Champions menjadi noda. Inter bahkan tidak lolos ke fase gugur setelah disingkirkan Bodo/Glimt dengan agregat 2-5 di babak playoff. Chivu menegaskan timnya harus lebih berani dan tidak cepat puas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
